INOVASI
www. taliscapital. com
Internet of Things( IoT), Suatu Langkah Pesat Optimalisasi Teknologi Internet
Mungkinkah bangku-bangku dan meja-meja di ruang meeting sebuah gedung perkantoran‘ memberitahukan’ kepada petugas bagian umum berapa orang yang hadir dan perlu air minum atau makanan cemilan? Juga ruang meeting tersebut bisa memberikan informasi kapan harus dibersihkan.
Ini bukan cerita fiksi atau kisah film-film hollywood. Proses otomatisasi seperti itu kini sudah bisa dilakukan oleh sebuah rumah tangga atau pun kantor. Inilah era di mana jaringan atau sistem internet tak hanya berfungsi secara personal tapi sudah bisa dimanfaatkan untuk menghubungkan antara satu peralatan ke peralatan lain. Inilah yang disebut Internet of Things( IoT).
IBM sudah menandatangani kesepakatan dengan kantor pusat ISS di Denmark beberapa waktu lalu untuk mengerjakan IoT untuk gedung-gedung perkantoran yang menjadi klien-klien ISS di seluruh dunia.
IoT belakangan ini mulai ramai ditemui namun masih banyak yang belum mengerti arti dari istilah ini. Sebetulnya hingga saat ini belum ada pengertian atau definisi standar mengenai Internet of Things, namun secara singkat Internet of Things bisa dibilang adalah di mana benda-benda di sekitar kita dapat berkomunikasi antara satu sama lain melalui sebuah jaringan seperti internet.
Ide awal Internet of Things pertama kali dimunculkan oleh Kevin Ashton pada 1999 di salah satu presentasinya. Kini banyak perusahaan besar mulai mendalami Internet of Things sebut saja Intel, Microsoft, Oracle, dan banyak lainnya.
Banyak yang memprediksi bahwa pengaruh Internet of Things adalah“ the next big thing” di dunia teknologi informasi, karena IoT menawarkan banyak potensi yang bisa digali. Contoh sederhana manfaat dan implementasi dari Internet of Things pada ruang meeting.
Untuk sistem kerja pemeliharaan fasilitas IoT akan sangat membantu. Dalam cerita di awal tulisan ini, bangku-bangku dan meja di ruang meeting dipasang sensor dengan sistem pemindaian( scanning) yang berhubungan dengan aktifitas manusia di dalam ruangan tersebut. Sistem otomatisasi ini kemudian akan melakukan pekerjaan menyalakan atau mematikan lampu-lampu saat diperlukan.
Dengan pengaturan seperti ini tentu akan berdampak pada penghematan energi listrik di dalam ruangan rapat itu. Pun informasi kapasitas lampu yang harus diganti atau AC yang perlu dibersihkan atau mengalam kerusakan.
Cara kerja Cara Kerja Internet of Things yaitu dengan memanfaatkan sebuah argumentasi pemrograman yang di mana tiap-tiap perintah argumennya itu menghasilkan sebuah interaksi antara sesama mesin yang terhubung secara otomatis tanpa campur tangan manusia dan dalam jarak berapa pun. Internetlah yang menjadi penghubung di antara kedua interaksi mesin tersebut, sementara manusia hanya bertugas sebagai pengatur dan pengawas bekerjanya alat tersebut secara langsung.
Tantangan terbesar dalam mengkonfigurasi Internet of Things ialah menyusun jaringan komunikasinya sendiri, yang dimana jaringan tersebut sangatlah kompleks, dan memerlukan sistem keamanan yang ketat. Selain itu, tantangan lain adalah biaya yang masih relatif tinggi dan sering menjadi penyebab kegagalan‘ komunikasi’ antar benda-benda tersebut.
Kendati begitu, masih perlu dilakukan riset yang lebih mendalam lagi atas konsep Internet of Things dan kontrol automatisasi ini. Agar di masa depan Internet of Things akan menjadi jaringan yang terbuka dan semua perintah dilakukan secara auto- terorganisir secara otomatis, melalui obyek-obyek virtual( avatar) dan dapat dioperasikan dengan mudah, bertindak secara independen sesuai dengan konteks, situasi atau lingkungan yang dihadapi. l
* Diolah dari berbagai sumber, diantaranya teknojurnal. com dan wikipedia.
VOL. 2 NO. 4 FEBRUARI 2017 GREAT ISS
37