ARB menjelaskan pentingnya
menjaga budaya Indonesia. Selain
itu, nasionalisme itu juga terkait
pengutamaan kepentingan nasional.
ARB menyinggung perihal berakhirnya
kontrak di Blok Mahakam pada
2017. Harusnya kontrak itu dialihkan
kepada perusahaan nasional, dalam
hal ini Pertamina. Namun, ternyata
ada pejabat yang bilang Pertamina
belum siap. Hal ini contoh bagaimana
kepentingan nasional dikalahkan
untuk kepentingan asing. Begitu
pula soal kebijakan energi nasional.
Selama ini kebijakan yang ada
sering menomorduakan kepentingan
nasional. Ini terlihat dari ekspor
gas. Padahal murah dan bersih,
lalu impor BBM padahal kotor dan
mahal. Contoh lainnya, terkait dengan
sikap pemerintah Indonesia di WTO.
Keterlibatan Indonesia dalam WTO
harus dihormati. Namun, pemerintah
juga harus berjuang mati-matian agar
petani Indonesia tidak mati karena ikut
WTO
Nasionalisme baru itu bukan
nasionalisasi perusahaan asing. Esensi
Nasionalisme Baru dalam Visi Negara
Kesejahteraan 2045 adalah menjamin
adanya kebijakan untuk kepentingan
nasional, sebagaimana disa