Suara Golkar edisi Januari 2013 | Page 69

Pusat, Dr. dr. Ulla Nuchrawaty berkomitmen akan terus berupaya keras untuk meningkatkan peranan perempuan dalam politik. “Ya, yang pertama tentunya ingin kami lakukan mengubah jumlah posisi perempuan secara nasional di DPR RI yang sekarang ini masih sebesar 18 persen, 16 persen untuk tingkat provinsi dan 12 persen di tingkat kabupaten/kota. Ini perlu ditingkatkan terlebih dahulu sembari meningkatkan kualitasnya,” tutur Ulla kepada Suara Golkar di Jakarta, Kamis (16/01) lalu. Ulla mengatakan bahwa KPPG sendiri sangat berambisi agar kuota 30% untuk perempuan bisa terpenuhi. Berbagai cara telah dilakukan untuk untuk mengajak kaum perempuan tampil di dunia politik. “Salah satu caranya, kami melakukan rekrutmen untuk pencalegan dengan pengajuan namanama perempuan dari Hasta Karya,” kata Ulla. Ulla sendiri sangat berharap perempuan bisa menunjukkan kemampuan yang sama sebagai warga negara untuk memajukan bangsa dan negaranya dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Paling utama, bersama dengan seluruh lapisan masyarakat mempercepat pencapaian tujuan pembangunan nasional sebagaimana yang telah ditetapkan. “Perempuan harus bisa tampil dan ikut serta dalam pembangunan. Memberi kontribusi nyata bagi pembangunan. Saya berharap sekali perempuan-perempuan bisa melakukan hal ini. Terutama para politisi perempuan dari Partai Golkar,” ujar Ulla. Sementara terkait kendala dalam memajukan peran perempuan di Partai Golkar, Ulla sendiri mengatakan belum konsisten kebijakan Partai Golkar terhadap kebijakan yang disepakati, yaitu sistem satu pintu (one gate policyi). “Pada Rapimnas kedua telah disepakati bahwa dalam rekrutmen, penyusunan, mobilisasi dan memberikan kedudukan pada perempuan, harus melibatkan sayap perempuan dan Departemen Pemberdayaan Perempuan. Sekarang itu kan dilanggar, antara lain yang terjadi pada saat pengiriman kaderkader Partai Golkar untuk mengikuti kursus Lemhanas, perempuan yang ikut disusun oleh bidang organisasi, tanpa sepengetahuan Departemen dan KPPG. Ini bukti bahwa Partai Golkar belum konsisten terhadap kebijakan yang telah ditetapkan,” urai Ulla. Sementara ketika ditanya mengenai peluangnya dalam pencalegan dari daerah pemilihan (dapil) Sulsel I yang meliputi Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Selayar, Wakil Sekjen DPP Partai Golkar ini, mengatakan peluangnya terbuka lebar. Politik baginya adalah seni segala kemungkinan. “Politik itu adalah kemungkinan. Jadi, tak ada yang pasti. Setiap saat dapat berubah,” ujar dokter yang juga aktif di PMI tersebut dengan penuh keyakinan. Untuk itu, selain terus meningkatkan sosialisasi,  caleg nomor urut 1 ini juga melakukan pendidikan politik dengan membagikan alat peraga berupa buku saku yang berisi tentang profil dan visi misi perjuangan dirinya sejak beraktivitas di Partai Golkar. “Saya ingin memberi sesuatu yang berbeda dari caleg yang lain,” tandas Ulla. (rr/sa) 69