UTAMA
6
RABU • 29 MEI 2013
Tahanan LP Pariaman Kabur
Padang, Padek— Seorang tahanan di lembaga permasyarakatan( LP) Karan Aur Kecamatan Pariaman kabur, Selasa( 28 / 5) sekitar pukul 04.30. Hingga saat ini, tahanan bernama Roni Harianto itu masih diburu oleh petugas LP. Ia kabur setelah memanjat tembok pagar pembatas, dan diduga bersembunyi di Padang.
Tahanan biasa dipanggil Anto ini merupakan pelaku curanmor yang dihukum selama tujuh tahun. Anto merupakan warga Siteba ini telah menjalani masa hukuman selama tiga tahun. Ka LP Karan Aur, Asman Tanjung mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim untuk mencari Anto.” Tahanan kabur dengan cara memanjat pagar bagian belakang LP. Kami telah menurunkan tim untuk mencari tahu keberadaan Anto di wilayah Padang,” kata Asman.( cr3)
Priyo: Yang Disadap bukan Telepon Saya
Jakarta, Padek— Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso akhirnya angkat bicara terkait penegasan sejumlah pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi atas indikasi keterlibatannya dalam kasus korupsi Al-Quran di Komisi VIII DPR RI. Priyo menyatakan dirinya tidak merasa terganggu dengan penyebutan itu, karena pernyataan itu dianggap Priyo bukan keterangan resmi lembaga KPK.
“ Ketika itu kan pak Busyro juga ditanyai, dan pak Samad juga ditanyai wartawan,” ujar Priyo di gedung parlemen, Jakarta, kemarin( 28 / 5). Priyo menyatakan, dirinya sepenuhnya menghormati proses di KPK. Fakta membuktikan bahwa sudah ada bantahan dari sejumlah pihak terkait dengan kasus korupsi, terkait keterlibatan dirinya.“ Semua kan sudah ada bantahan dari Pak Zulkarnaen Djabar, dari Dendi mengenai saya dan saya tidak terkait sama sekali,” ujarnya.
Priyo juga menyinggung adanya penyadapan telepon terkait pembicaraan yang menjadi bukti kasus korupsi Al-Quran. Priyo menyatakan, dirinya tidak tahu menahu pembicaraan yang dimaksud, karena tidak merasa melakukan pembicaraan itu.“ Yang disadap bukan telepon saya. Jadi, mengenai permasalahan itu insya Allah clear.
Karena saya tidak tahu-menahu,” ujarnya.
Priyo menambahkan, pihak yang mencatut nama dirinya sudah mengakui hal itu. Karena itu, siapa pun harus menghormati proses itu. Priyo mengaku masih mempercayai KPK yang bisa bertindak profesional dan bagus.“ Saya percaya itu, dan tidak mengaitkan orang yang tidak berkaitan,” ujarnya.
Priyo menilai, saat ini ada penyajian pemberitaan yang kurang adil.“ Tolong dicatat itu, saya tahu yang bertanya wartawan ikuti saja. Namun harus mengikuti proses hukum dan bukan mengadaada, jangan kemudian membuat orang susah,” ujarnya.
Ketua DPP Partai Golkar, Ade Komarudin menegaskan, partainya menyerahkan proses hukum Priyo kepada KPK. Partai Golkar menyerahkan( status Priyo) sepenuhnya kepada penegak hukum.“ Sikap Golkar tidak akan mencampuri instansi aparat penegak hukum,” ujarnya di gedung parlemen, Jakarta, kemarin.
Meski begitu, Ade berharap indikasi yang selama ini beredar tidak terbukti adanya. Ade mendoakan Priyo segera lepas dari masalah hukum yang diduga melibatkan dirinya.“ Sesama teman kita berdoa agar beliau lepas dari masalah itu,” tandasnya.( jpnn)
HUDA / PADEK
PADANG KE DEPAN: Balon Cawako Padang Asnawi Bahar( kiri depan) disaksikan Kadivre Riau Pos Padang Zaili Asril memaparkan pandangannya dalam Dialog Forum Editor, di Basko Hotel Padang, kemarin( 28 / 5).
