Bluebird - Mutiarabiru Mutiarabiru Magazine - Februari 2018 | Page 65

Insight S ejak awal berdiri, lebih dari 45 tahun lalu, Blue Bird Group telah menjalankan program komunikasi dua arah yang ditujukan kepada pelanggan eksternal dan internal. Pelanggan eksternal adalah konsumen, khususnya penumpang taksi, sementara pelanggan internal adalah karyawan Blue Bird, terutama pengemudi taksi. “Kami menjalankan program komunikasi eksternal untuk memastikan konsumen tetap menaruh kepercayaan terhadap taksi Blue Bird, dan merasakan kenyamanan layanan kami. Namun program komunikasi internal juga tidak kalah penting,” kata Erditya Nur Arfah, Marketing Communication di Blue Bird Group. Pada prinsipnya, menurut Erditya, bila perusahaan melayani pelanggan internal dengan baik, maka sebagai timbal baliknya tentu mereka akan melayani pelanggan eksternal dengan lebih baik. Tak sebatas kesejahteraan, pelanggan internal juga memperoleh kenyamanan dalam bekerja, serta suasana kerja yang kekeluargaan. “Inilah filosofi yang mendasari program komunikasi Blue Bird Group selama lebih dari 45 tahun, dan membuat kami terus tumbuh, dari perusahaan transportasi kecil hingga sekarang dipercaya sebagai percontohan, tidak hanya skala nasional—di Indonesia, juga regional—di beberapa negara,” lanjut Erditya. Program komunikasi yang dijalankan Blue Bird Group dari waktu ke waktu tidak kaku, melainkan fleksibel mengikuti perkembangan zaman. Terlebih perusahaan ini tumbuh semakin besar, jumlah karyawan pun bertambah semakin banyak. Seiring berkembangnya perusahaan, salah satu aspek yang penting untuk dikomunikasikan adalah kebijakan perusahaan. Kami menjalankan program komunikasi eksternal untuk memastikan konsumen tetap menaruh kepercayaan terhadap taksi Blue Bird, dan merasakan kenyamanan layanan kami. Road Stars Program komunikasi juga digencarkan untuk memotivasi karyawan, terutama pengemudi taksi. Erditya tak menyangkal, sehari-hari ada saja kejadian atau masalah yang membuat pengemudi taksi patah semangat, sampai- sampai memengaruhi produktivitasnya, dari kemacetan sampai kelakuan penumpang yang berbeda-beda. Salah satu program yang belakangan ini dikomunikasikan untuk memotivasi pengemudi taksi adalah penganugerahan predikat Road Stars. Berbeda dengan program reguler Pengemudi Teladan yang diadakan setiap tiga bulan, Road Stars diberikan sebulan sekali, berdasarkan ulasan positif di media sosial dari penumpang. Melalui program komunikasi, kebijakan diedarkan ke segala lini agar diketahui oleh seluruh karyawan, dari posisi atas sampai bawah. Dulu, penyampaiannya diestafet secara terstruktur dalam lingkaran Serikat Pekerja dan Pengemudi Blue Bird Group (SPPBBG), dari ketua, pembina sampai anggota. Kini, seiring perkembangan teknologi, program komunikasi juga disampaikan melalui aplikasi pesan di ponsel pintar, serta media sosial, termasuk Facebook. Dampaknya, jaringan komunikasi kian meluas. “Bukan hanya mengestafet kebijakan dari atas, tapi juga menerima aspirasi dari bawah,” kata Erditya. Kebijakan perusahaan yang disebarluaskan melalui program komunikasi di antaranya terkait kesejahteraan. Dengan begitu, karyawan mengetahui adanya informasi mengenai beasiswa untuk anak-anaknya, kegiatan Kartini Blue Bird untuk istrinya, juga layanan kesehatan di klinik maupun rumah sakit. “Informasi mengenai pengemudi taksi yang mendapat predikat Road Stars dimuat di media sosial, juga di aplikasi khusus pengemudi taksi Blue Bird. Mendapat pengakuan dan publisitas seperti itu membuat pengemudi lebih bersemangat,” kata Amalia Yaksa Parijata, Corporate Communications di Blue Bird Group. DIGITALISASI | Informasi internal juga disebar secara digital agar lebih efektif dan kekinian. Erditya dan Amalia berharap Road Stars mampu menginspirasi semua pengemudi taksi Blue Bird, bahwa aksi baik layak diberi apresiasi. Sebaliknya, jika pengemudi taksi mendapatkan ulasan negatif di media Mutiara Biru 63