agar pada tahun 2045, ketika 100 Marham, Aulia Rahman, Happy Bone
tahun Indonesia merdeka, Indonesia Zulkarnaen, Wakil Bendahara Umum
menjadi negara maju,” tegas ARB.
Erwin Aksa, Indra Bambang Utoyo dan
Rizal Mallarangeng.
Catur Sukses Pembangunan
Dalam
paparannya,
ARB
Indonesia
menjelaskan mengenai Catur Sukses
Ketua Umum Partai Golkar yang terdiri atas pertumbuhan ekonomi
Aburizal Bakrie (ARB) berkesempatan tinggi, pemerataan, stabilitas politik
menyampaikan ceramah dalam dan keamanan, serta nasionalisme
seminar Senat Guru Besar Universitas baru.
Terkait
pertumbuhan
Indonesia di aula Fakultas Kedokteran ekonomi, ARB mengatakan bahwa
UI, Salemba, Jakarta, Jumat (20/12) pertumbuhan ekonomi Indonesia
bulan lalu. Seminar Dewan Guru Besar harus mencapai 8% bahkan 9%.
UI seri ke-2 tersebut mengusung tema ARB menegaskan, pembangunan
“Indonesia Menjawab Tantangan: ekonomi yang tinggi harus punya
Kepemimpinan Menjadi Bangsa titik tolak bahwa pembangunan itu
Pemenang”.
Tampil
sebagai adalah pembangunan manusia.
pembicara pada acara tersebut selain Dalam pembangunan, manusia tidak
ARB adalah Gubernur Jawa Tengah bisa diperlakukan sebagai obyek
Ganjar Pranowo dan Gubernur pembangunan. Melainkan sebagai
Jawa Timur Soekarwo. Acara itu subyek atau tujuan pembangunan itu
dimoderatori oleh pakar komunikasi sendiri.
UI Efendi Ghazali. Para pembicara
Terkait terkait pemerataan, ARB
juga didampingi oleh Ketua Dewan mengatakan: “Tugas negara itu bukan
Guru Besar UI Prof. Dr. dr. Biran mengumpulkan uang. Melainkan,
Affandi. Dari jajaran DPP Partai Golkar, bagaimana uang yang didapatkan itu
tampak hadir Sekretaris Jenderal Idrus dinikmati oleh seluruh rakyat. Negara
56
harus secara sadar melakukan usahausaha untuk menjadikan semua
rakyat jadi pelaku pembangunan.
Sebanyak mungkin rakyat jadi pelaku
pembangunan. Selama ini anak-anak
Indonesia bisa buat apa saja. Yang
tidak bisa (mereka lakukan), selama
ini adalah melakukan pemasaran. Ini
yang harus dibantu oleh pemerintah.”
Ketiga, terkait stabilitas dan
keamanan. ARB menekankan perlunya
ketegasan pemerintah untuk menjamin
stabilitas. Para pelanggar hukum
harus dihukum. ARB mengatakan,
saat ini kenyataan di lapangan, gereja
dibakar, masjid Ahmadiyah dibakar,
polisi diserang bahkan dibunuh, tapi
terkesan dibiarkan saja. Petugas
keamanan juga terkesan tidak berani
berbuat banyak karena mereka tidak
mau jadi korban, karena bisa dipecat.
Karena itu, demi menjaga stabilitas
itu, guna mewujudkan tertib hukum,
aparat keamanan juga harus diberi
perlindungan sehingga bisa bertindak
dengan tegas.
Terkait nasionalisme baru,