Media Informasi Kemaritiman Cakrawala Edisi 413 Tahun 2013 | Page 73
3.
Algin (Alginat).
Algin ini didapatkan dari
rumput laut jenis algae cokelat.
Algin ini merupakan polimer dari
asam uronat yang tersusun dalam
bentuk rantai linier panjang. Bentuk
algin di pasaran banyak dijumpai
dalam bentuk tepung natrium,
kalium atau amonium alginat yang
larut dalam air.
Kegunaan
algin
dalam
industri ialah sebagai bahan
pengental, pengatur keseimbangan, pengemulsi, dan pembentuk
lapisan tipis yang tahan terhadap
minyak. Algin dalam industri
banyak digunakan dalam industri
makanan untuk pembuatan es
krim, serbat, susu es, roti, kue,
permen, mentega, saus, pengalengan daging, selai, sirup, dan
puding. Dalam industri farmasi
banyak dimanfaatkan untuk tablet,
salep, kapsul, plester, dan filter.
Industri kosmetik untuk cream,
lotion, sampo, cat rambut,. Dan
dalam industri lain seperti tekstil,
kertas,
fotografi,
insektisida,
pestisida, dan bahan pengawet
kayu.
FUNGSI TON DALAM EKOLOGI
RUMPUT LAUT
Rumput laut pertama kali
ditemukan hidup secara alami
bukan hasil budi daya. Mereka
tersebar di perairan sesuai dengan
lingkungan yang dibutuhkannya.
Rumput laut memerlukan tempat
menempel
untuk
menunjang
kehidupannya. Di alam tempat
menempel ini bisa berupa karang
mati, cangkang moluska, dan bisa
juga berupa pasir dan lumpur.
Selain itu rumput laut sangat
membutuhkan sinar matahari
untuk melangsungkan proses
fotosintesis. Banyaknya sinar
matahari ini sangat dipengaruhi
oleh kecerahan air laut. Supaya
kebutuhan sinar matahari tersedia
dalam jumlah yang optimal maka
harus diatur kedalaman dalam
membudi dayakannya. Kedalaman
idealnya adalah berada 30-50 cm
dari permukaan air.
Proses fotosintesis rumput
laut tidak hanya dipengaruhi oleh
sinar matahari saja, tetapi juga
membutuhkan unsur hara dalam
jumlah yang cukup baik makro
maupun mikro. Unsur hara ini
banyak didapatkan dari lingkungan
air yang diserap langsung oleh
seluruh bagian tanaman. Untuk
mensuplai unsur hara ini biasanya
dilakukan pemupukan selama
budi daya. Untuk membantu menyediakan unsur hara dalam
jumlah yang optimal dan supaya
cepat diserap oleh rumput laut
ini, maka harus disediakan unsur
hara yang sudah dalam keadaan
siap pakai (ionik). Unsur hara ini
banyak dikandung dalam TON
(Tambak Organik Nusantara).
TON mengandung segala
bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pertumbuhan rumput laut. Baik
menyediakan unsur hara mikro
lengkap, juga menyediakan unsur
makro. Selain itu TON juga akan
meningkatkan kualitas rumput
laut, karena akan menurunkan
tingkat pencemaran logam berat
yang juga akan terserap oleh
rumput laut. Jika logam berat ini
tidak ada yang mengikat, maka
akan ikut terserap dalam proses
absorpsi unsur hara dari rumput
laut, sehingga sangat berbahaya
bagi konsumen. Dengan adanya
TON, logam berat ini akan terikat
dalam bentuk senyawa dan akan
mengendap atau sulit terserap
oleh proses absorpsi.
Pertumbuhan rumput laut
juga dipengaruhi oleh jumlah
oksigen terlarut (DO), salinitas
(kadar garam) dan temperatur.
Kandungan oksigen selain dipengaruhi oleh gerakan air juga
dipengaruhi oleh ketersediaan
unsur hara. Sehingga TON juga
sangat penting untuk menunjang ketersediaan oksigen di
perairan. Temperatur ideal bagi
pertumbuhan rumput laut adalah
berkisar 200-2800C.
Dengan tersedianya ????)?????????????????????????()
??????????????Q????????((??((0