Media Informasi Kemaritiman Cakrawala Edisi 412 Tahun 2013 | Page 47

dalam niatnya menguasai dan mengendalikan pergerakan di lautan. DAERAH/KAWASAN OPERASI LAUT Melihat kemungkinan arah datangnya ancaman serta kenyataan akan bentuk geografis negara dan GPL yang digunakan sebagai konsekuensi letak negara pada posisi silang, maka jalur -jalur laut yang dinilai sangat strategis adalah : a. Jalur Laut Natuna-Selat Malaka-Samudra Hindia/Perairan Barat dan Utara Sumatera. b. Jalur Laut Natuna-Selat Karimata-Selat Sunda-Samudera Hindia/Selatan Jawa. c. Jalur Laut Sulawesi Selat Makasar-Selat Lombok-Samudera Hindia. d. Jalur Laut Halmahera-Laut Maluku-Laut Banda-Selat Wetar/ Selat Ombai. e. Jalur Laut Irian Jaya-Laut Seram-Selat Manipa/Selat MisolLaut Aru-Selat Tores. Berdasarkan letak jalur-jalur strategis tersebut di atas, maka daerah/kawasan operasi laut dapat dibagi menjadi 5 daerah/kawasan sebagai berikut : a. Daerah Operasi Laut I: Laut Natuna s.d. Selat Malaka bagian Utara dan Selat Karimata s.d. Selat Sunda. b. Daerah Operasi Laut II: Laut Sulawesi s.d. Samudra Hindia/Selatan NTB termasuk Selat Makasar dan Selat Sunda. c. Daerah Operasi Laut III: Laut Halmahera s.d. Samudra Hindia/Selatan NTT termasuk Laut Maluku, Laut Banda dan Selat Wetar/Selat Ombai. d. ?Y\?Z?\?\?H]]U???B?\?Z\?[?]\?H\?X[??^XK?]]?\?[K]]\?H? ??[]??\??K?B?Y\?Z?\?\?H]]???B?\?Z\?[??\?]?[X]\?B?? ??[][??]?K?B???Z?]?[HY\?H L?Z[? ? L??? ??