Bluebird - Mutiarabiru Mutiarabiru Magazine - Februari 2018 | Page 67

Behind the Wheel Doctors for Drivers Untuk karyawan, pengemudi beserta keluarganya, Blue Bird menyiapkan dokter-dokter yang siap melayani berbagai keluhan penyakit. Semua bebas biaya. Sejauh ini layanan kesehatan masih bersifat promotif, preventif, dan kuratif. “Tidak sampai rehabilitatif,” kata Hady, dokter spesialis penyakit dalam. Tak sebatas gangguan fisik, karyawan yang mengeluhkan tekanan mental atau stres juga dilayani. Mereka dibekali surat pengantar dari dokter untuk berkonsultasi dengan psikolog dari tim Human Resource Development (HRD). Sementara penyakit yang tidak bisa ditangani dokter di klinik bisa dirujuk ke rumah sakit tertentu. “Sudah ada sistem di perusahaan yang mengatur pengobatan atau perawatan di rumah sakit rujukan sesuai diagnosis, indikasi, keperluan, dan porsinya. Karyawan harus menaati ketentuan dan langkah- langkah formatif. Jangan asal mengajukan reimbursement,” ujar dr. Hady. S elama hampir tiga dekade, Blue Bird Group mempraktikkan Health, Safety, and the Environment (HSE) bagi segenap karyawan di lingkungan kerjanya, terutama pengemudi taksi. Sejalan dengan itu dibangun Klinik Umum dan Klinik Spesialis di tiap pool di kota-kota besar. Khusus Jakarta, juga dioperasikan satu unit Klinik Gigi keliling yang menggunakan armada minibus. Sekitar 40 dokter umum dan spesialis (paru, kebidanan, jantung, penyakit dalam, anak, gigi) berpraktik setiap hari di sejumlah pool di Jakarta. “Selain memberikan layanan kesehatan, kami juga memastikan karyawan layak kerja atau tidak,” kata dr. Nina Widiastuti, MKM, selaku koordinator tim dokter, yang berpraktik di Klinik Umum di pool Warung Buncit, setiap Selasa dan Rabu. Karyawan yang telah memiliki kartu Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Karyawan dan Keluarga (JPK3) berhak mendapatkan layanan kesehatan untuk diri sendiri serta keluarga intinya (istri/ suami dan anak-anak) tanpa dipungut bayaran. Dokter Seruni mengingatkan, agar karyawan tidak lupa membawa kartu JPK3 setiap kali hendak mendaftar ke klinik untuk memeriksakan diri ke dokter. JPK3 menanggung tak kurang 144 penyakit. Berdasarkan surveilans dari tiap pool di kota-kota besar, rata-rata karyawan, terutama pengemudi, mengeluhkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pegal-pegal. “Hampir semua penyakit disediakan obatnya di klinik di pool, gratis,” kata Nina. Menurut dr. Hadyanto Caputra yang juga seorang Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS), fasilitas dan tata kelola klinik di pool, sudah sesuai standar klinik pratama dari Kementerian Kesehatan. Klinik Spesialis di pool dilengkapi peralatan USG, EKG, inhalasi, spirometri. Sementara itu dokter spesialis gigi di klinik keliling Blue Bird, drg. Paradhina, mengatakan bahwa peralatan di Klinik Gigi keliling sudah cukup lengkap untuk layanan standar seperti penambalan, pencabutan dan pembersihan karang gigi. Selain memberi pengobatan terhadap berbagai macam penyakit, tim dokter di klinik Blue Bird juga secara aktif menyelenggarakan sebuah kampanye berhenti merokok. Program kesehatan ini ditujukan kepada seluruh karyawan dan pengemudi Blue Bird. Tim spesialis paru di klinik Blue Bird siap untuk memberi pelayanan, baik itu bagi mereka yang ingin konsultasi mengenai kebiasaan merokok, memeriksa kondisi paru mereka, dan juga melayani mereka yang membutuhkan terapi agar terhindar dari kebiasaan buruk yang mematikan itu. Untuk itu, selain melakukan pemeriksaan dan pengobatan, tim dokter juga memberikan edukasi kesehatan bagi karyawan, terutama pengemudi taksi, melalui sesi pelatihan, seminar dan kampanye. Tema edukasi kesehatan disesuaikan isu atau kasus yang tengah marak, antara lain vaksin virus Zika, sampai Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD). PREVENTIF | Dokter-dokter di klinik Blue Bird umumnya menjalankan pemeriksaan preventif. Mutiara Biru 65