Dari Dialog Forum Editor di Basko Hotel Padang Calon tak Punya Perspektif Berebut Kursi
Orang-orang menganggap dirinya tokoh maju sebagai bakal calon( Balon) wali kota pada Pilkada Kota Padang tahun ini. Betulkah banyaknya Balon indikasi langkah maju demokrasi, atau hanya sekadar narsisme individu merasa jadi tokoh. Apalah artinya berebut kursi wali kota jika calon tidak punya perspektif jelas dan hanya mengandalkan sentuhan emosional. Pertanyaan dan ragam asumsi muncul warnai isu demokrasi. Kian seksinya isu Pilkada tahun ini, sampaisampai sahwat politik para kandidat menempel di pohonpohon kota.
ITULAH sekelumit kupasan Dialog Forum Editor yang diadakan di Basko Hotel, kemarin( 28 / 5) siang. Dialog bertema” Berebut kursi wali kota” itu dihadiri oleh tokoh masyarakat dari berbagai kalangan. Sebut saja KPU Kota Padang, Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia( PBHI)
Padang, LKAAM Kota Padang, bundo kanduang Sumbar, wartawan senior hingga perwakilan pedagang Pasar Raya. Dari kalangan mahasiswa, hadir Badko Himpunan Mahasiswa Islam( HMI) Sumbar. Pun, mendatangkan para Balon wali kota. Sebut saja, Yusman Kasim, Wahyu Iramana Putra, Desri Ayunda, Andre Rosiade, Ferianto Gani, Asnawi Bahar dan James Hellyward. Dipandu Khairul Jasmi sebagai host.
Dalam dialog yang akan ditayangkan Minggu pukul 19.30 WIB di Padang TV itu terungkap, ada ancaman pengangguran dan tingginya angka kemiskinan yang membayang-bayangi Kota Padang. Memiriskan lagi, Padang tidak tergolong kedalam 50 kota dan kabupaten terkaya di Indonesia. Anehnya, masih banyak para tokoh yang ingin maju untuk memperebutkan kursi nomor 1. Bahkan, Ketua KPU Kota Padang Alison menilai, Kota Padang punya kemungkinan masuk rekor Muri sebagai Balon wali kota terbanyak.
Pertanyaannya, seperti apa kesiapan Balon mengendalikan ibu kota Sumbar ini ke depannya. Kekhawatiran inilah dilontarkan wartawan senior Zaili Asril. Menurutnya, calon kurang mempersiapkan diri dan tidak memiliki perspektif terhadap Kota Padang ke depannya.” Pusat perekonomian telah pindah, perputaran uang telah beralih. Padang terkenal dengan masakannya yang enak, tetapi tidak ada satu pun restoran yang masakan paling enak di dunia. Mestinya Padang punya. Belum lagi 54 perguruan tinggi dengan mahasiswa sekitar 70 ribu orang, mestinya Padang menjadi tujuan pendidikan. Tetapi itu semua tidak terlihat. Seakan tidak ada masalah. Saya khawatir, calon kurang mempersiapkan diri untuk perspektif Kota Padang,” ujar Zaili Asril yang juga dikenal sebagai’ Cucu Magek Dirih” itu.
Senada dengan itu, pengamat politik dari Unand, Asrinaldi mengatakan, sejauh ini yang tergambar oleh masyarakat hanyalah tayangan tampang dan belum memperlihatkan aktualisasi yang jelas. Asrinaldi juga mempertanyakan motivasi yang diusung para balon. Akankah masyarakat, atau kepentingan lain.” Patut diberi apresiasi karena banyak yang berpartisipasi. Tapi apa motivasinya, hanya para balon yang tau. Kita berharap, balon dapat meluruskan niat dan kalau tidak terlalu memahami apa masalah Padang, kita usulkan tidak usah maju,” harapnya.
