Media Informasi Kemaritiman Cakrawala Edisi 413 Tahun 2013 | Seite 74
INFO
74
dan kondisi lingkungan yang
seimbang karena pengaruh TON,
maka kualitas dan kuantitas
bahan-bahan yang dikandung oleh
rumput laut juga akan meningkat.
Selain
itu,
pemakaian
TON untuk budi daya rumput laut
juga akan membantu mengikat
senyawa-senyawa dan unsurunsur berbahaya dalam perairan.
Senyawa-senyawa dan unsurunsur ini jika teradsorbsi dalam
sistem metabolisme rumput laut,
akan mengganggu pertumbuhan
rumput laut dan juga akan
menurunkan kualitas hasilnya.
Selain itu jika rumput laut ini akan
digunakan untuk bahan makanan,
akan sangat berbahaya bagi yang
menkonsumsinya.
Kandungan
senyawa karbon aktif dari TON
akan sangat membantu untuk
mereduksi senyawa-senyawa dan
unsur-unsur berbahaya tersebut.
BUDI DAYA RUMPUT LAUT DAN
CARA PEMAKAIAN TON (TAMBAK ORGANIK NUSANTARA)
Dalam menjalankan budi
daya
rumput
laut,
pertama
yang harus diperhatikan adalah
pemilihan lokasi budi daya.
Sebaiknya lokasi budi daya diusahakan di perairan yang tidak
mengalami
fluktuasi
salinitas
(kadar garam) yang besar dan
bebas dari pencemaran industri
maupun rumah tangga. Selain
itu pemilihan lokasi juga harus
mempertimbangkan aspek ekonomis dan tenaga kerja.
Budi daya rumput laut
dapat dilakukan di areal pantai
lepas maupun di tambak. Dalam
pembahasan sekarang ini kita
akan menekankan pada budi
daya di tambak. Hal ini mengingat
peran TON yang tidak efektif jika
diperairan lepas (pantai). Untuk
budi daya perairan lepas dibedakan
dalam beberapa metode, yaitu:
1.
Metode lepas dasar.
Di mana cara ini dikerjakan
dengan mengikatkan bibit rumput
laut pada tali-tali yang dipatok
secara berjajar-jajar di daerah
perairan laut dengan kedalaman
antara 30-60 cm. Rumput laut
ditanam di dasar perairan.
2. Metode rakit.
Cara ini dikerjakan di
perairan yang kedalamannya lebih
dari 60 cm. Dikerjakan dengan
mengikat bibit rumput di tali-tali
yang diikatkan di patok-patok
dalam posisi seperti melayang
di
tengah-tengah
kedalaman
perairan.
Metode lepas dasar
Metode rakit
3. Metode Tali Gantung.
Jika dua metode di atas
posisi bibit-bibit rumput laut dalam
posisi horizontal (mendatar), maka
metode tali gantung ini dilakukan
dengan mengikatkan bibit-bibit
rumput laut dalam posisi vertikal
(tegak lurus) pada tali-tali yang
disusun berjajar.
Pemakaian TON dengan 3
cara di atas hanya dapat dilakukan
dengan sistem perendaman bibit.
Karena jika TON diaplikasikan di
perairan akan tidak efektif dan
akan banyak yang hilang oleh arus
laut. Metode perendaman bibit
dilakukan dengan cara:
1.
Larutkan TON dalam air laut
yang ditempatkan dalam wadah.
2.
Untuk 1 liter air laut diberikan
seperempat sendok makan (5-10
gr) TON dan tambahkan 1-2 cc
HORMONIK.
3. Rendam selama 4-5 jam,
dan bibit siap ditanam.
Pemakaian
TON
akan
sangat efektif jika diaplikasikan
dalam budi daya rumput laut di
tambak. Cara budi daya di tambak
ini dapat dilakukan dengan metode
tebar. Caranya adalah sebagai
berikut:
1. Tambak harus dilengkapi
saluran
pemasukan
dan
pengeluaran.
2.
Tambak dikeringkan dahulu.
3. Taburkan kapur agar pHnya netral (0,5-2 ton perhektar
tergantung kondisi keasaman
lahan).
4.
Diamkan selama 1 minggu.
5. Aplikasikan TON, dengan