Padang Ekspres | Page 5

RABU • 29 MEI 2013

INTERNASIONAL

5

Korsel Hentikan Operasi Dua Reaktor Nuklir

Seol, Padek— Korea Selatan menunda pengoperasian lagi dua reaktor nuklir mereka setelah menemukan adanya penggunaan sejumlah perangkat yang belum diotorisasi lembaga berwenang di negara itu.
Komisi Keselamatan dan Kemanan Nuklir juga menunda dimulainya operasi dua reaktor lainnya namun mereka mengatakan tidak ada ancaman terhadap keselamatan publik.
Dua reaktor sebelumnya telah ditunda pengoperasiannya pada akhir tahun 2012 lalu ditengah skandal penggunaan perangkat yang sertifikasi keamanannnya dipalsukan.
Korea Selatan mempunyai 23 reaktor nuklir yang berfungsi untuk menyuplai sepertiga kebutuhan listrik negara itu.
Sejumlah media lokal mengatakan penundaan operasi dua reaktor nuklir yang terakhir ini memunculkan pertanyaan terhadap ketersediaan energi listrik negara itu pada musim panas nanti.
Komisi Keselamatan dan
Dua reaktor sebelumnya telah ditunda pengoperasiannya pada akhir tahun 2012 lalu ditengah skandal penggunaan perangkat yang sertifikasi keamanannnya dipalsukan.
Keamanan Nuklir Korea Selatan mengatakan dua reaktor yang operasinya mengalami penundaan adalah reaktor Shin Kori 2 dan Reaktor Shin Wolsong 1.
Bukan Komponen Utama
Reaktor Shin Kori 1 saat ini sedang mengalami perawatan sementara Reaktor Shin Wolsong 2, reaktor baru, juga tidak beroperasi hingga komponen yang ada saat ini diganti dengan yang baru dan memiliki sertifikasi keamanan.
Semua komponen yang digunakan oleh reaktor nuklir di Korea Selatan membutuhkan sertifikasi khusus untuk bisa digunakan.
Tahun lalu pemerintah Korea Selatan mengatakan sejumlah komponen pada dua reaktor di Yeongwang diketahui belum menjalani pemeriksaan yang benar.
Menteri Ekonomi Industri, Hong Suk-woo mengatakan komponen yang harus diganti ini bukanlah komponen utama seperti sekering, kipas pendingin dan saklar listrik- komponen yang juga biasa digunakan dalam industri laintetapi membutuhkan sertifikasi internasional untuk pemakaian pada pembangkit listrik tenaga nuklir.
Awal bulan ini, enam insinyur nuklir dan penyalur komponen dipenjara karena bertanggungjawab terhadap lolosnya komponen dengan sertifikasi palsu ke komplek reaktor Yeongwang.( BBC)
CMYK
PELUNCUR RUDAL: Kontrak penjualan rudal Rusia ke Suriah disebutkan telah diteken beberapa tahun lalu.

Rusia Kirim Sistem Rudal ke Syria

Moskow, Padek— Rusia mengatakan negara itu akan tetap mengirim sistem rudal antipesawat S-300 ke Syria dan senjata diharapkan akan mencegah intervensi asing.
Kepastian itu disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov di Moskow pada Selasa( 28 / 05).
" Kami berpikir pengiriman ini merupakan faktor penyeimbang dan langkah-langkah seperti ini dalam banyak hal akan mengekang pihakpihak yang mudah emosi agar tidak menjajaki berbagai skenario yang akan menjadikan konflik ke tingkat internasional dengan keterlibatan pasukan luar," kata Ryabkov.
Menurutnya, kontrak pengiriman sistem rudal S-300 ke Syria telah ditandatangani beberapa tahun lalu.
Sekelas rudal Patriot
Pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov disampaikan beberapa jam setelah Uni Eropa memutuskan untuk Klik mencabut embargo senjata ke oposisi Syria, meskipun senjata tidak boleh dikirim sebelum bulan Agustus.
Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan Inggris bisa mulai mempersenjatai pasukan pemberontak mulai sekarang, tetapi tidak mempunyai rencana aktif untuk melakukannya.
Ryabkov mengecam keputusan Uni Eropa dan mengatakan hal tersebut akan mengganggu peluang pelaksanaan konferensi perdamaian tentang Suriah bulan depan.
Wartawan BBC urusan diplomatik Jonathan Marcus mengatakan sistem rudal antipesawat S-300 adalah sistem rudal darat ke udara yang sangat canggih dan dianggap sekelas dengan rudal Patriot milik Amerika Serikat.( BBC)