Media Informasi Kemaritiman Cakrawala Edisi 413 Tahun 2013 | 页面 72
INFO
72
BUDI DAYA RUMPUT LAUT
Rumput laut (sea weeds) yang dalam dunia ilmu pengetahuan dikenal
sebagai Algae sangat populer dalam dunia perdagangan akhir-akhir ini.
R
umput
laut
dikenal
pertama kali oleh bangsa
China
kira-kira
Tahun
2700 SM. Pada saat itu rumput
laut banyak digunakan untuk
sayuran dan obat-obatan. Pada
tahun 65 SM, bangsa Romawi
memanfaatkannya sebagai bahan
baku kosmetik. Namun dengan
perkembangan waktu, pengetahuan tentang rumput lautpun
semakin berkembang. Spanyol,
Perancis, dan Inggris menjadikan
rumput laut sebagai bahan baku
pembuatan gelas.
Kapan pemanfaatan rumput
laut di Indonesia tidak diketahui.
Hanya pada waktu bangsa
Portugis datang ke Indonesia
sekitar Tahun 1292, rumput laut
telah dimanfaatkan sebagai sayuran. Baru pada masa sebelum
perang dunia ke 2, tercatat bahwa
Indonesia
telah
mengekspor
rumput laut ke Amerika Serikat,
Denmark, dan Perancis.
Sekarang ini rumput laut di
Indonesia banyak dikembangkan
di pesisir pantai Bali dan Nusa
Tenggara. Mengingat panjangnya
garis pantai Indonesia (81.000 km),
maka peluang budi daya rumput
laut sangat menjanjikan. Jika
menilik permintaan pasar dunia ke
Indonesia yang setiap tahunnya
mencapai rata-rata 21,8% dari
kebutuhan dunia, sekarang ini
pemenuhan untuk memasok permintaan tersebut masih sangat
kurang, yaitu hanya berkisar
13,1%. Rendahnya pasokan dari
Indonesia disebabkan karena
kegiatan budi daya yang kurang
baik dan kurangnya informasi
tentang potensi rumput laut kepada
para petani.
KAN