Suara Golkar edisi Januari 2013 | Page 36

Opini ASEAN ECONOMIC COMMUNITY DAN MASALAH DAYA SAING INDONESIA oleh: Rozinul Aqli (Sarjana Ilmu Politik UI) P elaksanaan ASEAN Economic Community (AEC) pada tahun 2015 akan menandai langkah penting dalam realisasi regionalisme di Asia Tenggara. AEC akan meliberalisasi rezim perdagangan lebih lanjut di wilayah tersebut, terutama hambatan perdagangan masih ada yang belum dihilangkan di bawah naungan AFTA. Meskipun sifat terbatas liberalisasi, pengamat baik di dalam maupun di luar ASEAN telah sangat antusias dalam menyambut peristiwa penting, mengatakan bahwa perjanjian tersebut akan meningkatkan perdagangan dan oleh karena itu kesejahteraan di masing-masing negara peserta. Di tengah antusiasme itu, bagaimanapun, telah tumbuh skeptisisme tentang apakah negara-negara anggota akan dapat memenuhi tenggat waktu mengingat beberapa masalah teknis dan politik. Di Indonesia, sementara pemerintah menunjukkan optimisme tak tergoyahkan, skeptisisme 36 tumbuh di kalangan komunitas bisnis dan masyarakat pada umumnya. Kebanyakan dari mereka meragukan kesiapan Indonesia untuk bersaing di bawah rezim perdagangan bebas dengan negara-negara tetangga. Apakah keraguan bahwa dibenarkan? Jika ya, apa yang harus dilakukan pemerintah untuk meningkatkan daya saing Indonesia? Tiga sumber utama kurangnya daya saing Indonesia Secara konseptual, daya saing bisnis dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal . Secara internal, dapat bersaing atau tidak bisnis di tingkat internasional ditentukan oleh efisiensi mereka dalam berbisnis . Semakin e