Artikel Data Mangrove
erdapat pada substasiun II dan III. Nilai Penting
yang tinggi menggambarkan bahwa jenis ini
mampu bersaing dengan lingkungannya dan
disebut jenis dominan. Sebaliknya, rendahnya
Nilai Penting pada jenis tertentu
mengindikasikan bahwa jenis tersebut kurang
mampu bersaing dengan lingkungan yang ada di
sekitarnya serta dengan jenis lainnya.
Rendahnya ketahanan terhadap gejala alam
serta besarnya eksploitasi mengakibatkan jenis-
jenis tersebut berkurang dari tahun ke tahun
(Warongan, 2009).
Untuk Stasiun Utara (Gambar 1.),
berdasarkan kriteria kerusakan mangrove
Kementerian Lingkungan Hidup, dapat diketahui
bahwa pada substasiun I memiliki tingkat
penutupan sebesar 12% tergolong rusak, untuk
spesies Avicennia alba dengan kerapatan
individu sebesar 0.05 ind/m 2 atau 500 ind/ha
tergolong jarang sedangkan spesies Avicennia
marina dengan kerapatan individu sebesar 0.04
ind/m 2 atau 400 ind/ha tergolong jarang. Pada
substasiun II memiliki tingkat penutupan sebesar
18% tergolong rusak, untuk spesies Sonneratia
alba dengan kerapatan individu sebesar 0.03
ind/m 2 atau 300 ind/ha tergolong jarang
sedangkan spesies Avicennia oļ¬cinalis dengan
kerapatan individu sebesar 0.02 ind/m 2 atau 200
ind/ha tergolong jarang. Selanjutnya untuk
substasiun III memiliki tingkat penutupan
22 MSP MAGAZINE
E D I S I 2