Artikel Data Mangrove
Lokasi ini juga merupakan lokasi yang
memiliki begitu banyak keanekaragaman jenis
mangrove yang tumbuh di sekitar lokasi
pematang tambak dan di pinggir garis pantai
sehingga mudah untuk melakukan rehabilitasi
mangrove secara alami di tempat ini. Di daerah
ini ditemukan 13 spesies mangrove yang
tumbuh baik di sekitar pematang tambak
maupun di sekitar garis pantai. Adapun spesies
mangrove tersebut antara lain : Aigieceras,
Avicennia marina, Avicennia alba, Avicennia
lanata, Avicennia oļ¬cinalis, Bruguiera
cylindrica, Ceriops tagal, Excoecaria agallocah, Lumnitzera racemosa, Rhizophora apiculata,
Rhizophora stylosa, Rhizophora mucronata dan Sonneratia alba (Iman, 2014).
Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa vegetasi mangrove di
dusun Kuri Caddi dikategorikan rusak dengan persentase penutupan 9.64% setelah dirata-
ratakan dari setiap substasiun, tingkat kerapatan jarang, didominasi vegetasi mangrove jenis
Avicennia spp. Perlu adanya penelitian lebih lanjut pada daerah tersebut agar didapatkan data
yang lebih akurat untuk kepentingan konservasi mangrove berhubung data yang didapatkan
hanya satu musim. Semoga kedepannya KMP MSP dapat melakukan berbagai kegiatan
pengabdian di wilayah ini sebagai bentuk kerjasama sekaligus media pembelajaran bagi segenap
warga KMP MSP khususnya dalam segi keprofesian yang tidak lepas dari ekosistem mangrove.
REFERENSI
Ashton, E.C. & D.J. Macintosh. 2002. Preliminary assessment of the plant diversity and community ecology
of the Sematan mangrove forest, Sarawak, Malaysia. Forest Ecology and Management 166: 111-
129.
Barkey, R. 1990. Mangrove Sulawesi Selatan (Struktur, Fungsi dan Laju Degradasi, Prosiding seminar
Keterpaduan Antara Konservasi dan Tata Guna Laha Basah di Sulawesi Selatan. LIPI-Pemda
Sulawesi Selatan
Fachrul, M.F. (2007). Metode Sampling Bioekologi. Bumi Aksara. Jakarta.
Iman, Akhzan Nur. 2014. Kesesuaian Lahan Untuk Perencanaan Rehabilitasi Mangrove dengan
Pendekatan Analisis Elevasi di Kuri Caddi, Kabupaten Maros (Skripsi). Universitas hasanuddin.
Makassar.
Kementerian Lingkungan Hidup, 2004. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 201 Tahun
2004 Tentang Kriteria Baku Dan PedomanPenentuan Kerusakan Mangrove, Jakarta: Kementerian
Lingkungan Hidup.
Noor, Y., Khazali, M. & Suryadiputra, I., 1999. Pedoman Pengenalan Mangrove di Indonesia. 2 ed. Bogor:
Wetlands International Indonesian Programe.
Nybakken, J. W. 1993. Dasar-dasar Ekologi Mangrove . PT. Gramedia, Jakarta
.
Warongan, C.W.A. 2009. Kajian Ekologi Ekosistem Mangrove untuk Rehabilitasi di Desa Tiwoho
Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara Prov. Sulawesi Utara. Tesis Pasca Sarjana Institut
Pertanian Bogor. Bogor.
24 MSP MAGAZINE
E D I S I 2