Dari sisi komunikasi, Yunita sebagai pengamat komunikasi politik melihat, belum ada komitmen balon untuk menerapkan politik berbasis rakyat. Kesejahteraan, perekonomian dan langkah konkret memajukan pendidikan. Baginya, baliho para balon hanya janji tanpa ada kejelasan program nyata.” Sentuhan emosi memang penting, sesekali masyarakat dipeluk dalam tanda kutip. Tetapi jangan hanya pas kampanye. Tidak penting apakah dia asli Padang atau tidak, tetapi harus jelas latar belakang, ketokohan dan track record selama ini,” papar Yunita.
Bagi ketua LKAAM Padang Baharuddin Dt Rangkayo Basa sendiri, banyaknya balon merupakan efek dari terbukanya demokrasi dan merupakan sebuah keadaan yang dapat dinikmati. Hendaknya di antara sekian balon yang ada, ada yang yakin dan mampu untuk bermusyawarah. Kata kuncinya, kepentingan masyarakat yang lebih penting. Dia berharap, budaya Padang yang tidak Minang lagi dapat dipulihkan oleh balon yang akan menduduki posisi nomor satu tersebut.
Dialog yang berlangsung sekitar dua jam itu juga menyuguhkan komentar, kesiapan, komitmen dan visi para balon yang hadir. Paparan para balon pun beragam. Mulai dari sentuhan aspek ekonomi, sosial budaya dan pariwisata, serta bidang-bidang pendidikan yang perlu untuk di kedepankan. Sederhananya, setiap balon komit, jika tidak terpilih, siap untuk menyumbangkan visi misinya untuk balon terpilih dan akan selalu ada untuk pembangunan Kota Padang ke depannya.( cr1)
Organisasi yang tak ditopang dengan pendanaan yang memadai dikhawatirkan berjalan stagnan dan program kerja tidak bisa berjalan baik. Demikian juga dengan Ikatan keluarga Alumni( IKA) Unand yang sudah memiliki puluhan ribu alumni tersebar di penjuru nusantara bahkan berbagai negara dengan beragam pekerjaan. Potensi yang ada tersebut akan disinergikan untuk memajukan alumni dan menjaga nama baik almamater.
DEMIKIAN benang merah yang dapat ditarik dalam Rakernas I, IKA Unand periode 2012 – 2016 di Balairung Hotel lantai 12, Jakarta. Kegiatan yang dihadiri pengurus DPP, pengurus wilayah dan pengurus komisariat fakultas tersebut berlangsung selama dua hari, Sabtu – Minggu( 24 s / d 25 Mei). Selain Rakernas, pertemuan tahunan itu diawali dengan seminar nasional tentang Kepemiluan dan
Catatan pada Ajang Rakernas Ikatan Keluarga Alumni Unand di Jakarta Organisasi Ditopang Dana Abadi Satu Miliar Rupiah
ditutup jalan sehat bersih bersih Jakarta.
Dalam Rakernas yang diisi pemaparan program kerja bidang dan komisariat tersebut, terungkap bahwa pendanaan dan kegiatan ekonomi organisasi sangat penting untuk menjamin keberlangsungan organisasi. Jika pendanaan sudah aman dan terkelola dengan baik maka siapapun yang melanjutkan estafet kepengurusan berikutnya tetap bisa menjalankan roda organisasi tersebut.
” IKA Unand adalah paguyuban, tetapi secara bertahap kita harus menata mekanisme kerja, dan system organisasnya sehingga ada jaminan IKA Unand tak sekadar ajang kumpul kumpul. Tetapi memberikan kontribusi bagi seluruh alumni dan mampu memberikan sumbangsih bagi almamater bangsa dan negara,” ujar Ketua DPP IKA Unand Fasli Jalal.
Pada kesempatan tersebut Bendahara Umum IKA Unand Suryadi Asmi memaparkan dan memperkuat teknis pembiayaan organisasi yang sebelumnya sudah dibahas pada pra raker oleh pengurus DPP. Mulai tahun 2013 IKA Unand ditopang oleh
dana abadi sebesar satu miliar rupiah yang bersumber dari potensi alumni.
