Mengapa Tidak Menggunakan
Bahasa Batak Asli?
ANTONIA HUTAJULU
Bahasa dapat menunjukkan peradaban suatu bangsa atau suku.
Bahasa Batak itu kaya karena jumlah kosa katanya sangat banyak dan dapat menyatakan
sesuatu dengan khas (spesifik).
Kata serapan diperlukan kalau memang tidak ada padanannya didalam suatu bahasa.
Kata komputer misalnya diserap kedalam bahasa Batak yaitu komputer.
Tetapi, kenapa ada diserap kata asing misalnya dari bahasa Indonesia kedalam bahasa Batak
padahal kata asing tersebut ada kata aslinya dalam bahasa Batak?
Mari kita cermati sebagian kata-kata yang bahasa Indonesianya diawali huruf "C".
Contohnya CINCIN di sebagian daerah bahasa Bataknya SINSIN. Karena huruf C tidak ada
pada aksara batak, lalu kata CinCin menjadi SinSin.
Padahal ada kata asli bahasa Batak untuk CINCIN yaitu TINTIN.
Hal sama terjadi pada kata CABE yang diserap menjadi SABE padahal ada kata asli bataknya
yaitu: lasiak.
Berikutnya, CANGKUL yang diserap menjadi saKkul. Padahal ada kata asli bataknya yaitu
panggu.
Kata yang lain CAMPUR diserap menjadi SAMPUR, Batak :lamuk.
CACING diserap menjadi CATCING. Batak : gulok
CICAK diserap menjadi SISAK. Batak :boras pati
Dan banyak lagi kata-kata yang lain. Begitulah kenyataannya.
Sebagai penutup bercerita atau mendengar cerita adalah kegiatan menyenangkan. Nah, kata
CERITA diserap menjadi CARITA.
Padahal ada kata asli bahasa Batak untuk kata CERITA.
Apakah itu?
- 15 -