Laku Lampah Desember. 2016 | Page 90

sangat lambat merespon menelungkupkan kembali. hingga kedua Aarrrgghhh … ia tangannya aku sedikit menyesalinya. “Gimana kabarnya, Mas?” “well, aku baik-baik aja, dik. Kamu gimana?” Seperti mulai ketika biasa perbincangan sudah sampai ke kita dalam mobil. Berbeda dengan dulu, aku terkesan kaku menanggapi obrolannya. Entah karena aku gugup, sudah tidak terbiasa dengannya, atau karena aku sudah 83