” Alhamdulillah rencana kita punya dana abadi tak sekadar wacana dan angan angan. Sudah lebih dari separoh yang terkumpul. Kita optimistis dana tersebut akan cukup menjelang akhir 2013. Sistem penggunaan dana abadi kita siapkan sedemikian rupa, sehingga para alumni yang ingin masuk dan berpartisipasi bisa mengontrol dan terlibat secara transparan,” ujar Suryadi yang juga Dirut bank Nagari.
Dana abadi satu miliar tak bisa digunakan untuk operasional harian pengurus dan sekretariat di Jalan Mangunsarkoro Padang. Sebab, pengurus juga menyiapkan konsep pendanaan penunjang yang bersumber dari alumni lainnya dengan menjadi donator tetap / bebas. Pada tahap lanjutnya, jika IKA Unand sudah memberikan kontribusi positif pada almamater, akan dilanjutkan dengan program penjaringan langsung alumni ke kampus pada saat wisuda.
” Saat ini kita belum memberatkan alumni yang baru wisuda. Justru kita harus memberikan jalan, informasi dan kesempatan pada mereka untuk bekerja atau membuka usaha. Ini kita fasilitasi secara berlapis termasuk melalui akses web alumni di www. alumniunand. com,” terangnya.
Seminar dan Jalan Sehat
Sementara itu seminar Pemilu badunsanak yang difasilitasi pengurus Ika Unand Jabodetabek yang diketuai anggota DPR RI Taslim Chaniago, menampilkan sejumlah nara sumber. Direktur Jenderal Otonomi Daerah( Dirjen Otda) Kemendagri, Prof Djohermansjah Djohan menyorot peraturan perundang-undangan Pemilu yang saat ini digunakan, justru tak sinergi dengan Pancasila dan UUD 45.
” Pengaturan undang-undang tentang Pemilu sudah melenceng dari amanat konstitusi yakni Sila keempat dari Pancasila yakni’ Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan’. Artinya harus mengutamakan musyawarah mufakat,” kata Djohermansjah Djohan.
Selain dinilai melenceng jauh dari konstitusi, menurut Dirjen Otda, penyelenggaraan Pemilu bahkan melebehi demokrasi di Amerika Serikat( AS). Karena itu, Kementerian Dalam Negeri mendorong munculnya fenomena asimetris demokrasi.” Yang bisa Pilkada langsung, silakan langsung, yang tidak juga tidak apa-apa. Pilkada di Sumbar dan Jakarta sudah bagus. Itu bisa kita jadikan contoh,” ungkap Djohermansjah.
Terakhir, Dirjen Otda juga menyatakan apresiasi terhadap adanya elemen budaya Minang yang diyakini bisa meredam konflik Pilkada.” Ini bagus dan kita angkatlah ke panggung nasional. Kita buatkan elemen budaya ini hingga bisa diterima oleh suku lain,” harapnya.
Ketua Komisi Pemilihan Umum( KPU) Husni Kamil Manik menilai Pemilihan Umum Kepala Daerah( Pilkada) serentak untuk pertama kalinya dilangsungkan di Provinsi Sumatera Barat di saat pejabat sementara Gubernur Dunidja, sebagai pilkada percontohan.
” Dalam catatan KPU, setelah pilkada tunggal di Kabupaten Kutai Kartanegara, Sumbar melaksanakan pilkada serentak untuk 13 kepala daerah tingkat II dan tingkat I pada tanggal 27 Juni 2005 tanpa konflik,”.
Narasumber lainnya, politisi Partai Keadilan Sejahtera( PKS),
Indra yang juga urang awak, mengatakan daerah yang sumber daya alamnya( SDA) banyak dan tingkat pendidikan rendah, berpotensi konflik dalam pilkada.
Usai melaksanakan seminar dan Rakernas, keesokan harinya sekitar 500 anggota keluarga besar Ikatan Alumni Universitas Andalas menggelar aksi bersihbersih di sepanjang jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu( 26 / 5). Dipimpin langsung Ketua Umum DPP IKA Unand, Fasli Jalal, 500 alumni Unand memulai aksinya di depan pintu barat Silang Monas Jakarta menuju Bundaran HI.( sukri umar)