Laku Lampah Desember. 2016 | Page 89

lihat Lestari dari kejauhan. Tetap sama. Gadis mungil yang cantik. Ku hampiri ia dengan senyuman termanisku. Aku yakin itu, meskipun aku tak benar-benar tahu bagaimana wajahku. senyum Aku lelah membalut melambaikan tangan setinggi mungkin. Berharap Lestari tahu bahwa itu aku. Padahal keadaan stasiun sama sekali tidak dapat dikatakan ramai. “Dek … dek …” ku panggil Lestari Dia terlihat letih karena perjalanan yang cukup panjang. Dengan segera dia lari ke arahku dan mengulurkan kedua tangannya. untuk Yaa, mendekap mengisyarakatkan aku tubuhnya. aku Tapi, 82