Media Informasi Kemaritiman Cakrawala Edisi 413 Tahun 2013 | Page 46

TEKMIL 46 PENGGUNAAN OPEN BASE TRANSCEIVER STATION SEBAGAI JARINGAN KOMUNIKASI TAKTIS PASUKAN M encermati UU RI Nomor 34/ 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, pada pasal 7 ayat (2) perihal pelaksanaan tugas pokok TNI, yaitu menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara yang dilakukan dengan Operasi Militer untuk Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sangat dibutuhkan komando dan pengendalian oleh Pimpinan TNI agar dicapai sasaran secara efektif dan efisien. Komando dan Kendali (K2) pada prinsipnya merupakan hubungan internal antara komandan dengan anak buahnya dalam kaitan tugas operasi. Pentingnya komunikasi dengan kesatuan lain atau eselon lain dalam suatu operasi menjadi suatu keharusan, sehingga lahirlah konsep baru yaitu Komando, Kendali, dan Komunikasi (K3). Kebutuhan informasi lingkungan operasi bagi pimpinan di tingkat strategik dalam suatu proses pengambilan keputusan diperoleh secara berjenjang dari para komandan di lapangan Penyelenggaraan komunikasi pada Komando OMP/OMSP disesuaikan dengan kepentingan organisasi maupun operasi yang dihadapi sejauh mungkin dibedakan komunikasi operasi dan komunikasi administrasi atas dasar kebutuhan yang meliputi paduan semua sistem komunikasi markas (siskomma), sistem komunikasi wilayah (siskomwil) dan sistem komunikasi khusus (siskomsus), dalam bentuk jaringan komunikasi suara dan data dengan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan. Open Base Transceiver Station (Open BTS) adalah sebuah BTS GSM berbasis software, yang memungkinkan handphone GSM untuk menelepon tanpa menggunakan jaringan operator seluler. Open BTS menggantikan standar infrastruktur operator GSM. Dari BTS biasa traffic diteruskan ke MSC (Mobile Switching Center), sedangkan pada Open BTS traffic di terminasi ke software open source. Open BTS dikenal juga sebagai implementasi open source pertama dari protokol standar industri GSM. Pertahanan negara adalah segala usaha untuk menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan melindungi keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara, disusun dengan memperhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Sistem pertahanan negara adalah sistem pertahanan yang bersifat semesta yang melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainnya, serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total, terpadu, terarah, berkesinambungan, dan berkelanjutan untuk menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan melindungi keselamatan segenap bangsa dari setiap ancaman. Kemajuan yang sangat pesat dalam bidang teknologi baik itu teknologi komunikasi, komputer, teknologi informasi serta teknik dan elektronika, sangat mempengaruhi sebuah sistem pada dunia kemiliteran, yang kesemuanya itu bertujuan untuk mencapai keunggulan informasi serta keunggulan manajemen pertempuran, bertujuan untuk meningkatkan keunggulan daya tempur di dalam sebuah peperangan. Hal ini membawa perubahan pada strategi, taktik dan teknik kemiliteran yang dijalankan karena kesadaran yang dalam akan peran dominasi teknologi pada sebuah postur militer. Komunikasi TNI sangat membutuhkan perangkat telekomunikasi yang banyak bergerak. Untuk memenuhi kebutuhan akses dalam cakupan yang terbatas, maka sistem selular dapat digunakan sebagai pilihan. Salah satu kelemahan sistem selular adalah faktor ekonomis di mana selular akan ekonomis dalam kondisi intensitas penggunanya tinggi, padahal dalam sistem komunikasi taktis, intensitas penggunanya relatif rendah. Hal ini cukup beralasan apabila basis