Laku Lampah Desember. 2016 | Page 52

bertambah saja, begitu juga dengan rasa malasku untuk mencari pekerjaan. Bertambah. Semangatku yang melonjak tinggi karena penolakan dari keluargaku saat aku diterima di perusahaan swasta yang tidak Ayah, terus begitu besar. Sementara memintaku menerima tawaran pekerjaan sahabatnya yang jauh lebih menjanjikan. Semua jadi menggiurkan dalam benakku. “Okelah kalau kamu setuju, besuk Ayah temui Kang Dodit.” 45