Laku Lampah Desember. 2016 | Página 88

lebih memilih berfikir untuk merangkai kata-kata ketika berhadapan dengan Lestari. Atau memikirkan ketika Lestari tiba? Apa lakukan? yang pertama Menjabat akan ku tangannya? Memeluknya? Atau menciumnya? Plaaak… lamunanku tersadarkan oleh tanganku yang tiba-tiba menampar keras pipiku sediri, seketika menyadari apa yang akan ku katakan. Suara gemuruh kereta yang hendak lewat sudah kembali terdengar. Meskipun setiap ada suara gemuruh kereta aku sudah penuh harap, lalu kecewa ketika yang datang bukan Lestari. Sampai aku lelah berharap. berhenti, Namun, beberapa saat ketika kereta kemudian ku 81