Peningkatan Capacity Building SIDa jagung, indeks epidemiologi malaria kepulauan untuk kader kesehatan dalam pengendalian malaria, serta dampak kapitalisasi pedesaan terhadap perekonomian desa di Provinsi NTT.
“ Penelitian tersebut memang direncanakan dengan mementingkan asas kebermanfaatan. Misalnya penelitian uji keamanan( toksisitas akut dan kronis / sub kronis) tanaman faloak sebagai obat tradisional penyakit hepatitis viral dan pengembangan irigasi di NTT. Pembangunan Irigasi pada masa mendatang program-program tersebut akan bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat NTT terkait pemanfaatan air bagi usaha pertanian di lahan kering. Sedangkan, pemanfaatan tanaman faloak bertujuan untuk mengetahui kadar atau dosis keamanan dalam mengkonsumsi tanaman faloak sebagai obat tradisional penyembuh penyakit hepatitis,” ujar Kosmas.
Produk kelitbangan
Dalam rangka mendukung program inovasi daerah, BPP Provinsi NTT juga turut aktif, salah satunya telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Ristek dan Dikti dalam usaha pengembangan SIDa( sistem inovasi daerah). Selain itu setiap hasil penelitian yang dilakukan oleh BPP Provinsi NTT juga dipublikasikan dalam bentuk jurnal. BPP Provinsi NTT saat ini juga memiliki Jurnal Flobamora yang dikelola sendiri oleh BPP Provinsi NTT.
Jurnal Flobamora memuat seluruh hasil penelitian, kajian, dan pemikiran ilmiah yang berhubungan dengan kebijakan pembangunan provinsi NTT di bidang ekonomi, sosial dan budaya, pemerintahan dan politik, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta lingkungan hidup. Jurnal tersebut terbit empat kali dalam setahun yaitu pada Maret, Juni, September, dan Desember, menurut Kosmas, yang juga pemimpin redaksi, Jurnal Flobamora terbit pertama kali pada 2015 dengan
memuat 5 karya ilmiah.
“ Jurnal ini diharapkan dapat memberikan informasi dan sumber rujukan bagi penelitian-penelitian selanjutnya. Jurnal itu sangat penting dan bisa menjadi komunikasi antara para peneliti untuk mengetahui perkembangan terkini ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dalam multi bidang baik ekonomi, sosial, politik, pemerintahan, IPTEK, dan lingkungan hidup,” kata Kosmas.
Kosmas mengakui, saat ini beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan oleh BPP Provinsi NTT masih belum mendapatkan tempat yang tepat sebagaimana mestinya dalam sistem perencanaan program kegiatan. Hal tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi BPP Provinsi NTT dan setiap elemen yang terkait di dalamnya untuk terus membina dan meningkatkan koordinasi, konsultasi dengan berbagai stakeholders. Selain itu, BPP Provinsi NTT juga dituntut untuk terus meningkatkan kualitas SDM kelitbangan, kualitas penelitian serta meningkatkan kadar inovasi berbasis keunggulan daerah dalam setiap penelitian.
Kepala BPP Provinsi NTT juga tidak menampik sejauh |
ini belum ada hasil-hasil riset yang bisa dimanfaatkan |
secara signifikan oleh masyarakat. Kendati demikian, |
menurutnya asas manfaat selalu menjadi acuan dan |
pedoman peneliti dalam setiap penelitian sebagai |
motivasi |
dalam |
rangka |
membumikan |
hasil-hasil |
penelitian |
yang |
disesuaikan |
dengan |
kebutuhan |
masyarakat. |
|
|
|
|
“ Asas manfaat juga mengharuskan setiap penelitian berdasar pada kebutuhan dan permasalahan masyarakat, sehingga setiap rekomendasi yang dihasilkan pun dapat berupa penyelesaian permasalahan yang ada di masyarakat,” imbuhnya.( MSR)
38 VOLUME 1 NO. 1 | APRIL 2016