Padang Ekspres | Page 14

14

PRO-SUMBAR

RABU • 29 MEI 2013

KABUPATEN DHARMASRAYA

Pemkab Belajar ke Mesuji dan Way Kanan

Dharmasraya, Padek— Banyak hal perlu dipelajari dari Kabupaten Mesuj, dalam melaksanakan pembangunan dan dalam penanganan konflik. Sebab pemerintah daerah didukung sepenuhnya oleh masyarakatnya. Hal itu dijelaskan Wakil Bupati Dharmasraya H. Syafruddin R usai kunjungan kerja ke Kabupaten Mesuji dan Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung baru-baru ini.
Menurut Syafruddin, saat ini Pemkab Mesuji sedang melaksanakan pembukaan infrastruktur jalan dari jalan lintas Sumatera menuju pusat kota sepanjang 487 km dengan lebar 16-20 m. Untuk pembangunan jalan tersebut masyarakat turut berpartisipasi dengan membebaskan tanahnya tanpa ada ganti rugi.“ Jika hal ini juga dapat diterapkan dan dipahami masyarakat kita maka pembangunan yang kita laksanakan akan berjalan dengan lancar dan cepat,” tutur wabup.
Lebih lanjut dikatakan wabup, kondisi wilayah serta potensi daerah yang dimiliki Kabupaten Mesuji dan Kabupaten Wey Kanan memiliki kemiripan dengan Kabupaten Dharmasraya. Konflik-konflik yang menyertai masyartakat dan pemerintahan juga tidak jauh berbeda dengan yang dihadapi oleh Kabupaten Dharmasraya.
” Masih jelas dalam ingatan kita, berbagai konflik yang melanda Kabupaten Mesuji, seperti aksi masyarakat membakar kantor bupati, aksi penyerobotan lahan perkebunan, dan lain sebagainya sebagaimana diekspose oleh berbagai media. Namun Kabupaten Mesuji segera bangkit dan melupakan konflik tersebut untuk membenahi pemerintahan,” ujar wabup.
Untuk dapat mewujudkan hal tersebut adalah dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat, instansi terkait, dan pihak investor untuk duduk bersama, melakukan pendekatan persuasif sehingga Kabupaten Mesuji dapat keluar dari keterpurukannya.
” Hal ini dapat kita jadikan pelajaran untuk mengatasi berbagai konflik dan permasalahan yang terjadi di daerah kita. Beruntung di daerah kita belum ada aksi anarkis seperti di Kabupaten Mesuji, mudah-mudahan hal seperti ini tidak terjadi dan masalah yang ada dapat kita selesaikan dengan segera tanpa ada yang dirugikan,” pungkas wabup.( ita)
TANDA MATA: Wakil Bupati Dharmasraya H. Syafruddin R memberikan cenderamata kepada Bupati Mesuji, H. Khamami.
JALAN DISTERILKAN: Para pebalap sedang menjajal salah satu rute pada iven Tour de Singkarak( TdS) tahun lalu. Etape empat di Kabupaten Dharmasraya jatuh pada 5 Juni mendatang, saat itu jalan yang dilalui pebalap disterilkan.

