Suara Golkar edisi Januari 2013 | Page 57

ARB menjelaskan pentingnya menjaga budaya Indonesia. Selain itu, nasionalisme itu juga terkait pengutamaan kepentingan nasional. ARB menyinggung perihal berakhirnya kontrak di Blok Mahakam pada 2017. Harusnya kontrak itu dialihkan kepada perusahaan nasional, dalam hal ini Pertamina. Namun, ternyata ada pejabat yang bilang Pertamina belum siap. Hal ini contoh bagaimana kepentingan nasional dikalahkan untuk kepentingan asing. Begitu pula soal kebijakan energi nasional. Selama ini kebijakan yang ada sering menomorduakan kepentingan nasional. Ini terlihat dari ekspor gas. Padahal murah dan bersih, lalu impor BBM padahal kotor dan mahal. Contoh lainnya, terkait dengan sikap pemerintah Indonesia di WTO. Keterlibatan Indonesia dalam WTO harus dihormati. Namun, pemerintah juga harus berjuang mati-matian agar petani Indonesia tidak mati karena ikut WTO Nasionalisme baru itu bukan nasionalisasi perusahaan asing. Esensi Nasionalisme Baru dalam Visi Negara Kesejahteraan 2045 adalah menjamin adanya kebijakan untuk kepentingan nasional, sebagaimana disa