Media BPP April 2016 Vol 1 No 1 | Page 57

GAYA HIDUP

NYAMAN HAMIL DI USIA 30-AN

Hamil di usia yang cukup matang merupakan tantangan tersendiri. Pasalnya, kesehatan reproduksi tak se-prima ketika usia 20-an. Kondisi fisik Bumil( Ibu Hamil) tentu akan semakin menurun. Meski demikian, kematangan psikologis dan ekonomi justru lebih siap. Ya, itulah plus-minus hamil di usia 30 +. Seperti yang dialami oleh artis berdarah Batak satu ini, Melaney Ricardo. Kepada tim Media BPP, dia berbagi tip bagaimana menjalani kehamilan di usia 30 + dengan nyaman.
Rutin konsumsi vitamin
Ditemui di kediamannya di kawasan Jatiwaringin, Bekasi. Mel begitu dia disapa, mengaku memang sangat berat merasakan hamil di usia 30 +. Pada kehamilan anak pertama, isteri dari Tyson Lynch pelawak asal Australia itu sudah memasuki usia 31 tahun dan melahirkan buah cintanya Chloe Valentine Lynch yang kini sudah berusia empat tahun. Kini, di kehamilan keduanya Mel memasuki usia 35 tahun.“ Berasa banget capeknya, apalagi aku kan pernah‘ turun mesin’ ya. Bener banget tuh nasihat orang tua, kalau ingin hamil sebaiknya sebelum usia 30 tahun,” imbuhnya.
Meski demikian, ia mengaku memiliki‘ amunisi’ dalam menjalani kehamilannya. Kira-kira apa saja yah? Untuk mengatasi rasa capeknya tersebut, Mel lebih banyak beristirahat dan rutin mengonsumsi vitamin khusus ibu hamil.“ Setiap hari aku wajib minum vitamin. Kalau terlewat begitu saja, badanku jadi lemas,” terang BuMil yang usia kehamilannya sudah memasuki 8 bulan ini.
Mel biasanya rutin mengonsumsi kalsium.“ Kata dokter kalsium sangat diperlukan oleh ibu yang sedang hamil. Apalagi calon baby-ku ini laki-laki. Katanya sih, anak laki-laki lebih banyak menyerap kalsium ketimbang anak perempuan,” ujarnya.
Jaga asupan makanan
Selain vitamin, Mel juga menjaga betul makanan yang ia konsumsi. Selama hamil, Mel ia lebih sering memasak sendiri dan menghindari jajan di luar.“ Kalau masak sendiri kan lebih terjaga kualitasnya. Seperti minyaknya aku ganti pakai sunflower oil, nasi putih aku ganti nasi merah, gulanya gula jagung, roti diganti roti gandum, dan sayurannya dipilih yang organik,” terangnya.
Hamil anak kedua ini, dirinya sangat menjaga ketat dan mengubah pola makannya. Mengingat kondisinya yang sudah tidak se-prima saat usia 20-an. Disinggung soal budget khusus untuk makanan yang lebih sehat, bagi Mel budget bukanlah masalah untuk menerapkan hidup sehat, tapi konsistensi dalam menjaga kesehatan, baik bagi dirinya sendiri maupun janin yang ada di dalam perut.“ Lebih mahal sedikit nggak apa-apa, yang penting sehat,” tegasnya.
Bahkan Mel mengatakan dengan tegas jika tidak ada uang untuk membeli itu semua, sebaiknya BuMil usia 30 + sepertinya lebih memilah-milih makanan bergizi ketimbang jajan di luar.“ Aku suka banget sama gorengan, tapi aku lebih percaya buat gorengan sendiri di rumah lalu dibawa ke tempat shooting,” paparnya.
Rupanya memilih makanan sehat ini juga di-support betul oleh Tyson, sang suami. Justru, Tyson sangat protect sekali dalam pemilihan makan.“ Dia kan dulunya atlet basket. Makannya sangat dijaga banget. Makan cokelat aja kalau nggak dark cokelat nggak mau, jajanan gorengan nggak mau. Jadi aku terpengaruh sama dia, nggak kenal lagi deh yang namanya tempat nongkrong atau tempat makan yang enak-enak,” selorohnya
Rutin olahraga
Selain dari dalam, Mel juga menjaga kondisi tubuh selama hamil dengan rajin berolahraga.“ Sejak positif hamil aku sudah nggak gym lagi. Sebelum hamil aku masih boxing, cycling. Pas tahu hamil langsung berhenti, olahraganya diganti dengan berenang. Karena di awal kehamilan aku keluar flek, jadi aku takutnya pas treadmill keluar, karena pada saat awal kehamilan itu belum aman untuk olahraga berat. Jadi aku langsung berhenti, dan mulai olahraga lagi pada bulan ke-3. Aku pilih olahraga renang, yang tidak terlalu berat,” jelasnya.
Sempat trauma hamil
Baik hamil pertama maupun kedua Mel mengalami morning sickness( mual-muntah) parah. Bahkan ia sempat mabok berat hingga memasuki usia kehamilan 5 bulan. Bukan hal yang mudah bagi artis kelahiran 24 Februari 1981 untuk melewati fase tersebut. Berbagai cara telah ia lakukan. Mulai dari makan yang asam-asam, hingga vitamin khusus penghilang mual dari dokter khusus.“ Aku hamil pertama dan kedua sama saja. Udah makan ini-itu, sampai dikasih vitamin B1 dan sebagainya tetap saja mual. Setelah makan selalu muntah,” paparnya.
Keadaan tersebut sempat menyurutkan niat Mel untuk hamil lagi. Ia bahkan pernah berniat mengadopsi anak lantaran tidak tahan dengan mual-muntah pada trimester awal kehamilan.“ Aku sempat trauma untuk hamil karena tidak tahan dengan mabok-nya, malah aku sempat mau adopsi anak bule. Aku cari-cari anak bule di Australia, tapi ternyata di sana nggak ada yang buang anak, nggak kayak di Indonesia banyak yang buang anak,” terangnya.
Namun, niatnya untuk mengadopsi anak urung lantaran wejangan dari sang mama.
“ Kata mama, akan beda anak kandung sama anak adopsi. Apalagi pembagian kasih sayangnya. Nanti malah kasihan anak adopsinya. Nasihat mama itu yang membuat aku tidak jadi adopsi dan memilih hamil lagi,” jelasnya.( IFR)
VOLUME 1 NO. 1 | APRIL 2016 55