penghasilannya.
Sebagai contoh calon pemilih
yang berusia di atas 35 tahun, kelas
menengah dan laki-laki, kemungkinan
besar akan lebih menyukai kampanye
yang berbentuk dialog dengan
kelompok terbatas. Sedangkan calon
pemilih yang berusia muda, dari
kelas menengah dan cenderung
beraktivitas di wilayah urban, akan
lebih menyukai pesan-pesan program
politik yang disampaikan lewat media
sosial kontemporer seperti Facebook
dan Twitter.
Sementara
calon
pemilih
perempuan, berusia di atas 30 tahun
dan berasal dari kelas menengah ke
bawah, mungkin akan lebih tertarik
dengan program-program yang
meyentuh isu-isu kesejahteraan,
seperti biaya pendidikan dan
kesehatan, harga-harga kebutuhan
barang pokok dan isu kenakalan
remaja. Artinya, penting bagi seorang
kandidat dan partai peserta pemilu
mengetahui secara detail profil c