Suara Golkar edisi Januari 2013 | Page 70

Selina Gita Saya sangat menyayangkan dihapusnya Pendidikan Moral Pancasila dari kurikulum sehingga banyak generasi muda tidak memahami dasar negaranya. SRIKANDI PARTAI GOKAR YANG PEDULI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JAKARTA, SUARA GOLKAR— Dukungan bagi peran wanita dalam Partai Golkar sangat besar. Dukungan itu selalu diberikan tanpa membedabedakan status yang ada. Perempuan dan laki-laki diberikan porsi yang sama. Hal itu diakui oleh Selina Gita, salah satu Srikandi Partai Golkar. Tidak hanya di organisasi partai, tapi juga di DPR. “Partai Golkar tetap menyokong kita dan tidak membeda-bedakan. Bukan mentang-mentang perempuan terus dinomorduakan. Tidak seperti itu. Selama kita berkualitas, kita pasti 70 disokong,” ujar anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Golkar Selina Gita di Jakarta (11/12) bulan lalu. Sama halnya di DPR. Partai Golkar menerapkan prinsip yang sama. Asal berkualitas, dukungan partai yang diberikan akan semakin besar. “Di DPR juga demikian. Tidak ada perbedaaan yang signifikan. Tidak pembedaaan antara lelaki dan perempuan,” ujar Ketua Bidang Pariwisata DPP AMPI itu. Terkait bidangnya di Komisi X, Selina yang juga aktif sebagai tim pemenangan pemilu wilayah Sumatera II,  menyebutkan bahwa sektor pendidikan masih dalam tahap menengah meskipun anggaran pendidikan mencapai 20% dari APBN. Indikasi tersebut tampak dari fungsi anggaran pendidikan yang tidak keseluruhannya untuk peningkatan kualitas pendidikan. “Artinya anggaran pendidikan belum sepenuhnya untuk pendidikan itu sendiri,” jelas Selina. Wakil Bendahara Umum AMPG  ini juga menilai penting dimasukkannya kebudayaan dalam kurikulum pendidikan. Menurut