Suara Golkar edisi Januari 2013 | Page 50

tersebut dibawa dalam musyawarah perencanaan pembangunan daerah (Musrenbangda), baik tingkat kabupaten/kota dan provinsi. Selama proses Musrenbangda itu tak jarang usulan daerah untuk suatu kegiatan dan besaran anggarannya, mengalami perubahan, bahkan penghapusan karena belum menjadi kegiatan prioritas. Dalam hal ini, Bappenas melakukan asistensi bagi setiap daerah dalam penyusunan program kegiatan dan alokasi anggarannya. Dan selepas Musrenbangda itu, Bappenas kemudian melakukan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas), untuk segera memutuskan total anggaran bagi setiap daerah. Melihat ketatnya skema dan proses penetapan total anggaran bagi setiap daerah, Seharusnya membuat setiap daerah mampu menghargai dan mengoptimalkan dana daerah yang diterimanya. Utamanya dalam meningkatkan sektor infrastrastruktur dan sektor lainnya yang meningkatkan kesejahteraan rakyat. Namun, tampaknya daerah tidak perduli. Dengan publikasi tersebut, masyarakat akan tahu seperti apa kinerja pemimpin 50 daerahnya. Dan dari situ juga, rakyat sendiri yang memberikan sanksi sosial atas kegagalan Pemdanya tersebut. Kemenkeu seharusnya merumuskan faktor yang menyebabkan terjadinya penyerapan anggaran yang tidak maksimal itu. Sebab, bisa saja kesalahan itu terjadi karena kebijakan pemerintah pusat sendiri. Realokasikan SAL ke Infrastruktur Masih tingginya dana yang mengendap di pemerintah daerah mendapatkan perhatian dari Partai Golkar. Data Kementerian Keuangan mencatat, SAL tahun anggaran 2013 diperkirakan mencapai Rp20,5 triliun. Angka ini masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), namun kemungkinan angkanya bisa lebih besar. Partai Golkar mendesak pemerintah merealokasikan Sisa Anggaran Lebih (SAL) pada proyek infrastruktur terutama infrastruktur migas dan transportasi umum. Hal itu sebagai bagian dari upaya mengurangi beban sekaligus menjaga daya beli masyarakat akibat kontraksi perekonomian yang terjadi. Pemerintah bisa saja merealokasikan SAL untuk berbagai kegiatan prioritas pemerintah untuk jangka menengah dan panjang. Tentunya dengan memperhatikan berbagai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Harry Azhar Azis menjelaskan, dua proyek infrastruktur yang menjadi prioritas usulan Partai Golkar. Pertama, realokasi SAL untuk membangun infrastruktur gas dan kilang minyak, sehingga bisa memberikan