Artikel Data Mangrove
sedikit atau rendah (Nybakken, 1993).
Tingkat keanekaragaman vegetasi mangrove pada Stasiun Utara (Gambar 1.), yaitu
pada substasiun I senilai 0.69 menunjukkan keanekaragaman spesies yang sedikit atau
rendah, substasiun II senilai 0.67 menunjukkan keanekaragaman spesies yang sedikit atau
rendah, dan pada substasiun III senilai 0 menunjukkan keanekaragaman spesies yang sedikit
atau rendah. Tingkat keanekaragaman vegetasi mangrove pada Stasiun Selatan (Gambar 2.),
yaitu pada substasiun I senilai 0.69 menunjukkan keanekaragaman spesies yang sedikit atau
rendah, pada substasiun II senilai 0 menunjukkan keanekaragaman spesies yang sedikit atau
rendah, dan pada substasiun III senilai 0 menunjukkan keanekaragaman spesies yang sedikit
atau rendah (Nybakken, 1993). Berdasarkan hasil analisa, tingkat keanekaragaman ini
diakibatkan oleh faktor alam. Sirkulasi pasang-surut dan intrusi sedimen dari darat diduga kuat
menjadi penyebab rendahnya tingkat keanekaragaman ini.
Substrat di area mangrove merupakan jenis substrat lempung liat berdebu. dikarenakan
banyaknya material sedimen yang terbawa oleh aliran air pada saat pasang dan lambatnya
proses air laut keluar pada saat surut sehingga material sedimen tersebut mengendap di sekitar
lokasi tambak. Faktor lain disebabkan karena banyaknya aktivitas manusia dan hewan di
sekitar pematang yang menyebabkan sedimen yang berada di pematang jatuh dan masuk
kedalam areal tambak. Karena jenis substrat didominasi oleh jenis lempung liat berdebu maka
tak heran jika kebanyakan jenis mangrove yang di dapatkan di dusun kuri caddi berasal dari
jenis Avicennia spp. didukung dari pernyataan Barkey (1990) bahwa, mangrove untuk jenis
Avicennia spp umumnya berkembang pada tanah bertekstur halus.
Wilayah Kuri Caddi terdapat lahan tambak yang sudah tidak produktif lagi sejak tahun
1990-an yang saat ini tengah direhabilitasi untuk dijadikan sebagai daerah wisata dan situs
belajar mangrove bagi pelajar dan masyarakat.
E D I S I 2
MSP MAGAZINE 23