Bluebird - Mutiarabiru Mutiarabiru Magazine - Februari 2018 | Page 66

Insight “Suatu informasi yang ramai di media sosial belum tentu 100 persen benar. Untuk itu, kami mencari tahu, melakukan konfirmasi, menggali fakta, termasuk berbicara dengan si pengemudi. Setelahnya, barulah perusahaan memberikan pernyataan resmi,” ujar Amallia. Media sosial memang efektif untuk berbagi informasi. Bagi Blue Bird Group, ini juga saluran untuk memupuk kedekatan dengan pelanggan eksternal. Bersama timnya, Erditya dan Amalia terus menggali ide-ide tematik. Konten website dan media sosial Blue Bird Group dioptimalkan, tidak lagi dibuat terlalu corporate. Memasuki bulan kedua 2018, Erditya menyatakan Blue Bird bertekad terus memupuk kepercayaan para pelanggan dan menggali ide-ide inovatif yang relevan dengan generasi millennial. QUICK RESPONSE | Tim komunikasi Blue Bird menerapkan respons yang cepat pada perubahan dan permintaan market. 64 Mutiara Biru Dengan konten yang lebih luwes, kreatif dan menarik, diakui Erditya, “Responsnya lumayan bagus.” Salah satu konten menarik yang dirilis sejak awal November 2017 adalah Bird Komedi di channel YouTube Blue Bird Group yang menampilkan aksi pengemudi taksi serta komika bermonolog ala stand up comedy. pun menggarap konten berdurasi singkat,” kata Erditya. Jadi tantangan tersendiri bagi Erditya dan tim untuk membuat konten yang keren dan tidak tampak jadul bagi kalangan millennial tanpa harus mengubah image Blue Bird menjadi remaja. Memasuki bulan kedua 2018, Erditya menyatakan Blue Bird bertekad terus memupuk kepercayaan para pelanggan dan menggali ide-ide inovatif yang relevan dengan generasi millennial. Bersama timnya, Erditya juga memantau keberhasilan program dan konten yang dikomunikasikan ke publik. “Kami memantau setiap dua pekan sekali mana konten yang baik dan efektif. Jika ternyata tidak berhasil, kami langsung mengganti dengan konten baru, tanpa perlu menunggu sampai enam bulan ke depan. Sekarang, pergerakan konten dan keputusan untuk mengubahnya berlangsung cepat, serba dinamis. Pola berpikir pelaku marketing tidak bisa kaku, karena sekarang market-nya seperti itu,” Erditya menegaskan. Menurut Erditya, para pengemudi taksi adalah gudangnya cerita lucu, begitu pula para komika. Hingga tak sulit bagi mereka untuk berbagi pengalaman seru bersama taksi Blue Bird. Berdurasi sekitar 2-3 menit, konten Bird Komedi dianggap memenuhi kebutuhan konsumen, juga sesuai zamannya. Senada dengan itu, Amalia pun meyakini, “Saat ini yang dibutuhkan adalah kecepatan dan ketepatan untuk mengubah krisis menjadi kesempatan. Cekatan menggarap strategi dan menggodok ide baru, program baru yang lebih seru. Harus pintar ‘riding the momentum’. Bagi kami, yang penting keputusan oke, langsung dijalankan.” Riding the Momentum “Usia Blue Bird Group sudah lebih dari 45 tahun, namun pendekatan terhadap konsumen, terutama kaum muda, tetap relevan. Mereka rata-rata tidak memiliki kebiasaan untuk meluangkan waktu lama kala mengonsumsi suatu konten, maka kami Sejauh ini, Blue Bird Group sudah menjalin kerja sama dengan beberapa pihak—termasuk Unilever, Traveloka, Gojek, juga komunitas— dalam menggarap program komunikasi yang inovatif. “Semua menyesuaikan kebutuhan pelanggan agar kami lebih dekat dengan mereka, terutama kaum muda,” ujar Amalia. sosial, pihak perusahaan tidak serta-merta memberikan sanksi, melainkan mengecek ulang dan menggali fakta sebenarnya.