Jalan Disterilkan saat TdS

ZULFIA ANITA redaksi @ padangekspres. co. id
Dharmasraya, Padek— Menyambut Tour de Singkarak( TdS) yang tinggal menghitung hari, berbagai persiapan sudah dilakukan Kabupaten Dharmasraya. Selaku tuan rumah pada etape empat diharapkan pada pelaksanaan berlangsung aman sukses dan lancar. Hal tersebut disampaikan Kepala Sekretariat Tds St Taufik yang juga Kepala Bagian Ekbang kepada Padang Ekspres kemarin.
” Etape empat yang diadakan di Kabupaten Dharmasraya jatuh pada 5 Juni dan akan melewati empat kecamatan masing-masing Kecamatan Pulaupunjung, Sitiung, Tiumang dan Kecamatan Kotobaru dengan jarak tempuh sepanjang 88 kilometer. Dengan star Sijunjung lanjut ke Kabupaten Dharmasraya dengan rute masing-masing Pulaupunjung- Sitiung-Sungai Duo- Simpang Tiga Kotobaru atau Kantor Camat Koto Baru-Tarantang-Pasar Koto Baru-Jalan Lintas Sumatera menuju Gunung Medan- Pulau Punjung-SimpangKampung Suaru-Jalan Baru SKB-Jalan Baru Rumah Dinas Bupati dan finish di Kantor Bupati Dharmasraya sekaligus penyerahan hadiah juara etape empat,” urai St Taufik.
Kepada mayarakat Dharmasraya khususnya atau yang melewati jalan yang akan ditempuh peserta TdS tersebut akan dimulai disterilkan pukul 11.30 WIB hingga 14.30 WIB. Artinya saat pelaksanaan iven atau balapan maka tidak satupun jalan yang digunakan atau dilalui atau diseberangi dalam artian benar-benar steril dari apapun.“ Untuk diharapkan kepada pengguna jalan agar tidak melewati rute-rute tersebut dan mencari atau segera melewati jalur alternatif. Hal itu dimaksudkan agar pelaksanaan TdS tidak terganggu,” ujarnya. Di samping itu juga diimbau kepada kepala instansi vertikal, TNI dan Polri, kepala SKPD, camat dan wali nagari serta pimpinan perguruan tinggi dan lainnya agar dapat membuat atau memasang marawa dan spanduk dengan thema TdS. Saat penyelenggaraan TdS tersebut atau tanggal 5 Juni tersebut seluruh pegawai dan mahasiswa ikut serta memeriahkan kegiatan tersebut dengan mengambil bagian di kiri dan kanan jalur atau rute yang dilalui pebalap minimal 1,5 meter dari pinggir jalan.
” Kepada camat dan wali nagari diminta diinstruksikan kepada seluruh masyarakat di wilayah masing-masing agar tidak melakukan aktifitas yang menggunakan jalan yang dilalui iven tersebut seperti untuk baralek atau pesta atau kegiatan massa lainnya. Termasuk mengamankan seluruh ternak seperti sapi, ayam, kerbau, anjing, itik dan lainnya yang merupakan milik masyarakat agar diikat atau dikurung sehingga tidak lepas dan diposisikan jauh dari rute yang dilewati. Yang tidak kalah pentingnya adalah kepada pengelola rumah makan diharapkan juga memasang spanduk, membersihkan lingkungan rumah makan, toilet dan kamar mandi, meningkatkan kebersihan petugas pelayanan serta memberikan pelayanan sebaik-baiknya dengan penuh keramahtamahan,” harap St Taufik.
Dijelaskannya, TdS merupakan salah satu iven olah raga bersepeda yang berbasis pariwisata, tahun 2013 merupakan tahun ke lima penyelenggaraan. Secara keseluruhan TdS 2013 akan dibagi dalam tujuh etape masing etape 1 Bukittinggi-Bonjol, etape dua Padang Batusangkar, etape tiga Payakumbuh-Singkarak, etape empat Sijunjung-Dharmasraya, etape lima Sawahlunto-Muara Labuh, etape enam Pariaman-Painan dan etape tujuh Padang Curcuit.
Kapolres Dharmasraya AKBP Chairul Aziz menyebutkan, untuk pengamanan TdS tersebut, ratusan personel dikerahkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga pelaksanaan Tds sukses tanpa ada gangguan.“ Kita menerjunkan sebanyak 475 personel yang terdiri dari 250 orang berasal dari Polri, 20 orang dari TNI, 25 orang Dishub, 60 orang Pol PP, 30 orang dari pramukan Saka Bhayangkara, PKS 60 orang dan lainnya. Kita akan mengamankan sebanyak 144 titik,” urai Chairul.(*)

