Padang Ekspres | Page 19

RABU • 29 MEI 2013

8 Kelompok SPP Dapat Reward

UPK Koto Parik Gadang Diateh( KPGD) menerapkan sistem reward dan punishment terhadap kelompok SPP. Bagi kelompok yang‘ mangkir’ alias menunggak maka akan diberi sanksi berupa nagari bersangkutan tidak diikutkan dalam kegiatan yang didanai BLM.
Sebaliknya, bagi kelompok SPP yang pengembaliannya tidak pernah jatuh tempo setiap bulan, mendapat reward. Berdasarkan pengamatan UPK, ada delapan kelompok SPP yang akan menerima reward tahun ini.
Bendahara UPK Indra Pebi Susanto membeberkan, delapan kelompok tersebut adalah kelompok Yasinan Masjid Nurul Ihsan Sungaikalu I, Yasinan Attoibah Pasampantimur, Keltan Bungo Setangkai Balun Sungaiipuh, Anggrek I dan Anggrek III Bancah, Siti Hawa Balun, Yasinan I Sungaiaro, dan Yasinan Aisyah Tanjung Nan Ampek.
” Kami tengah memusyawarahkan apa reward yang akan diberikan kepada delapan kelompok tersebut. Bisa saja nanti berupa pemotongan jasa,” kata Indra.( sih)

Harapkan Tim PKK Proaktif

TIM Penggerak PKK diharapkan ikut bersinergi dalam PNPM. Kerjasama itu sebagaimana tertuang dalam MoU antara tim PKK dan PNPM yang memuat antara lain tim PKK yang terdapat di tingkat provinsi hingga tingkat nagari harus terlibat mulai dari perencanaan, pelaku / kader, sampai pembinaan kelompok SPP.
Fasilitator Pemberdayaan PNPM-MPd Kecamatan KPGD, Afridel Antoni STP mengatakan keterlibatan tim PKK diharapkan membawa angin segar dalam pengelolaan SPP. Sebab selama ini keterbatasan sumber daya membuat pemanfaatan dana SPP menjadi tidak optimal.” Kita harapkan tim PKK pro aktif membantu kelompok SPP di jorong-jorong dalam hal manajemen dana SPP. Sehingga, dana perguliran yang ada akan terserap seluruhnya oleh masyarakat, dan akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan,” kata Fidel.
Sementara itu, dalam rangka peningkatan kapasitas perempuan menurut ketua UPK KPGD Emillia Amdan mengatakan tahun ini ada enam jorong yang telah mengusulkan untuk pelatihan menjahit. Antara lain Ulu Suliti I, Pulaibungkuak, Pasampantimur, Pinti Kayu Gadang, Balun Balai Akad, dan Batang Lolo Ateh. UPK sangat mengapresiasi masyarakat yang telah berpartisipasi dalam PNPM. Namun menurut Emil, partisipasi lain yang tidak kalah pentingnya adalah, masyarakat diharapkan ikut ambil bagian dalam memelihara dan menjaga bangunan fisik yang didanai oleh PNPM. Sebagaimana prinsip PNPM, keberlanjutan.( sih)

DOK RBM PNPM-MPD SOLOK SELATAN 19

Dana Perguliran Mulai Dicairkan

BAKAL DIPERBAIKI: Mendesaknya kebutuhan masyarakat akan jembatan untuk mengangkut hasil pertanian di Jorong Pasampan Timur. 2013 ini, harapan masyarakat akhirnya terjawab berkat PNPM.
Peletakan batu pertama gedung
MIS Jorong Ulusuliti II oleh
Muspika Kecamatan
KPGD, pada 15 Mei 2013 lalu.
DANA perguliran tahun 2013, mulai didstribusikan oleh Unit Pengelola Kegiatan( UPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan( PNPM-MPd) Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Solok Selatan. Untuk tahap pertama, ada sembilan kelompok Simpan Pinjam Perempuan( SPP) yang akan medapatkan dana perguliran tersebut.
” Sore ini( Kemarin 28 / 5- red) dana perguliran mulai kita serahkan. Target kita hingga pertengahan Juni pencairan dana bergulir tahap pertama rampung. Total pencairan dan bergulir tahap pertama mencapai Rp614.500.000,” terang sekretaris UPK Kamal Azhar bersama bendahara UPK Indra Pebi Susanto.
Sembilan kelompok yang masuk dalam kategori tahap pertama adalah kelompok Dasa Wisma Anggrek 2 Jorong Bancah sebesar Rp150 juta, kelompok Tani Anak Daro Jorong Batanglimpaung sebesar Rp80 juta, kelompok Tani Makmur Kaum Ibu Jorong Sungaikalu I senilai Rp50 juta, kelompok Yasinan Annisa Jorong Balun sebesar Rp83,5 juta, kelompok Yasinan Amal Ma’ ruf Jorong Batanglolo sebesar Rp85 juta, kelompok Dasa Wisma Teratai I Jorong Sungaikapur Rp45 juta, Keltan Tunas Muda Jorong Batanglimpaung Rp30 ju-
Untuk tahun ini ada empat tahap pencairan. Saat ini kita masih menunggu proposal pengajuan dari kelompok.
ta, kelompok Yasinan Nurul Yakin Jorong Sungaikalu II Rp60 juta dan kelompok Kaum Ibu Sakinah Jorong Balun sebesar Rp31 juta.
” Untuk tahun ini ada empat tahap pencairan. Saat ini kita masih menunggu proposal pengajuan dari kelompok,” imbuh Kamal.
UPK KPGD mencatat, dari tahun ke tahun jumlah tunggakan SPP semakin kecil. Bahkan untuk periode 2012, dana SPP mengalami surplus sebesar Rp73.107.841. Meningkatnya pengembalian pinjaman SPP tidak terlepas dari kesadaran masyarakat tentang peruntukan SPP itu sendiri. Secara tegas ketua UPK KPGD Emillia Amdan mengatakan kalau ada penyelewengan dana SPP maka pelaku akan diproses secara hukum melalui tim advokasi.” Proses hukum akan kita tempuh setelah dilakukan mediasi, fasilitasi tingkat nagari atau MAN serta melalui camat. Kalau tidak mempan juga, ya terpaksa kita tempuh jalur hukum,” tuturnya.( sih)
Para pelaku PNPM- MPd di KPGD. Dari kiri, Bendahara UPK, Ketua UPK, Sekretaris UPK dan PJOK.
Sosialisasi kerja sama TP-PKK dengan PNPM.
Suasana saat tindak lanjut kelompok SPP bermasalah dengan tim advokasi, beberapa waktu lalu.