Insight
“Suatu informasi yang ramai di media sosial
belum tentu 100 persen benar. Untuk itu, kami
mencari tahu, melakukan konfirmasi, menggali
fakta, termasuk berbicara dengan si pengemudi.
Setelahnya, barulah perusahaan memberikan
pernyataan resmi,” ujar Amallia.
Media sosial memang efektif untuk berbagi
informasi. Bagi Blue Bird Group, ini juga
saluran untuk memupuk kedekatan dengan
pelanggan eksternal. Bersama timnya, Erditya
dan Amalia terus menggali ide-ide tematik.
Konten website dan media sosial Blue Bird
Group dioptimalkan, tidak lagi dibuat
terlalu corporate.
Memasuki bulan kedua 2018,
Erditya menyatakan Blue Bird
bertekad terus memupuk
kepercayaan para pelanggan
dan menggali ide-ide inovatif
yang relevan dengan generasi
millennial.
QUICK RESPONSE | Tim komunikasi
Blue Bird menerapkan respons yang
cepat pada perubahan dan permintaan
market.
64
Mutiara Biru
Dengan konten yang lebih luwes, kreatif dan
menarik, diakui Erditya, “Responsnya lumayan
bagus.” Salah satu konten menarik yang dirilis
sejak awal November 2017 adalah Bird Komedi
di channel YouTube Blue Bird Group yang
menampilkan aksi pengemudi taksi serta
komika bermonolog ala stand up comedy.
pun menggarap konten berdurasi singkat,”
kata Erditya. Jadi tantangan tersendiri bagi
Erditya dan tim untuk membuat konten yang
keren dan tidak tampak jadul bagi kalangan
millennial tanpa harus mengubah image
Blue Bird menjadi remaja.
Memasuki bulan kedua 2018, Erditya
menyatakan Blue Bird bertekad terus
memupuk kepercayaan para pelanggan
dan menggali ide-ide inovatif yang relevan
dengan generasi millennial. Bersama timnya,
Erditya juga memantau keberhasilan
program dan konten yang dikomunikasikan
ke publik.
“Kami memantau setiap dua pekan sekali mana
konten yang baik dan efektif. Jika ternyata tidak
berhasil, kami langsung mengganti dengan
konten baru, tanpa perlu menunggu sampai
enam bulan ke depan. Sekarang, pergerakan
konten dan keputusan untuk mengubahnya
berlangsung cepat, serba dinamis. Pola berpikir
pelaku marketing tidak bisa kaku, karena
sekarang market-nya seperti itu,”
Erditya menegaskan.
Menurut Erditya, para pengemudi taksi adalah
gudangnya cerita lucu, begitu pula para
komika. Hingga tak sulit bagi mereka untuk
berbagi pengalaman seru bersama taksi
Blue Bird. Berdurasi sekitar 2-3 menit, konten
Bird Komedi dianggap memenuhi kebutuhan
konsumen, juga sesuai zamannya. Senada dengan itu, Amalia pun meyakini, “Saat
ini yang dibutuhkan adalah kecepatan dan
ketepatan untuk mengubah krisis menjadi
kesempatan. Cekatan menggarap strategi dan
menggodok ide baru, program baru yang lebih
seru. Harus pintar ‘riding the momentum’.
Bagi kami, yang penting keputusan oke,
langsung dijalankan.”
Riding the Momentum
“Usia Blue Bird Group sudah lebih dari
45 tahun, namun pendekatan terhadap
konsumen, terutama kaum muda, tetap
relevan. Mereka rata-rata tidak memiliki
kebiasaan untuk meluangkan waktu lama
kala mengonsumsi suatu konten, maka kami Sejauh ini, Blue Bird Group sudah menjalin
kerja sama dengan beberapa pihak—termasuk
Unilever, Traveloka, Gojek, juga komunitas—
dalam menggarap program komunikasi yang
inovatif. “Semua menyesuaikan kebutuhan
pelanggan agar kami lebih dekat dengan
mereka, terutama kaum muda,” ujar Amalia.
sosial, pihak perusahaan tidak serta-merta
memberikan sanksi, melainkan mengecek
ulang dan menggali fakta sebenarnya.