Demi Liverpool, Caroll Tolak West Ham London, Padek— Piala Dunia yang hanya tersisa setahun lagi memaksa para pemain berlomba menunjukkan kemampuan terbaiknya. Tak terkecuali bagi Andy Carroll. Dia berani menolak tawaran sebesar Rp 220 miliar dari West Ham United demi bisa berbaju Liverpool.
” Carroll tak menjalani musim yang bagus di Liverpool. Namun, dia akan kembali ke Liverpool dengan semangat lebih besar. Carroll tidak akan melempar handuk,” terang seorang sumber kepada Goal, Selasa( 28 / 5).
Liverpool memang masih berstatus klub pemilik Carroll. Karena dianggap kalah bersaing, Carroll akhirnya dipinjamkan ke West Ham. Ternyata, kemampuan Carroll di West Ham dianggap berkembang pesat.
Sayangnya, keinginan West Ham untuk mematenkan kepemilikan Carroll bertepuk sebelah
tangan. Mantan striker New Castle United tersebut tertantang membuktikan kemampuan terbaiknya di Liverpool agar bisa berlaga di Piala Dunia 2014 mendatang.
” Dia memang sangat menikmati perjalanan karirnya di West Ham. Namun, Andy Carroll masih memiliki misi yang belum terselesaikan di Liverpool,” tambah sumber tersebut.
Kabarnya, keinginan Carroll tersebut mendapat lampu hijau dari Brendan Rodgers selaku pelatih Liverpool. Rodgers dikabarkan siap untuk menampung Carroll sebagai bagian dari rencana masa depan klub.
Di timnas, posisi Carroll memang tengah pelik. Dia tak masuk ke dalam skuad Timnas Inggris yang dipersiapkan untuk menjalani dua laga uji coba kontra Republik Irlandia dan Brazil.( jos / jpnn)
|
London, Padek— Crystal Palace secara dramatis naik kasta menuju Premier League musim depan. Palace mengalahkan Watford 1-0 dalam final playoff Championship di Stadion Wembley dini hari kemarin WIB( 28 / 5).
Kemenangan The Eagles- julukan Palace- memang menegangkan. Striker yang akan berusia 40 tahun Juli mendatang, Kevin Phillips memastikan kemenangan Palace lewat gol dari titik penalti pada menit 105 + 1 alias di penghujung babak kedua ekstra time.
Penalti diberikan wasit Martin Atkinson karena defender Watford Marco Cassetti melanggar winger Palace Wilfried Zaha. Phillips yang dipercaya menjadi eksekutor dengan dingin menaklukkan kiper Manuel Almunia.
Penalti tersebut akhirnya menaklukkan Almunia yang sejatinya tampil luar biasa dalam pertandingan yang disaksikan lebih dari 82 ribu penonton itu. Berulang kali mantan kiper Arsenal tersebut berjibaku untuk menyelamatkan gawangnya dari kebobolan. Bahkan saat penalti, Almunia bisa membaca arah bola dengan tepat. Namun sayang, tangannya tak mampu menjangkau tendangan Phillips.
Promosi ke Premier League disambut suka cita seluruh pemain, staf pelatih, dan ofisial Palace. Sebab inilah untuk pertama kali dalam delapan tahun, Palace kembali berlaga di kasta paling tinggi di Liga Inggris itu.
” Saya memutuskan mengambil penalti. Saya tidak tahu apakah ini adalah partai terakhir saya di sepakbola. Kalau benar iya, ini merupakan akhir
|
NAIK KASTA: Manajer Crystal Palace Ian Holloway( kiri) dan gelandang Welsh Jonathan Williams meluapkan kegembiraan usai memastikan tiket Premier League musim depan, setelah dalam final playoff Championship di Stadion Wembley dini hari kemarin WIB( 28 / 5), mengalahkan Watford 1-0.
yang sangat hebat,” ucap Phillips, pemain yang pinjaman dari Blackpool tersebut seperti dilansir BBC.
Kemenangan Palace juga merupakan perpisahan yang sempurna bagi Wilfried Zaha yang musim depan akan pindah ke Manchester United. Pada Januari lalu, Zaha sejatinya sudah menandatangai kontrak lima setengah tahun bersama United.
Pemain kewarganegaraan Inggris kelahiran Pantai Gading tersebut merupakan rekrutan terakhir Sir Alex Ferguson sebelum memutuskan pensiun sebagai manajer United.” Anak ini akan ke Manchester United. Semoga dia berhasil di sana,” kata Phillips.
Zaha sendiri mengaku sangat puas bisa menuntaskan tugasnya mengantar Palace ke
|
Premier League. Apalagi, Zaha berperan besar untuk menyingkirkan Brighton & Hove Albion pada babak semifinal. Dua gol pemain berusia 20 tahun tersebut pada leg kedua semifinal membuat Palace maju ke final.
” Saya sungguh capek, tetapi sangat bahagia. Berjalan menuju stadion yang penuh dengan penonton, sangat luar biasa. Saya harus terbiasa dengan itu,” tandas pemain yang mengemas satu caps bersama tim nasional Inggris tersebut kepada Reuters.
Crystal Palace memang
|
adalah tim spesialis final playoff Championship. Pada lima kali final, empat kali Palace berhasil menang dan promosi.
Namun peruntungan Palace memang tak bagus di Premier League. Dalam empat kali promosi, Palace selalu langsung terdegradasi semusim setelahnya.” Ini baru permulaan. Yang menjadi pertaruhan adalah musim depan. Saya hanya ingin memastikan bahwa kami kompetitif dan bisa bertahan lama di sana( Premier League),” tegas Ian Holloway, pelatih Palace kepada BBC.( nur / jpnn)
|