KOTA SOLOK

Jalan Lingkar Ditarget Rampung Tahun Ini

Solok, Padek— Mega proyek pembangunan jalan lingkar utara Kota Solok yang membelah sebagian besar kawasan Ampang Kualo, Kecamatan Tanjung Harapan, ditargetkan segera rampung tahun ini( 2013), dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan mobilisasi oleh masyarakat. Suntikan dana APBN dan APBD Provinsi sangat dibutuhkan, mengingat proyek tersebut termasuk program cukup mendesak demi kepentingan umum.
Tak ayal untuk mengejar capaian target, memaksa Pemko Solok di tahun 2013 harus kembali mengucurkan anggaran pendamping bersumber dari APBD Kota Solok, sebesar Rp4 milliar. Dengan mekanisme melalui proses pelelangan umum( tender), selain proyek fisik lainnya juga suatu keharusan untuk segera dientaskan.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Solok, Ir. Jetson, kemarin menuturkan, pengalokasian dana APBD Kota Solok senilai Rp4 miliar untuk proyek jalan lingkar utara merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang dirancang sesuai rencana Master Plan kota. Dimana di tahun lalu alokasi dana cukup besar juga telah digulirkan untuk proyek pembukaan jalan baru tersebut, hingga di penghujung tahun 2012 lalu akses jalan sudah dapat dilewati kendaran. Meski sesungguhnya kondisi ruas jalan masih jalan tanah, terkadang merepotkan pengendara saat melintas.
” Sebenarnya untuk sekadar akses tansprortasi, kondisi jalan tersebut sudah dapat dipergunakan masyarakat dengan sepeda motor maupun roda empat. Namun bila hujan turun, tentu merepotkan, berlumpur,” ujar Jetson.
Dijelaskan mantan Kepala Dinas PU Kota Solok ini, jalan linkar utara sengaja dibangun yang nantinya ditargetkan sebagai Jalan Bypass menghubungkan daerah Saoklaweh Bandar Pandung Kabupaten Solok dengan panjang sekitar 9 kilometer. Kebetulan kondisi saat ini dari Bandar Pandung menuju Simpang Dama sepanjang 6 kilometer sudah mulai terbuka, tinggal lagi sekitar 3 kilometer di kawasan Saoklaweh. Jika upaya pembebasan tanah di beberapa titik bersama si pemilik lahan warga Saoklaweh tuntas, proyek pun segera dilanjutkan.
Untuk jalan lingkar utara, Pemko Solok menargetkan penyelesaian proyek tersebut dapat tuntas 2013, ruas jalan yang telah terbuka segera dipasangkan aspal hotmik, sisi kiri-kanan bahu jalan diberi riol beton. Untuk pelaksanaannya, diawali proses pelelangan( tender) dipercayai pada Dinas Pekerjaan Umum( PU) setempat. Karena termasuk proyek besar, suntikan dana APBN dan APBD provinsi sangat dibutuhkan, sebagaimana sesuai proposal diajukan Rp6 miliar.
“ Untuk dana dasar, kita punya kemampuan Rp4 miliar, selanjutnya perlu dukungan pemerintah pusat dan provinsi. Mudah-mudahan kembali dapat direalisasikan,” pungkas Jetson.( t)
TERUS BERBENAH: RSUD Solok yang megah. Setelah berhasil meningkatkan statusnya dari kelas C menjadi B RSUD ini terus melengkapi fasilitas seperti taman bacaan dan sarana hiburan anak.

