45
Alam adalah bunga yang tak kau hendaki tumbuh
Engkau lebih suka membangun rumah dan merampas tanah
Apakah ini bentuk peduli ?
Lestarikan alam serunya
Ah itu hanya celoteh belaka
Manusia kian lihai berdusta,
Lengkap dengan topeng-topeng baja
Hati bersembunyi entah dimana
Haha .. Mungkin takut pada tuannya
Sadarkah engkau ?
Panas yang engkau keluhkan
Musim yang tak tentu arah
Pohon yang mulai tumbang
Bencana yang datang silih berganti
Kekeringan di satu sisi
Kebanjiran di lain tempat
Tidak kah kau sadar ?
Angin sudah mulai menghela nafas membawa cuaca buruk
Bumipun mulai malas menanggung keserakahan hawa nafsu
Bangun wahai manusia !!
Alam mu mulai menggertak
Jangan menunggunya marah
Jangan tunggu ia bergoncang
Jangan hanya menyeru !
Mari bersama bertindak
Karena Hidup bukan hanya milik kita
Generasi kita pun berhak menikmatinya
Mari menjadi penggerak !
Biarkan alam yang menilai
Mari bersama berusaha
Karena alam akan tahu bagaimana ia
diperlakukan
Aku yang merusak
Kami yang menyadari
Kita yang Bertindak
MSP MAGAZINE
| E D I S I 1