Media Informasi Kemaritiman Cakrawala Edisi 413 Tahun 2013 | Seite 47
jaringan seluler tersebut hanya
mengandalkan
kemampuan
existing provider yang ada di
daerah operasi, artinya orientasi
bisnis dan prinsip operasi tidak
bisa dicampuradukkan.
Arsitektur jaringan militer
masa depan mengarah kepada
jaringan multimedia. Pada kondisi
ini semua Sub System Informasi
harus dapat diintegrasikan dan
disajikan kepada seluruh Pimpinan
TNI dan serta merta dapat
didistribusikan kepada seluruh
personel TNI di garis depan. Dari
segi fungsionalitas, maka sistem
transport informasi pada jaringan
TNI salah satunya harus berbasis
jaringan
bergerak
(mobile
network).
Mobile network merupakan
jaringan yang sangat banyak
tetapi tetap menggunakan jantung
berupa ATM switch yang dilengkapi
dengan mobile software, hal ini
berfungsi untuk mensuplai data
kepada komputer-komputer pengolah data-data intelijen yang
terinstalasi secara tidak permanen,
yang akan memberikan support
kepada daerah yang sedang terjadi
operasi. Sentral ATM bergerak ini
akan dihubungkan dengan suatu
satelit trunk network kepada sentral
ATM pusat, dan terakhir disalurkan
ke pusat intelijen, situation room
dan pusat komando.
SEJARAH PENGGUNAAN OPEN
BTS DI DUNIA
Dalam sejarahnya Open
BTS ini mulai dijalankan pada
2009 oleh Harvind Samra dan
David A. Burgess dengan tujuan
untuk mengurangi biaya layanan
GSM di wilayah rural (pedesaan)
di negara berkembang agar bisa
menjadi di bawah USD1/bulan/
pelanggan. Open BTS mengganti
infrastruktur tradisional operator
GSM, dari Base Transceiver
Station kebelakangnya. Dari yang
biasanya traffik diteruskan ke
Mobile Switching Center (MSC),
namun pada Open BTS trafik
diterminasi pada box yang sama
dengan cara memforward data
ke Asterisk PBX melalui SIP dan
VoIP.
Skema jaringan komunikasi taktis menggunakan Open BTS.
Cakrawala Edisi 413 Tahun 2013
47