Insight
S
ejak awal berdiri, lebih dari 45 tahun
lalu, Blue Bird Group telah menjalankan
program komunikasi dua arah yang
ditujukan kepada pelanggan eksternal
dan internal. Pelanggan eksternal adalah
konsumen, khususnya penumpang
taksi, sementara pelanggan internal
adalah karyawan Blue Bird, terutama
pengemudi taksi.
“Kami menjalankan program komunikasi
eksternal untuk memastikan konsumen tetap
menaruh kepercayaan terhadap taksi
Blue Bird, dan merasakan kenyamanan
layanan kami. Namun program komunikasi
internal juga tidak kalah penting,” kata Erditya
Nur Arfah, Marketing Communication di
Blue Bird Group.
Pada prinsipnya, menurut Erditya, bila
perusahaan melayani pelanggan internal
dengan baik, maka sebagai timbal baliknya
tentu mereka akan melayani pelanggan
eksternal dengan lebih baik. Tak sebatas
kesejahteraan, pelanggan internal juga
memperoleh kenyamanan dalam bekerja,
serta suasana kerja yang kekeluargaan.
“Inilah filosofi yang mendasari program
komunikasi Blue Bird Group selama lebih dari
45 tahun, dan membuat kami terus tumbuh,
dari perusahaan transportasi kecil hingga
sekarang dipercaya sebagai percontohan,
tidak hanya skala nasional—di Indonesia,
juga regional—di beberapa negara,”
lanjut Erditya.
Program komunikasi yang dijalankan
Blue Bird Group dari waktu ke waktu
tidak kaku, melainkan fleksibel mengikuti
perkembangan zaman. Terlebih perusahaan
ini tumbuh semakin besar, jumlah karyawan
pun bertambah semakin banyak. Seiring
berkembangnya perusahaan, salah satu aspek
yang penting untuk dikomunikasikan adalah
kebijakan perusahaan.
Kami menjalankan program
komunikasi eksternal untuk
memastikan konsumen
tetap menaruh kepercayaan
terhadap taksi Blue Bird, dan
merasakan kenyamanan
layanan kami.
Road Stars
Program komunikasi juga digencarkan untuk
memotivasi karyawan, terutama pengemudi
taksi. Erditya tak menyangkal, sehari-hari ada
saja kejadian atau masalah yang membuat
pengemudi taksi patah semangat, sampai-
sampai memengaruhi produktivitasnya, dari
kemacetan sampai kelakuan penumpang
yang berbeda-beda.
Salah satu program yang belakangan
ini dikomunikasikan untuk memotivasi
pengemudi taksi adalah penganugerahan
predikat Road Stars. Berbeda dengan program
reguler Pengemudi Teladan yang diadakan
setiap tiga bulan, Road Stars diberikan sebulan
sekali, berdasarkan ulasan positif di media
sosial dari penumpang.
Melalui program komunikasi, kebijakan
diedarkan ke segala lini agar diketahui oleh
seluruh karyawan, dari posisi atas sampai
bawah. Dulu, penyampaiannya diestafet
secara terstruktur dalam lingkaran Serikat
Pekerja dan Pengemudi Blue Bird Group
(SPPBBG), dari ketua, pembina sampai
anggota. Kini, seiring perkembangan
teknologi, program komunikasi juga
disampaikan melalui aplikasi pesan di ponsel
pintar, serta media sosial, termasuk Facebook.
Dampaknya, jaringan komunikasi kian meluas.
“Bukan hanya mengestafet kebijakan dari atas,
tapi juga menerima aspirasi dari bawah,”
kata Erditya.
Kebijakan perusahaan yang disebarluaskan
melalui program komunikasi di antaranya
terkait kesejahteraan. Dengan begitu,
karyawan mengetahui adanya informasi
mengenai beasiswa untuk anak-anaknya,
kegiatan Kartini Blue Bird untuk istrinya, juga
layanan kesehatan di klinik maupun
rumah sakit.
“Informasi mengenai pengemudi taksi
yang mendapat predikat Road Stars dimuat
di media sosial, juga di aplikasi khusus
pengemudi taksi Blue Bird. Mendapat
pengakuan dan publisitas seperti itu
membuat pengemudi lebih bersemangat,”
kata Amalia Yaksa Parijata, Corporate
Communications di Blue Bird Group.
DIGITALISASI | Informasi internal juga
disebar secara digital agar lebih efektif
dan kekinian.
Erditya dan Amalia berharap Road Stars
mampu menginspirasi semua pengemudi
taksi Blue Bird, bahwa aksi baik layak diberi
apresiasi. Sebaliknya, jika pengemudi taksi
mendapatkan ulasan negatif di media
Mutiara Biru
63