Alasan dan tujuannya dijelaskan
secara terperinci. Kesimpulan saya,
Golkar ini memiliki track record
yang baik untuk menjelaskan
bagaimana kebijakan diambil secara
rasional dalam konteks perundangundangan, dalam kebijakan nasional.
Golkar yang memiliki dokumentasi
perjuangan politik yang komplet dan
komprehensif,” tukas caleg dari Dapil
6 Jateng ini.
Baginya
menyalurkan
aspirasi politiknya melalui Golkar
memungkinkan
setiap
warga
negara untuk bisa berkembang dan
berkiprah tanpa membedakan status
sosialnya. Golkar memberikan ruang
secara terbuka kepada setiap kader
bangsa untuk berkiprah. “Kesimpulan
saya mengenai Golkar yang selalu
memberikan ruang terbukti. Saya bisa
mendapatkan kesempatan untuk studi
di Lemhanas, dan lain-lain. Padahal,
saya hanya orang desa, tidak kenal
siapa-siapa tapi bisa mendapatkan
kesempatan untuk berkiprah,” kata
Bejo. Bersama Partai Golkar ia punya
kesempatan ndandani bangso, njejegi
negaro. Menegakkan marwah bangsa,
menegakkan harga diri bangsa sangat
terbuka.
Peranan anak-anak muda di Partai
Golkar perlu mendapat tempat yang
lebih proporsional dalam aktivitasaktivitas resmi partai. Selama ini, Partai
Golkar memang telah menyiapkan
pengkaderan bagi anak-anak muda
melalui organisasi sayap. Organisasiorganisasi sayap yang berisi anakanak muda cukup bagus. Sebuah
fakta yang menunjukkan Golkar
sangat peduli untuk anak muda. Akan
tetapi, kata Bejo, tidak cukup hanya
memberikan
ruang-ruang
secara
formal
organisasi. Harus
ada
kebijakan
yang lebih konkret.
Ruang-ruang dan
kebijakan harus
ada keberpihakan.
Generasi muda
perlu ruang untuk
tumbuh.
Peranan anak
muda
sangat
penting. Sebab
mau tidak mau,
suka tidak suka,
mereka adalah
penerus bangsa ke depan. Karena
itu, anak muda sebagai kader bangsa
harus mengetahui sejarah bangsa dan
tantangan hari ini serta mengetahui
ke mana masa depan ditentukan.
“Pemahaman ini penting untuk
mengestafetkan tata nilai, sistem
yang telah dibangun masa lalu. Agar
transformasi generasi muda menjadi
calon pemimpin di masa depan bisa
dilakukan dengan sistematis. Jangan
sampai kita lupa persiapan generasi
muda, sebab bisa jadi kita akan
kehilangan masa depan yang baik,”
ujar Mantan Ketua Gema MKGR ini.
Pemuda jangan sampai hanya
tahu masa depan saja sehingga ia
hanya jadi pemimpi, pemuda yang
tidak sadar akan hari esok. Hanya
tahu hari ini saja, yang membuatnya
menjadi pragmatis, pemuda yang
memikirkan perutnya saja. Tidak pula
tahu hari kemarin saja sebab ia hanya
akan menjadi pemuda yang bisa
bernostalgia saja. Tidak produktif.
Ditanya mengenai peluangnya
memenangi pencalegannya, Bejo
sangat yakin bisa mendulang suara
dan duduk di parlemen. Berbagai
upaya dan usaha dilakukan. Baik
melalui kampanye secara struktural
melalui pengurus-pengurus partai
maupun menyasar wilayah fun