Balitbangda Provinsi Nusa Tenggara Timur
PROFIL BALITBANGDA
INOVASI IPTEK UNTUK MENUMBUHKAN KEUNGGULAN DAERAH
Sejak berdiri kembali sebagai sebuah institusi mandiri pada 2014, Badan Penelitian dan Pengembangan( BPP) Provinsi NTT terus berevolusi sejalan dengan perkembangan daerah dan perkembangan teknologi informasi global.
BPP Provinsi NTT telah berdiri sebagai SKPD sejak 2014. Kehadiran UU No 23 Tahun 2014 menjadi salah satu dasar yang menguatkan eksistensi dan peran BPP Provinsi NTT sebagai lembaga kelitbangan pemerintah daerah. Kehadiran UU No 23 Tahun 2014 juga menjadi sala satu dasar bagi BPP Provinisi NTT untuk terus meningkatkan kualitas serta kontekstualitas hasilhasil penelitian berbasis inovasi.
“ Kehadiran UU tersebut juga dapat menjadi acuan sekaligus rujukan bagi BPP Provinsi NTT untuk membina instansi kelitbangan di kabupaten / kota se Provinsi NTT agar dapat menjadi SKPD yang terpisah dari Bappeda,” jelas Kosmas D Lama, Kepala BPP Provinsi NTT.
Tahun 2016 merupakan momentum persaingan setiap daerah dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat untuk masyarakat, momentum tersebut menjadi salah satu motivasi setiap BPP di daerah untuk terus meningkatkan kualitas penelitian serta menjadi salah satu lembaga penting pendukung pembangunan daerah.
BPP Provinsi NTT tahun ini terus berbenah dengan melakukan penyusunan berbagai program dan kegiatan secara terencana yang diarahkan pada kegiatan inovasi IPTEK. Kosmas mengatakan, inovasi IPTEK merupakan program kegiatan dalam rangka menumbuhkan dan menunjang, serta mengembangkan keunggulan daerah yang disesuaikan dengan karakteristik daerah yang ada. Selain itu, perhatian penelitian juga diarahkan untuk mengatasi beberapa persoalan di
Kosmas D. Lama Kepala BPP Provinsi NTT
bidang kesehatan seperti penanggulangan penyakit malaria dan pengujian tanaman obat tradisional bagi penyembuhan penyakit hepatitis dengan basis dan karakter inovatif.
Program pengembangan inovasi IPTEK juga menjadi program kegiatan BPP Provinsi NTT pada 2015. Program tersebut di antaranya dengan melakukan uji keamanan( toksisitas akut dan kronis / sub kronis) tanaman faloak sebagai obat tradisional penyakit hepatitis viral, pengembangan irigasi tetes, pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian dan kepuasan konsumen produk industri pangan berbasis
VOLUME 1 NO. 1 | APRIL 2016 37