TOPINI( TOPIK TERKINI)
PIN WAYANG TBE & GHA;
SEBUAH RENUNGAN
PIN terbaru dari The Best Employee( TBE) dan Golden Heart Award( GHA) ISS Indonesia yang mengambil profil tokoh-tokoh pewayangan Pandawa 5 adalah hal yang sangat tepat. Karena profil tokoh pewayangan tersebut tidak usang dimakan zaman di mana teknologi informasi terus berkembang dan berubah dengan cepat, nilai-nilai budaya bergeser, seperti individualisme dan egoisme. Sementara nilai – nilai filosofis yang dimiliki para tokoh – tokoh Pandawa 5 di PIN TBE dan GHA memiliki kemiripan dan sejalan dengan nilai – nilai yang saya terima dari ISS Indonesia.
Sejujurnya saya belum merasakan bagaimana sedapnya menyematkan PIN kebanggaan itu yang hanya dimiliki oleh segilintir orang – orang pilihan di ISS Indonesia. Namun saya bisa merasakan kebanggaan yang tercermin dari perilaku mereka yang mengenakan PIN tersebut.
Arjuna Club
Saya pun mulai berandai – andai, melayangkan jauh imajinasi, ah, seandainya di baju saya menempel PIN penghargaan tersebut, betapa bangganya saya, di dalam team, di rumah dan saat bertemu dengan orang – orang baru di tempat kerja. I am the special one.
Meski begitu, ini bukan sekadar perkara mendapatkan PIN tersebut, hal yang lebih penting adalah proses yang harus dilalui serta konsekuensinya yang pastinya membuat bangga. Dengan demikian, setiap pemenang The Best Employee pasti bisa bekerja lebih baik lagi dan melayani dengan sepenuh hati sehingga orangorang di sekitar bisa merasakannya. Dan itu adalah sebagai pembuktian yang menunjukkan bahwa mereka selangkah lebih maju dibandingkan dengan saya.
Apakah saya berkecil hati? Ya, sepintas itulah jawabannya. Tapi tentu saja bukan jawaban yang mutlak. Introspeksi
36 GREAT ISS VOL. 2 NO. 4 FEBRUARI 2017
Bima Club
Penulis: Philipus Teguh Paryanto
Puntadewa Club diri, bertanya pada diri sendiri, kemudian menjawabnya dengan tindakan nyata. Apa yang membuat mereka bisa mendapatkan PIN? Apakah saya tidak bisa seperti mereka? Satu hal yang pasti, saya bisa menjadi apapun, tergantung bagaimana saya memperlakukan diri saya. Belajar banyak hal dan memperkaya diri dengan mengambil hal positif dari orang yang pengetahuannya di atas saya, serta bersyukur dengan apa yang dimiliki saat ini.
Tentu saja dalam setiap tingkatan prosesnya, banyak hal yang akan menjadi hambatan ataupun justru sebagai motivasi untuk mencapai tujuan. Lalu bagaimana saya bisa memilah yang sedang dihadapi adalah hambatan atau sebuah harapan? Kuncinya adalah kepekaan individu untuk menyesuaikan diri dan tidak resistant terhadap suatu perubahan. Mengubah pola pikir dari cara yang lama menjadi yang baru yang lebih efektif. Inilah tindakan yang akan menjadi penggerak kemampuan beradaptasi. Kualitas kepribadian yang baik akan tumbuh dan terlihat jelas meski individu yang bersangkutan berada pada peran – peran kecil.
Saya mencoba mempelajari sikap dan perilaku para pemenang dalam penghargaan TBE dalam setiap sesi. Umumnya, mereka mempersiapkan diri untuk memenangkan tiket keberhasilan dan mendapatkan konsekuensi atas apa yang mereka lakukan. Mereka selalu berusaha mendapatkan bintang satu tingkat di atas dari yang diperoleh saat ini. Kuncinya adalah, konsistensi dengan hal baik yang sudah dicapai, berlatih dan memperkaya diri terhadap hal yang baru.
Nilai – nilai luhur yang ada di ISS hendaknya dapat ditanamkan dalam kegiatan sehari-hari untuk meningkatkan pribadi yang berkualitas. Rasa puas seringkali menjadi penghambat keberhasilan. Bahkan, keberhasilan terkadang diartikan sebagai sebuah keberuntungan semata. Keberhasilan sejatinya berangkat dari persiapan yang matang. Menyiapkan diri untuk menjadi seorang yang selalu naik kelas.
Kembali lagi pada penghargaan karyawan terbaik ISS Indonesia. Tentunya mereka para pemenang tidak terlena dalam zona nyaman, datang ke lokasi kerja, mengerjakan rutini tasnya. Saya yakin mereka melakukan usaha lebih, dibumbui dengan nilai – nilai ISS, hingga berani keluar dari zona nyaman.
Mereka memilih untuk berada di luar zona itu. Ketidaknyamanan akan menumbuhkan semangat dan mental untuk bertahan melakukan hal yang baik secara konsisten, dan ini dapat menjadi pembangkit kreatifitas, untuk bekerja lebih dari sekedar rutinitas saja, hingga dapat mengubah pola pikir yang selama ini hanya jadi kebiasaan.
Akhirnya, tidak ada ukuran untuk sebuah kesempurnaan seperti digambarkan oleh Puntadewa. Menjadi pribadi yang rendah hati, selalu melayani sesama dapat memantapkan diri untuk menjadi pemenang. Berangkat dari nol, untuk menuju ke kelas berikutnya, untuk meraih bintang yang tertinggi dalam kehidupan. l