Majalah PPI UK Januari-April 2013 | Page 20

Pesan Abang: Good Girls Go to Heaven...

“Good girl goes to heaven, bad girl goes to London.” Itu kata orang-orang. Ketika saya memilih London sebagai kota studi saya, apakah itu berarti saya tidak bisa menjadi “good girl”, demi menikmati London to the fullest?

Berbagai pertanyaan bermunculan di kepala saya sebelum berangkat ke London, tahun 2010 lalu. Akankah saya baik-baik saja? Bisakah saya bertahan dan lulus? Bisakah saya beradaptasi dengan budayanya? Salah satu pertanyaan terpenting adalah: apakah saya akan bisa menjalankan agama saya dengan sepenuhnya tanpa hambatan?

Ada beberapa kekhawatiran menyangkut pertanyaan terakhir ini. Namun saya sendiri tidak terlalu khawatir karena teman saya (orang Jerman) yang sedang menempuh S3 di Oxford menginformasikan bahwa London adalah kota yang sangat ramah kepada pendatang, termasuk dari negara muslim.

Setiba di London, September 2010, saya menemukan banyak kejutan yang, Alhamdulillah, menyenangkan. :) Di kampus, sejak masa orientasi saya disambut oleh komunitas mahasiswa muslim yang tergabung di Islamic Society. Kebanyakan anggota adalah mahasiswa asli Inggris yang merupakan keturunan Pakistan, India hingga Mauritania. Lebih surprising lagi, sebagian besar di antara mereka juga berjilbab! Bahkan sampul buku panduan masa orientasi menampilkan mahasiswi berjilbab sebagai modelnya!

Kampus saya, University College London (UCL) juga memiliki tempat ibadah yang mereka sebut sebagai “quiet contemplation room”. Memang kebanyakan yang menggunakannya adalah mahasiswa muslim yang shalat lima waktu, namun saya beberapa kali melihat mahasiswa melakukan meditasi di sana. Kampus saya juga menyediakan tempat wudhu khusus yang berada di kamar mandi putri.

Kejutan lain saya temui di kantin atau refectory kampus UCL. Setiap hari ada menu halal yang berganti-ganti. Ada fish and chips, atau rupa-rupa makanan India dan Timur Tengah. Pernah sekali waktu ada menu halal berupa nasi goreng!

Belakangan, saya mengetahui bahwa kampus saya merupakan kampus sekuler tertua di Inggris. Di masa lalu, kampus-kampus di Inggris memiliki kaitan erat dengan Gereja Inggris (The Church of England). Semangat sekulerisme dan prinsip perlakuan yang setara ini saya rasa sangat berpengaruh terhadap apa yang saya rasakan selama menjadi mahasiswa di

20