MSP MAGAZINE Revisi MSP MAGAZIEN Edisi 1 | Página 48

46 Surga yang Ternodai Oleh : Kurais Fikran R umahku, dulu bagaikan surga di bawah laut yang masih indah, sekarang kini kamu ternodai, oleh ulah tangan tangan kotor para manusia. Bagaimana perasaan anda ke ka melihat rumah anda kotor, berantakan,penuh dengan sampah yang berserakan? Tentu anda akan merasa jijik dan ingin menjauh dari situ kan? Iya begitu sekarang sebagian besar kondisi perairan yang ada di Indonesia bahkan di dunia, kotor akibat pencemaran laut dari sampah plas c dan berbagai macam sampah lainnya. Study yang dilakukan pada tahun 2015 oleh Jenn Jambeck (professor teknik lingkungan dari Universitas of Georgia, AS) merperkirakan 4,8 hingga 12,7 juta ton plas k memasuki lautan, ini ar nya perairan Indonesia mendapat predikat sebagai sumber pencemaran plas k terbesar di dunia Jenna Jambeck juga menyatakan bahwa indonesia menempa peringkat ke-2 dalam hal pembuangan sampah plas k ke laut dengan jumlah 187,2 juta ton, dengan sumber sampah yang berasal di daratan. Sekitar 80% sampah yang berasal dari daratan itu dibuang ke laut dari saya merasa priha n karena hal ini betapa banyaknya sampah yang ada di laut mungkin kalau digabung dan di jadikan daratan sampah maka akan tecipta satu benua baru yang sama besarnya dengan benua Afrika. E D I S I 1 | MSP MAGAZINE Banyak kasus – kasus biota laut yang ma karena sampah salah satu isu kasus yang baru terjadi saat ini yaitu kema an paus sperma di wakatobi yang diakibatkan memakan sampah, begitu menurut analisis LIPI. Ada juga lumba lumba hidung botol yang ma karena lemas dan kelaparan akibat botol minuman yang tersangkut di mulutnya dan masih banyak yang lagi kasus kema an biota laut akibat sampah. Menteri Kelautan Dan perikanan mengatakan bahwa lama kelamaan pada tahun 2030 bukan Ikan yang akan melimpah melainkan SAMPAH. Selain kasus biota laut yang terjadi ada kasus tercemarnya garam terhadap mikroplas k, peneli an terpisah yang dilakukan oleh peneli Universitas Hasanuddin, dan pusat Oceanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, menurut Reza peneli asal LIPI ini mengungkapkan 10-20 par kel mikroplas k per kilogram garam ditemukannya di beberapa tambak garam daerah pantai utara Jawa, yaitu Kudus, Pa , Demak dan Rembang. Sementara itu peneli UNHAS yang dilakukan di tambak garam Jeneponto sebanyak 11 dari 16 sampel yang diteli mengandung 31 par kel mikroplas k dengan ngkat, kontaminasi sebesar 68, 75 persen. Dari sini kita bisa lihat dan perlu berha -ha terhadap konsumsi garam, karena apabila masuk ke tubuh manusia maka akan berdampak buruk bagi kesehatan.