RSUD Punya Taman Bacaan

YULICEF ANTHONY redaksi @ padangekspres. co. id
Solok, Padek— Rasanya tidaklah berlebihan bila pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah( RSUD) Solok dikatakan selangkah lebih maju dalam memberikan kepuasan masyarakat, setelah sebelumnya fasilitas publik milik Pemprov Sumbar yang terdapat di pusat Kota Solok itu berhasil meningkatkan statusnya dari kelas C menjadi B. Betapa tidak, selain merealisasikan komitmen dalam pelayanan pengobatan dan tindakan medik, kini RSUD Solok juga berfungsi sebagai sebuah layanan ekstra berbasis pengetahuan dan intelektualitas.
Hal ini ditandai dengan dikukuhkannya terobosan terbaru taman bacaan masyarakat alias taman bacaan ruang publik di lingkungan RSUD Solok dengan menghadirkan 1.000 unit buku bacaan dengan berbagai judul. Bantuan dari Kemendikbud melaui Dirjen PAUD wujud kerja sama antara Tim Penggerak PKK( TP-PKK) kota Solok, Dinas Pendidikan Kebudayaan, RSUD Solok, plus Pemprov Sumbar.
Terobosan terbilang spesifik tersebut pemakaiannya dikukuhkan secara resmi oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, disaksikan Ketua DPRD Sumbar Yul Theknil, anggota Komisi IV DPRD Sumbar, Wali Kota Solok Irzal Ilyas, Direktur RSUD Solok dr. Yusneli, Unsur Muspida, Ketua TP-PKK Darlinda Irzal Ilyas, Pimpinan SKPD, serta seluruh aparatur dilingkungan RSUD Solok, Kamis lalu. Diawali dengan prosesi pengguntingan pita, penyerahan secara simbolis bukubuku bacaan dan rak dorong.
“ Meski sebuah layanan ekstra, namun kita punya target lebih dibalik semua ini barbasis sosial dan peningkatan pengetahuan. Setidaknya, dengan difungsikannya Taman Bacaan Ruang Publik, pengunjung maupun pasien RSUD Solok tidak lagi merasa jenuh selama menjalani masa inap,” ungkap Hj. Darlinda Irzal Ilyas, Ketua TP-PKK sekaligus Bunda PAUD Kota Solok, didampingi Kabid PLS Dinas Pendidikan Kota Solok, Doris Weli kemarin( 28 / 5).
Dijelaskan Darlinda, untuk lebih maksimalnya realisasi program, pengelolaan taman bacaan RSUD Solok telah dikerjasamakan dengan Dinas Pendidikan Kota Solok, dimana setiap harinya difungsikan dua petugas dibawah koordinasi Dinas Pendidikan setempat, dan dibantu petugas pustaka rumah sakit. Jadwal pendistribusian buku dimulai pagi hari menggunakan rak dorong dengan sistem mendatangi langsung seluruh ruangan inap, dan pengembaliannya dijemput langsung sore harinya. Setiap warga RSUD Solok yang ingin meminjam buku dibuatkan kartu anggota pustaka, dan buku hanya boleh dibaca di lingkungan rumah sakit.
” Alhamdulilah, semenjak layanan ini difungsikan, masyarakat terlihat cukup antusias. Sembari menemani keluarga yang sakit, menunggu proses layanan, warga mengisi waktunya dengan membaca. Termasuk pasien, juga tak mau kalah untuk menikmati layanan ini,” kata Doris Weli.
Selain menyajikan layanan ekstra terbarunya( Taman Bacaan Ruang Publik), sebelumnya RSUD Solok juga telah membuat arena bermain anak-anak di lingkungan rumah sakit, dilengkapi dengan media pendukung serta media-media hiburan. Dimana para pengunjung yang membawa anak-anak bisa menitipkan dan menghibur anak-anaknya di sana, tanpa harus membawa mereka ke ruangan inap keluarganya yang sakit. Layanan ini hadir buah kerja sama antara Bunda PAUD Kota Solok, TP-PKK, dan RSUD Solok, didukung Dinas Pendidikan setempat melalui Bidang Pendidikan Luar Sekolah( PLS).
” Kita telah berupaya bagaimana mendukung dan merealisasikan layanan-layanan ekstra di RSUD Solok, sehingga berkunjung ke rumah sakit tidak lagi akan menjadi momentum yang menjemukan. Setidaknya dari realitanya selama ini, menunggu itu suatu hal yang membosankan, menjenuhkan,” imbuh Darlinda.
Diharapkan dengan hadirnya layanan-layanan ekstra di RSUD Solok, dapat sedikit membawa azas manfaat bagi masyarakat Solok dan membawa pengaruh dalam peningkatan wawasan dan cakrawala.
Sementara, Direktur RSUD Solok, dr. Yusneli menyatakan apresiasinya terhadap Bunda PAUD, TP-PKK, Dinas Pendidikan Kota Solok yang selama ini telah berperan aktif guna menciptakan layanan institusinya bagi masyarakat luas. Sebagaimana halnya Taman Bacaan Ruang Publik dilingkungan RSUD, dapat tercipta berkat adanya kerja sama. Kedepan, pihaknya akan terus menjalin kerja sama dengan Bunda PAUD, TP-PKK, dan Dinas Pendidikan Kota Solok.
” Sebetulnya kami juga sudah lama ingin merealisasikan layanan ekstra seperti ini, Alhamdulillah niat itu akhirnya dapat terealisasi berkat adanya kerja sama,” pungkasnya.(*)