Dina Hidayana, S.P M.Sc.*
.,
MENGENALI CALON PEMILIH:
Kunci Sukses Meraih Dukungan
M
engapa mengenali
calon pemilih adalah
hal
mendasar
dan
utama
dalam berkampanye? Sekalipun
tidak sepenuhnya sama dan bisa
jadi menjadi analogi yang bisa
menimbulkan perdebatan, kampanye
yang dilakukan seorang kandidat
menjelang pemilu tidak ada bedanya
dengan aktivitas menjual.
Di sini sudah tentu yang dijual bukan
barang atau jasa, melainkan program,
kebijakan dan janji-janji perubahan.
Tapi seperti halnya tindakan menjual
barang atau jasa, pengetahuan yang
terbatas atau nihil sama sekali tentang
calon pembeli, yang dalam hal ini
adalah calon pemilih, akan membuat
“jualan” sebagus apa pun tidak akan
“terbeli”. Karena itu informasi yang
memadai dan pengetahuan yang
baik tentang apa yang dikenal dalam
72
tradisi ilmu sosial dengan “perilaku
pemilih” adalah wajib hukumnya bagi
setiap kandidat peserta pemilu.
Ada dua alasan penting mengapa
pengetahuan yang baik tentang
perilaku calon pemilih bersifat wajib.
Pertama, tindakan memilih selalu
disebabkan oleh banyak faktor.
Seperti yang akan dijelaskan di bawah
ini faktor-faktor penentu tersebut lebih
dari satu dan sangat beragam. Jika
seorang kandidat mengetahui dengan
pasti faktor-faktor yang mempengaruhi
para pemilih menjatuhkan pilihannya,
kandidat yang bersangkutan bisa
mengembangkan strategi “menjual”
yang jitu agar tawaran program,
kebijakan dan janji-janji perubahannya
bukan saja menarik untuk dilirik tapi
juga “laku keras”. Sebaliknya jika
informasi yang relevan tentang alasanalasan yang mendasari tindakan
para pemilih tidak dimiliki, bisa jadi
program atau kebijakan yang dijual
tidak menarik, salah sasaran atau
bahkan menimbulkan kemarahan
calon pemilih.
Kedua, mengetahui faktor-faktor
yang menentukan pilihan seseorang
bisa jadi bukan perkara gampang.
Sering saat sudah berada dalam kotak
suara, hanya si pemilih dan Tuhan
yang paling tahu faktor apa yang
menentukan sebuah pilihan diambil.
Walau demikian perilaku pemilih selalu
memiliki pola. Pola tersebut adalah
hasil berulangnya pengaruh faktor-
faktor tertentu terhadap sekelompok
pemilih dalam kurun waktu dan
wilayah tertentu.
Dengan berusaha mengenali dan
mempelajari lebih dalam tentang pola
perilaku pemilih, seorang kandidat
setidaknya bisa memperkirakan
bagaimana dan mengapa para calon
pemilih menentukan pilihannya. Sudah
tentu pengetahuan tentang pola ini
masih bersifat hipotetis dan sebuah
prediksi yang belum tentu sepenuhnya
benar. Tapi paling tidak prediksi
bisa membantu dan memandu para
kandidat untuk menyiapkan dan
mengemas tawaran program dan
kebijakan dengan cara-cara tertentu.
Secara garis besar faktor-faktor
yang menuntun perilaku pemilih bisa
dikenali dan dipahami dengan dua
cara. Pertama, secara struktural setiap
calon pemilih sudah berada dalam
lokasi sosial dan budaya yang spesifik
yang berpengaruh besar terhadap
preferensi dan cara pandangnya.
Lokasi atau kategori sosial ini memilahmilah perilaku pemilih berdasarkan
perbedaan-perbedaan
gender,
usia, klan/etnik/agama, kelas sosial
atau wilayah tempat tinggal. Dalam
menyiapkan aktivitas kampanye atau
dalam merumuskan dan mengemas
program politik seorang kandidat
harus dengan cermat mengetahui
sebagian besar calon pemilih di
wilayah operasinya berjenis kelamin
apa, berusia berapa atau berapa