MSP MAGAZINE MSP MAGAZINE EDISI 2 | Page 23

Artikel Data Mangrove Substasiun II 20 gastropoda dan 2 crustacea dan Substasiun III 18 gastropoda dan 1 crustacea. Sedangkan pada Stasiun Utara terdapat 104 ekor gastropoda dan 2 ekor crustacea dengan rincian Substasiun I 68 gastropoda dan 2 crustacea, Substasiun II 13 gastropoda dan Substasiun III 23 gastropoda. Secara visual, kondisi vegetasi mangrove di pesisir Kuri Caddi memperlihatkan kondisi relatif baik. Adapun seluruh data variabel yang diperoleh terkait vegetasi mangrove dihitung secara kuantitatif untuk mendapatkan nilai dari kerapatan relatif, penutupan relatif, indeks nilai penting dan indeks keanekaragaman setiap lokasi menggunakan baku mutu kerusakan mangrove Kementrian Lingkungan Hidup. Hasil perhitungan tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif. Berikut adalah hasil perhitungan mangrove pada stasiun utara dan selatan. Substasiun 1 2 3 STASIUN UTARA Ind (ni) Ci Spesies Avicennia alba Avicennia marina Sonneratia alba Avicennia officinalis Sonneratia alba 5 4 12.95 3 2 18.20 4 5.56 Di INP 0.05 0.04 0.03 0.02 0.04 68.52 64.81 70 63.33 100 H’ 0.69 0.67 0 Gambar 1. Hasil pendataan dan perhitungan mangrove di stasiun utara STASIUN SELATAN Substasiun 1 2 3 Spesies Avicennia alba Avicennia marina Bruguiera cylindrica Avicennia marina Ind (ni) Ci 1 1 2.38 4 5 8.49 10.28 Di INP 0.01 0.01 0.04 0.05 66.67 66.67 100 100 H’ 0.69 0 0 Gambar 2. Hasil pendataan dan perhitungan mangrove di stasiunselatan Indeks nilai penting digunakan untuk memberi gambaran mengenai pengaruh atau dominansi suatu jenis mangrove dalam ekosistem tersebut. Indeks nilai penting memiliki kisaran antara 0-300 (Fachrul, 2007). Oleh karena mangrove yang amati dan diukur dalam penelitian ini hanya mangrove tingkat pohon, maka indeks nilai penting yang dihitung merupakan jumlah kerapatan relatif spesies (RDi) dan penutupan relatif spesies (Rci). Indeks Nilai Penting (lNP) atau Impontant Value Index yang digunakan untuk menetapkan dominansi suatu jenis terhadap jenis lainnya. Apabila INP suatu jenis vegetasi bernilai tinggi, maka jenis itu sangat mempengaruhi kestabilan ekosistem tersebut (Fachrul, 2007). Dari hasil pengambilan data, diperoleh bahwa kisaran nilai INP pada Stasiun Utara adalah 63.33 – 100 dan jenis yang memiliki INP tertinggi yaitu Sonneratia alba dengan nilai INP 100 yang terdapat di substasiun III, sedangkan jenis yang memiliki INP terendah adalah Avicennia offocinalis dengan nilai INP 63,33 yang terdapat di subtasiun II. Pada Stasiun Selatan, kisaran nilai INP adalah 66.67 – 100 dan jenis yang memiliki INP terendah yaitu Avicennia alba dan Avicennia marina dengan nilai INP 66.67 yang terdapat di substasiun I, sedangkan jenis yang memiliki nilai INP tertinggi yaitu Bruguiera cylindrica dan Avicennia marina dengan nilai INP 100 yang masing-masing t E D I S I 2 MSP MAGAZINE 21