Media Informasi Kemaritiman Cakrawala Edisi 414 Tahun 2013 | Page 87
Setelah lepas dari APBS seluruh
prajurit menerima kaporlap untuk
keseharian selama pelayaran.
Mulai sepati, jaket, kaos, training
katel park, sarung tangan, kaca
mata pakaian black navy dan
masih banyak lainnya.
Kehidupan di kapal latih
selama berlayar tentu bagi saya
sudah tidak asing lagi, PHST apel
pagi, olahraga pagi dan apel siang
selalu saya ikuti. Sebuah prinsip
bagi saya KRI Dewaruci adalah
sebuah keluarga yang utuh di mana
saya adalah anggota keluarga
tersebut sehingga apapun tugas
keseharian akan saya ikuti sesuai
dengan kehidupan di kapal latih ini.
Di hari ketiga pelayaran
ada 16 personel baru yang belum
pernah mandi khatulistiwa serta 3
wartawan, mereka selalu diterror
oleh anggota lama bahwa bagi
yang belum mandi khatulistiwa
akan dimandikan dengan beberapa
asumsi yang mengerikan. Hati
kecil saya dapat menangkap
akan kegelisahan mereka, namun
saya ikut senang karena dengan
kecemasan
tersebut
mereka
mencoba berbuat baik dengan
selalu mengeluarkan makanan
kecil, minuman dengan harapan
saat mandi katulistiwa mereka
mendapat perlakuan yang baik.
Tepat
dihari
keempat
jam 23.00 semua personel
mulai didobrak dari ruangan
untuk bergerak merangkak dan
merayap mengelilingi kapal untuk
dilaksanakan mandi khatulistiwa.
Malam itu dilaksanakan upacara
penerimaan oleh Dewi Jones dan
paginya baru pelaksanaan mandi
khatulistiwa.
Dua buah kamera video dan
dua buah kamera saya operasikan
untuk mendokumentasi kegiatan
bersejarah ini, para Perwira,
Bintara, Tamtama
dan
tiga
wartawan menjadi sasaran para
punggawa. Sebuah kesan yang
saya tangkap dari Serka Sapto
Bintara dari satuan Pasukan Katak
ini mengisahkan bahwa ikut KRI
Dewaruci belum dimandikan saja
sudah pusing apalagi dimandikan
sepertinya dikeroyok pasukan
bodrek akunya.
Lain
lagi
kesan
dari
wartawan Jawa Pos Suryo Eko,
setahu saya, dia adalah pemain
bola di Jawa Pos dan memiliki
stamina yang prima, sehingga
dia hanya senyum-senyum saja
menjalani acara tradisi ini meski
harus merayap seperti seorang
militer.
Perjalanan dari Pangkalan
Surabaya
menuju Jayapura
membutuhkan waktu sepuluh
hari, saat kapal akan merapat di
Jayapura tugas sudah di depan
mata. Sebuah tuntutan tanggung
jawab harus membuat dokumentasi
lengkap baik foto maupun vedio
dan dalam waktu yang sangat
singkat harus membuat berita
untuk segera dikirim ke Dispen
Armatim.
Saya sadar sepenuhnya
bahwa tugas pembuatan berita
menjadi tugas pokok dalam pelayaran ini, karena tanpa berita
yang saya kirim ke media, dunia ini
tidak akan tahu akan aktivitas KRI
Dewaruci di mana gaungnya pelayaran keliling dunia di Tahun 2012
sudah ditunggu oleh banyak simpatisan/penggemarnya di dalam
maupun luar negeri. Berita-berita
perjalanan KRI Dewaruci setelah
dikirim ke Dinas Penerangan Koarmatim maupun Dispen TNI AL juga
didistribusikan ke media cetak lainnya sehingga masyarakat tahu aktivitas KRI Dewaruci. Tidak ketinggalan di webnya kridewaruci.com
juga menjadi kewajiban saya untuk
mengisinya sesuai kegiatan kapal.
Selama tiga hari singgah di
Jayapura berbagai kegiatan yang
berhasil saya abadikan antara
lain upacara penyambutan di dermaga Porasko Jayapura, pengarahan serta pemberian motivasi
oleh Bapak C.Agua Dwipayana,
kunjungan ke beberapa instansi
terkait di kota Jayapura (ke Kapolda, Pangdam dan Walikota).
Tidak ketinggalan sebuah acara
yang di tunggu-tunggu masyarakat
kota Jayapura Open Ships selama
tiga hari yang sangat mendapat
Cakrawala Edisi 414 Tahun 2013
87