MSP MAGAZINE MSP MAGAZINE EDISI 2 | Seite 24

Artikel Data Mangrove erdapat pada substasiun II dan III. Nilai Penting yang tinggi menggambarkan bahwa jenis ini mampu bersaing dengan lingkungannya dan disebut jenis dominan. Sebaliknya, rendahnya Nilai Penting pada jenis tertentu mengindikasikan bahwa jenis tersebut kurang mampu bersaing dengan lingkungan yang ada di sekitarnya serta dengan jenis lainnya. Rendahnya ketahanan terhadap gejala alam serta besarnya eksploitasi mengakibatkan jenis- jenis tersebut berkurang dari tahun ke tahun (Warongan, 2009). Untuk Stasiun Utara (Gambar 1.), berdasarkan kriteria kerusakan mangrove Kementerian Lingkungan Hidup, dapat diketahui bahwa pada substasiun I memiliki tingkat penutupan sebesar 12% tergolong rusak, untuk spesies Avicennia alba dengan kerapatan individu sebesar 0.05 ind/m 2 atau 500 ind/ha tergolong jarang sedangkan spesies Avicennia marina dengan kerapatan individu sebesar 0.04 ind/m 2 atau 400 ind/ha tergolong jarang. Pada substasiun II memiliki tingkat penutupan sebesar 18% tergolong rusak, untuk spesies Sonneratia alba dengan kerapatan individu sebesar 0.03 ind/m 2 atau 300 ind/ha tergolong jarang sedangkan spesies Avicennia officinalis dengan kerapatan individu sebesar 0.02 ind/m 2 atau 200 ind/ha tergolong jarang. Selanjutnya untuk substasiun III memiliki tingkat penutupan 22 MSP MAGAZINE E D I S I 2