Behind the Wheel
Doctors for
Drivers
Untuk karyawan, pengemudi beserta keluarganya, Blue Bird
menyiapkan dokter-dokter yang siap melayani berbagai keluhan
penyakit. Semua bebas biaya.
Sejauh ini layanan kesehatan masih bersifat
promotif, preventif, dan kuratif. “Tidak sampai
rehabilitatif,” kata Hady, dokter spesialis
penyakit dalam. Tak sebatas gangguan fisik,
karyawan yang mengeluhkan tekanan mental
atau stres juga dilayani. Mereka dibekali surat
pengantar dari dokter untuk berkonsultasi
dengan psikolog dari tim Human Resource
Development (HRD).
Sementara penyakit yang tidak bisa ditangani
dokter di klinik bisa dirujuk ke rumah sakit
tertentu. “Sudah ada sistem di perusahaan
yang mengatur pengobatan atau perawatan
di rumah sakit rujukan sesuai diagnosis,
indikasi, keperluan, dan porsinya. Karyawan
harus menaati ketentuan dan langkah-
langkah formatif. Jangan asal mengajukan
reimbursement,” ujar dr. Hady.
S
elama hampir tiga dekade, Blue Bird
Group mempraktikkan Health, Safety,
and the Environment (HSE) bagi segenap
karyawan di lingkungan kerjanya, terutama
pengemudi taksi. Sejalan dengan itu
dibangun Klinik Umum dan Klinik Spesialis di
tiap pool di kota-kota besar. Khusus Jakarta,
juga dioperasikan satu unit Klinik Gigi keliling
yang menggunakan armada minibus.
Sekitar 40 dokter umum dan spesialis (paru,
kebidanan, jantung, penyakit dalam, anak,
gigi) berpraktik setiap hari di sejumlah pool di
Jakarta. “Selain memberikan layanan kesehatan,
kami juga memastikan karyawan layak kerja
atau tidak,” kata dr. Nina Widiastuti, MKM, selaku
koordinator tim dokter, yang berpraktik di Klinik
Umum di pool Warung Buncit, setiap Selasa
dan Rabu.
Karyawan yang telah memiliki kartu Jaminan
Pemeliharaan Kesehatan Karyawan dan Keluarga
(JPK3) berhak mendapatkan layanan kesehatan
untuk diri sendiri serta keluarga intinya (istri/
suami dan anak-anak) tanpa dipungut bayaran.
Dokter Seruni mengingatkan, agar karyawan
tidak lupa membawa kartu JPK3 setiap kali
hendak mendaftar ke klinik untuk memeriksakan
diri ke dokter.
JPK3 menanggung tak kurang 144 penyakit.
Berdasarkan surveilans dari tiap pool di
kota-kota besar, rata-rata karyawan, terutama
pengemudi, mengeluhkan infeksi saluran
pernapasan akut (ISPA) dan pegal-pegal.
“Hampir semua penyakit disediakan obatnya
di klinik di pool, gratis,” kata Nina.
Menurut dr. Hadyanto Caputra yang juga
seorang Magister Administrasi Rumah Sakit
(MARS), fasilitas dan tata kelola klinik di pool,
sudah sesuai standar klinik pratama dari
Kementerian Kesehatan. Klinik Spesialis di
pool dilengkapi peralatan USG, EKG, inhalasi,
spirometri. Sementara itu dokter spesialis
gigi di klinik keliling Blue Bird, drg. Paradhina,
mengatakan bahwa peralatan di Klinik Gigi
keliling sudah cukup lengkap untuk layanan
standar seperti penambalan, pencabutan dan
pembersihan karang gigi.
Selain memberi pengobatan terhadap
berbagai macam penyakit, tim dokter di klinik
Blue Bird juga secara aktif menyelenggarakan
sebuah kampanye berhenti merokok. Program
kesehatan ini ditujukan kepada seluruh
karyawan dan pengemudi Blue Bird. Tim
spesialis paru di klinik Blue Bird siap untuk
memberi pelayanan, baik itu bagi mereka
yang ingin konsultasi mengenai kebiasaan
merokok, memeriksa kondisi paru mereka, dan
juga melayani mereka yang membutuhkan
terapi agar terhindar dari kebiasaan buruk
yang mematikan itu.
Untuk itu, selain melakukan pemeriksaan
dan pengobatan, tim dokter juga memberikan
edukasi kesehatan bagi karyawan, terutama
pengemudi taksi, melalui sesi pelatihan,
seminar dan kampanye. Tema edukasi
kesehatan disesuaikan isu atau kasus yang
tengah marak, antara lain vaksin virus Zika,
sampai Penanggulangan Penderita Gawat
Darurat (PPGD).
PREVENTIF | Dokter-dokter di klinik
Blue Bird umumnya menjalankan
pemeriksaan preventif.
Mutiara Biru
65