lebih memilih berfikir untuk merangkai
kata-kata
ketika
berhadapan
dengan
Lestari. Atau memikirkan ketika Lestari
tiba?
Apa
lakukan?
yang
pertama
Menjabat
akan
ku
tangannya?
Memeluknya? Atau menciumnya? Plaaak…
lamunanku
tersadarkan
oleh
tanganku
yang tiba-tiba menampar keras pipiku
sediri, seketika menyadari apa yang akan
ku katakan.
Suara gemuruh kereta yang hendak
lewat sudah kembali terdengar. Meskipun
setiap ada suara gemuruh kereta aku
sudah penuh harap, lalu kecewa ketika
yang datang bukan Lestari. Sampai aku
lelah
berharap.
berhenti,
Namun,
beberapa
saat
ketika
kereta
kemudian
ku
81