Suara Golkar edisi Januari 2013 | Page 65

Alasan dan tujuannya dijelaskan secara terperinci. Kesimpulan saya, Golkar ini memiliki track record yang baik untuk menjelaskan bagaimana kebijakan diambil secara rasional dalam konteks perundangundangan, dalam kebijakan nasional. Golkar yang memiliki dokumentasi perjuangan politik yang komplet dan komprehensif,” tukas caleg dari Dapil 6 Jateng ini. Baginya menyalurkan aspirasi politiknya melalui Golkar memungkinkan setiap warga negara untuk bisa berkembang dan berkiprah tanpa membedakan status sosialnya. Golkar memberikan ruang secara terbuka kepada setiap kader bangsa untuk berkiprah. “Kesimpulan saya mengenai Golkar yang selalu memberikan ruang terbukti. Saya bisa mendapatkan kesempatan untuk studi di Lemhanas, dan lain-lain. Padahal, saya hanya orang desa, tidak kenal siapa-siapa tapi bisa mendapatkan kesempatan untuk berkiprah,” kata Bejo. Bersama Partai Golkar ia punya kesempatan ndandani bangso, njejegi negaro. Menegakkan marwah bangsa, menegakkan harga diri bangsa sangat terbuka. Peranan anak-anak muda di Partai Golkar perlu mendapat tempat yang lebih proporsional dalam aktivitasaktivitas resmi partai. Selama ini, Partai Golkar memang telah menyiapkan pengkaderan bagi anak-anak muda melalui organisasi sayap. Organisasiorganisasi sayap yang berisi anakanak muda cukup bagus. Sebuah fakta yang menunjukkan Golkar sangat peduli untuk anak muda. Akan tetapi, kata Bejo, tidak cukup hanya memberikan ruang-ruang secara formal organisasi.  Harus ada kebijakan yang lebih konkret. Ruang-ruang dan kebijakan harus ada keberpihakan. Generasi muda perlu ruang untuk tumbuh. Peranan anak muda sangat penting. Sebab mau tidak mau, suka tidak suka, mereka adalah penerus bangsa ke depan. Karena itu, anak muda sebagai kader bangsa harus mengetahui sejarah bangsa dan tantangan hari ini serta mengetahui ke mana masa depan ditentukan. “Pemahaman ini penting untuk mengestafetkan tata nilai, sistem yang telah dibangun masa lalu. Agar transformasi generasi muda menjadi calon pemimpin di masa depan bisa dilakukan dengan sistematis. Jangan sampai kita lupa persiapan generasi muda, sebab bisa jadi kita akan kehilangan masa depan yang baik,” ujar Mantan Ketua Gema MKGR ini. Pemuda jangan sampai  hanya tahu masa depan saja sehingga ia hanya jadi pemimpi, pemuda yang tidak sadar akan hari esok. Hanya tahu hari ini saja, yang membuatnya menjadi pragmatis, pemuda yang memikirkan perutnya saja. Tidak pula tahu hari kemarin saja sebab ia hanya akan menjadi pemuda yang bisa bernostalgia saja. Tidak produktif. Ditanya mengenai peluangnya memenangi pencalegannya, Bejo sangat yakin bisa mendulang suara dan duduk di parlemen. Berbagai upaya dan usaha dilakukan. Baik melalui kampanye secara struktural melalui pengurus-pengurus partai maupun menyasar wilayah fun