Media Informasi Kemaritiman Cakrawala Edisi 412 Tahun 2013 | Page 66

INFO 66 Sekelumit tentang Fotografi Bawah Air Pada dasarnya saya adalah seorang penyelam yang dididik Sekolah Penyelaman Angkatan Laut pada Tahun 1991 di Kodikal Surabaya, seiring waktu berjalan setelah ditugaskan di berbagai satker seperti ditempatkan sebagai penyelam kapal-kapal survey Dishidros, Satlambair Dispotmar dan pada akhirnya ditugaskan di Dispenal sebagai panitia pemecahan rekor selam tingkat dunia, kami mulai belajar menekuni nya. Apa itu Peliputan Bawah Air? Peliputan bawah air adalah suatu kegiatan peliputan yang dilaksanakan di bawah air dengan menggunakan peralatan khusus seperti foto atau video bawah air. Pada awalnya memang ada sedikit keraguan tetapi setelah mulai ditekuni ternyata sungguh mengasyikan dan bisa dibilang setelah mencobanya kita menjadi ketagihan. Coba anda bayangkan kita berenang, menyelam sambil berfoto ria didalam aquarium raksasa tanpa batas. Benar-benar kita dapat menyaksikan secara langsung ciptaan Allah SWT yang Maha Agung, begitu indahnya alam bawah air yang beraneka ragam jenis ikannya, warna dan coraknya b e g i t u menggoda, r i b u a n bahkan jutaan berbagai jenis ikan-ikan hias mengelilingi kita. Karena pekerjaan saya sebagai Instruktur Selam yang ditugaskan di Dispenal, maka saya memiliki banyak kesempatan untuk mengembangkan hobi ini tanpa perlu merogoh kocek terlalu dalam. Peralatan Fotografi Bawah Air Seperti Apa? Peralatan fotografi bawah air sebenarnya hanyalah sebuah kamera “darat” yang di lengkapi housing (rumah kedap air). Sekarang banyak kamera poket yang memiliki housing bawah air seperti ini. Kamera poket standar yang banyak di jual sebenarnya sudah dapat digunakan mengambil gambar di bawah air, walaupun hanya efektif untuk mengambil gambar dengan ukuran subjek sekitar 3-15 cm dengan jarak pemotretan sekitar 5-30 cm. Penggunaan kamera poket untuk pemotretan macro adalah jenis underwater fotografi yang paling mudah dilakukan. Dengan memilih subjek yang relatif tidak bergerak, si fotografer hanya perlu mengatur intensitas cahaya serta mendekati subjek, memfokus dan memotret. Apabila subjeknya aktif bergerak, pemotretan ini menjadi semakin sulit. Kamera poket standar ini juga lumayan apabila digunakan untuk pemotretan silhouette. Untuk pemotretan wide angle, kamera poket dapat dilengkapi tambahan lensa didepannya serta perlu menggunakan external flash. Resiko vignet biasanya menjadi kendala apabila kamera poket dipakai untuk potret wide angle dengan menggunakan lensa tambahan. Pengaturan white balance yang optimal serta penambahan filter merupakan pilihan untuk mengurangi warna biru yang sangat dominan pada foto wide angle.