Suara Golkar edisi Januari 2013 | Page 56

agar pada tahun 2045, ketika 100 Marham, Aulia Rahman, Happy Bone tahun Indonesia merdeka, Indonesia Zulkarnaen, Wakil Bendahara Umum menjadi negara maju,” tegas ARB. Erwin Aksa, Indra Bambang Utoyo dan Rizal Mallarangeng. Catur Sukses Pembangunan Dalam paparannya, ARB Indonesia menjelaskan mengenai Catur Sukses Ketua Umum Partai Golkar yang terdiri atas pertumbuhan ekonomi Aburizal Bakrie (ARB) berkesempatan tinggi, pemerataan, stabilitas politik menyampaikan ceramah dalam dan keamanan, serta nasionalisme seminar Senat Guru Besar Universitas baru. Terkait pertumbuhan Indonesia di aula Fakultas Kedokteran ekonomi, ARB mengatakan bahwa UI, Salemba, Jakarta, Jumat (20/12) pertumbuhan ekonomi Indonesia bulan lalu. Seminar Dewan Guru Besar harus mencapai 8% bahkan 9%. UI seri ke-2 tersebut mengusung tema ARB menegaskan, pembangunan “Indonesia Menjawab Tantangan: ekonomi yang tinggi harus punya Kepemimpinan Menjadi Bangsa titik tolak bahwa pembangunan itu Pemenang”. Tampil sebagai adalah pembangunan manusia. pembicara pada acara tersebut selain Dalam pembangunan, manusia tidak ARB adalah Gubernur Jawa Tengah bisa diperlakukan sebagai obyek Ganjar Pranowo dan Gubernur pembangunan. Melainkan sebagai Jawa Timur Soekarwo. Acara itu subyek atau tujuan pembangunan itu dimoderatori oleh pakar komunikasi sendiri. UI Efendi Ghazali. Para pembicara Terkait terkait pemerataan, ARB juga didampingi oleh Ketua Dewan mengatakan: “Tugas negara itu bukan Guru Besar UI Prof. Dr. dr. Biran mengumpulkan uang. Melainkan, Affandi. Dari jajaran DPP Partai Golkar, bagaimana uang yang didapatkan itu tampak hadir Sekretaris Jenderal Idrus dinikmati oleh seluruh rakyat. Negara 56 harus secara sadar melakukan usahausaha untuk menjadikan semua rakyat jadi pelaku pembangunan. Sebanyak mungkin rakyat jadi pelaku pembangunan. Selama ini anak-anak Indonesia bisa buat apa saja. Yang tidak bisa (mereka lakukan), selama ini adalah melakukan pemasaran. Ini yang harus dibantu oleh pemerintah.” Ketiga, terkait stabilitas dan keamanan. ARB menekankan perlunya ketegasan pemerintah untuk menjamin stabilitas. Para pelanggar hukum harus dihukum. ARB mengatakan, saat ini kenyataan di lapangan, gereja dibakar, masjid Ahmadiyah dibakar, polisi diserang bahkan dibunuh, tapi terkesan dibiarkan saja. Petugas keamanan juga terkesan tidak berani berbuat banyak karena mereka tidak mau jadi korban, karena bisa dipecat. Karena itu, demi menjaga stabilitas itu, guna mewujudkan tertib hukum, aparat keamanan juga harus diberi perlindungan sehingga bisa bertindak dengan tegas. Terkait nasionalisme baru,