Media Informasi Kemaritiman Cakrawala Edisi 412 Tahun 2013 | Page 67
Apa Kendala Fotografi Bawah
Air?
Untuk menekuni fotografi
bawah air, diperlukan skill dan
pengetahuan yang sedikit berbeda
dengan fotografi darat. Seorang
fotografer bawah air memiliki waktu
yang sangat terbatas di dalam
setiap sesi foto. Waktu penyelaman
sangat tergantung dari kedalaman,
tekanan tabung selam yang
dibawa serta kondisi lingkungan
dan kondisi tubuh si fotografer
(misalnya kalau menyelam di
daerah berarus, tentunya akan
lebih cepat menghabiskan udara,
penyelaman yang makin dalam
juga menghabiskan banyak udara
serta terbatas waktunya dengan
perhitungan
dekompresi
dan
resiko nitrogen narkosis).
Seorang fotografer bawah
air mutlak haruslah seorang
certified diver. Pada saat kursus
menjadi certified diver inilah, si
calon fotografer akan mempelajari
kaidah-kaidah penyelaman yang
aman dan juga ketrampilan yang
dibutuhkan selama penyelaman.
Setiap fotografer yang belum pernah memotret di bawah
air mungkin sulit membayangkan,
bahwa kendala pertama dan terbesar dari pemotretan di bawah
air adalah stabilitas fotografer
pada saat mengambil gambar. Di
darat kita bisa berdiri, bahkan bisa
menggunakan tripod sehingga stabil. Dibawah air kita senantiasa
“terbang” dan tidak bisa mendapatkan pijakan yang solid. Kita harus
dapat
memotret dalam
keadaan sambil “melayanglayang”. Bisa
dibayangkan
bagaimana
kita mengambil
sebuah
gambar yang
bergerak dan
pada saat yang bersamaan kita
juga tidak stabil. Untuk foto macro,
kita masih bisa “berdiam” di dasar
(tentunya sambil memperhatikan
sekeliling sehingga tidak merusak
terumbu karang, terkena binatang
laut berbahaya, atau mengadukaduk pasir sehingga merusak jarak
pandang). Pemotretan macro yang
dilakukan sambil melayang merupakan tantangan tersendiri. Untuk
wide angle, juga sebagian dilakukan sambil melayang.
Untuk mengatasi kendala
pertama
tersebut,
seorang
Cakrawala Edisi 412 Tahun 2012
67