Media Informasi Kemaritiman Cakrawala Edisi 412 Tahun 2013 | Page 65

diartikan sebagai penjahat yang menggunakan perangkat sistem komputer (cybercrime). Asal-usul kata hacker mungkin tak ada kaitannya dengan kejahatan, tetapi fakta di masyarakat serta opini public bahwa istilah hacker telah begitu terkait dengan kejahatan, sehingga orang lebih mudah menyebut hacker adalah seorang penjahat yang menggunakan kemampuan komputer daripada istilah lain. Adapun dalam komunitas hacker, hacker yang bukanlah sebagai penjahat, melainkan istilah penjahat komputer disosialisasikan dengan sebutan cracker. Menurut mereka perbedaannya sederhana, hacker membuat sesuatu, sedangkan cracker menghancurkan atau merusaknya. Lebih lanjut dalam sosok seorang yang diakui sebagai hacker, baik dalam arti baik maupun buruk, selalu seseorang yang memiliki kemampuan ‘menakjubkan’ bagaikan ahli-ahli kungfu dan ahli berperang dalam ceritacerita silat dari mandarin, seorang hacker dengan kemampuan tertinggi biasanya justru tidak sesumbar. Hacker paling tidak harus menguasai lebih dari satu bahasa pemrograman, banyak sekali bahasa pemrograman yang bisa dikuasai hacker, mulai dari Pyhton, Java, Lisp, Perl hingga C dan C++, adapun masing-masing bahasa pemrograman tersebut membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk dikuasai. Pada era teknologi informasi yang semakin canggih saat ini, dunia ini serasa semakin terhubung tanpa jarak, dikarenakan fasilitas jaringan internet yang semakin merasuk dalam kehidupan seharihari manusia. Hacker juga harus memahami cara kerja jaringan internet. Bahasa Hypertext Markup Language (HTML) harus menjadi semacam ‘bahasa ibu’ bagi komunitas hacker. Bagi seorang hacker tanpa kemampuan tersebut, tetapi kerap sesumbar di forum-forum online, hanyalah ‘tong kosong’ yang bising dan mengganggu. ’Hacker palsu’ ini biasanya akan bernasib tragis dan dapat dipermalukan seumur hidup atau ‘mati’ tanpa pernah diingat. Lebih dari semua tindaktindak dan ciri budaya itu, menjadi seorang hacker berarti memiliki kemampuan tertentu. Dan kemampuan itu, keahlian itu,tak bisa tergantikan oleh apapun. Keahlian adalah emas bagi para sosok hacker. Dunia para hacker adalah komunitas ’ada dan tiada’. Anda tak akan menemukan ‘kartu anggota komunitas hacker dunia’ tapi mereka benar-benar ada. Anggotanya diakui oleh sesamanya dan mereka tak peduli apakah orang-orang lain mengakui hal yang sama. Kadang, mereka bahkan tak mau disebut sebagai hacker. Tak ada pimpinan di dunia hacker, baik de faco maupun de jure. Sebagai contoh Linus Torvalds, misalnya meski memimpin pengembangan kernel (bagian paling inti) system operasi Linux, bukan seorang pemimpin komunitas hacker. Jika Linus ’mati’ ada ribuan lain yang siap menggantikannya. Ada satu ungkapan yng cukup terkenal dalam komunitas hacker, ’Show me the code’ artinya tunjukkan padaku kode (pemrograman) yang telah kamu buat. Ungkapan ini menegaskan dua hal bahwa hacker dinilai berdasarkan keahliannya membuat kode program dan bahwa kode program tersebut seharusnya tidak terkunci tapi dapat ditunjukkan pada masyarakat luas. White-hat hacker, hacker dengan topi putih adalah tokohtokoh yang mengagumkan dari segi pencapaian teknis dan filosofis mereka yang turut mengembangkan budaya hacker di dunia. Inilah tokoh-tokoh yang ikut mendorong banyak revolusi dalam perke