Pusat, Dr. dr. Ulla Nuchrawaty
berkomitmen akan terus berupaya
keras untuk meningkatkan peranan
perempuan dalam politik.
“Ya, yang pertama tentunya ingin
kami lakukan mengubah jumlah posisi
perempuan secara nasional di DPR
RI yang sekarang ini masih sebesar
18 persen, 16 persen untuk tingkat
provinsi dan 12 persen di tingkat
kabupaten/kota. Ini perlu ditingkatkan
terlebih dahulu sembari meningkatkan
kualitasnya,” tutur Ulla kepada Suara
Golkar di Jakarta, Kamis (16/01) lalu.
Ulla mengatakan bahwa KPPG
sendiri sangat berambisi agar kuota
30% untuk perempuan bisa terpenuhi.
Berbagai cara telah dilakukan untuk
untuk mengajak kaum perempuan
tampil di dunia politik.
“Salah satu caranya, kami
melakukan
rekrutmen
untuk
pencalegan dengan pengajuan namanama perempuan dari Hasta Karya,”
kata Ulla.
Ulla sendiri sangat berharap
perempuan bisa menunjukkan
kemampuan yang sama sebagai
warga negara untuk memajukan
bangsa dan negaranya dan
meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Paling utama, bersama dengan seluruh
lapisan masyarakat mempercepat
pencapaian tujuan pembangunan
nasional sebagaimana yang telah
ditetapkan.
“Perempuan harus bisa tampil
dan ikut serta dalam pembangunan.
Memberi kontribusi nyata bagi
pembangunan. Saya berharap
sekali perempuan-perempuan bisa
melakukan hal ini. Terutama para
politisi perempuan dari Partai Golkar,”
ujar Ulla.
Sementara terkait kendala dalam
memajukan peran perempuan di
Partai Golkar, Ulla sendiri mengatakan
belum konsisten kebijakan Partai
Golkar terhadap kebijakan yang
disepakati, yaitu sistem satu pintu (one
gate policyi).
“Pada Rapimnas kedua telah
disepakati bahwa dalam rekrutmen,
penyusunan,
mobilisasi
dan
memberikan kedudukan pada
perempuan, harus melibatkan
sayap perempuan dan Departemen
Pemberdayaan Perempuan. Sekarang
itu kan dilanggar, antara
lain yang terjadi pada
saat pengiriman kaderkader Partai Golkar
untuk mengikuti kursus
Lemhanas, perempuan
yang ikut disusun oleh
bidang
organisasi,
tanpa sepengetahuan
Departemen dan KPPG.
Ini bukti bahwa Partai
Golkar belum konsisten
terhadap kebijakan yang
telah ditetapkan,” urai
Ulla.
Sementara ketika ditanya mengenai
peluangnya dalam pencalegan dari
daerah pemilihan (dapil) Sulsel I yang
meliputi Kota Makassar, Kabupaten
Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng
dan Selayar, Wakil Sekjen DPP Partai
Golkar ini, mengatakan peluangnya
terbuka lebar. Politik baginya adalah
seni segala kemungkinan.
“Politik itu adalah kemungkinan.
Jadi, tak ada yang pasti. Setiap saat
dapat berubah,” ujar dokter yang juga
aktif di PMI tersebut dengan penuh
keyakinan.
Untuk itu, selain terus meningkatkan
sosialisasi, caleg nomor urut 1 ini juga
melakukan pendidikan politik dengan
membagikan alat peraga berupa
buku saku yang berisi tentang profil
dan visi misi perjuangan dirinya sejak
beraktivitas di Partai Golkar.
“Saya ingin memberi sesuatu yang
berbeda dari caleg yang lain,” tandas
Ulla. (rr/sa)
69