Suara Golkar edisi Januari 2013 | Page 48

akan terbangun 20 ribu km jalan dalam setahun. Hal Itu sama dengan panjangnya bolak balik JakartaSurabaya 20 kali. Tidak ada lagi kemacetan. Berapa kerugian karena kemacetan? Mencapai Rp40 triliun setiap tahun. Mengatasinya cukup dengan anggaran setahun saja. Menyembuhkan Rupiah Pelemahan nilai rupiah terus berlangsung sampai saat ini. Salah satu cara untuk memulihkan rupiah adalah dengan meregulasi dan mewajibkan agar hasil ekspor harus disimpan di perbankan di dalam negeri. Data yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia menyatakan, dari total hasil ekspor, 80% memang masuk. Sementara 20% lainnya tidak masuk. Bahkan di beberapa sektor, hanya masuk 50%. Namun, ironisnya aturan BI terkait hasil ekspor ternyata hanya mencatatkan saja. Tapi, apakah uangnya masuk ke dalam negeri, tidak ada jaminan. BI selalu beralasan, pihaknya tidak bisa mengatur dengan ketat karena UU Lalu Lintas Devisa menghalangi hal itu. Pemerintah seharusnya memiliki ruang mengontrol devisa sehingga tidak digunakan menjadi alat spekulasi yang melemahkan rupiah. Sebagai bentuk keseriusan, Fraksi Golongan Karya saat ini sedang mempersiapkan revisi UU Lalu Lintas Devisa. Saat ini RUU tersebut sudah masuk komisi. Ini menjadi UU inisiatif DPR. Mengoptimalkan Pasar Domestik Partai Golkar mendesak pemerintah segera mengoptimalkan pasar dalam negeri, khususnya mengantisipasi 48 berbagai krisis global yang terjadi. Langkah-langkah strategis dan fokus pada proses serta tujuan, mutlak dijalankan. “Peluang dari pasar dalam negeri harus dioptimalkan. Utamanya, untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (10/01) lalu. Airlangga menuturkan, berbagai kalangan memperkirakan pertumbuhan \