My first Magazine hadila september | Seite 39

mahligai
seseorang yang hanya bisa memerintah istri dan anak-anak untuk melakukan berbagai macam urusan praktis kerumahtanggaan. Nabi Muhammad Saw mencontohkan, beliau melakukan sendiri berbagai pekerjaan rumah tangga. Al Aswad bertanya kepada Aisyah,“ Apakah yang dikerjakan Rasulullah Saw di rumah?” Dia menjawab,“ Beliau biasa dalam tugas sehari-hari keluarganya--yakni melayani keluarganya--- maka apabila telah datang waktu salat, beliau keluar untuk menunaikan salat.”( Riwayat Imam Bukhari).
Dalam riwayat Ahmad, Aisyah ditanya,“ Apakah yang dikerjakan Rasulullah Saw di rumah?” Dia menjawab,“ Beliau adalah seorang manusia biasa, membersihkan pakaiannya, memerah susu kambingnya, dan melayani dirinya”.
Kedelapan, keterampilan praktis mendidik anak. Kendatipun pendidikan anak lebih melekat kepada ibu, karena sejak dalam kandungan, melahirkan, menyusui, dan menemani hari-harinya hingga dewasa, seorang anak selalu lekat dengan ibu, akan tetapi keberhasilan pendidikan anak merupakan hasil kerja sama yang harmonis antara suami dan istri. Kedua belah pihak harus memiliki rasa tanggung jawab dan sejumlah pengetahuan serta keterampilan praktis yang memadai untuk melaksanakan pendidikan anak.
Kesembilan, keterampilan mengelola waktu. Hendaknya para suami pandai mengelola waktu yang dimiliki. Bekerja mencari nafkah, mengurus organisasi, memenuhi hobi, mengembangkan bisnis, berkegiatan sosial, meningkatkan potensi diri, seluruhnya memerlukan waktu tersendiri. Dengan keterbatasan waktu yang dimiliki, sementara sedemikian banyak amanah dan tanggung jawab terpikul, harus ada perencanaan dan manajemen waktu yang akurat serta disiplin, sehingga seluruhnya bisa diraih dengan optimal.
Kesepuluh, keterampilan sosial. Suami memiliki peran sosial yang besar di dalam masyarakat. Peran sosial harus dibangun di atas dua hal, yaitu kepedulian sosial dan keterampilan sosial. Tidak cukup hanya dengan memiliki kepedulian sosial, suami juga harus memiliki keterampilan sosial.
Kepedulian merujuk kepada sebuah sikap dan sifat yang peka dan humble terhadap persoalan sosial dari masyarakat yang berada di sekitarnya. Keterampilan merujuk kepada kemampuan praktis untuk mewujudkan jiwa kepedulian tersebut. Sebagai pemimpin keluarga, suami harus memiliki sejumlah keterampilan sosial yang membuatnya bisa banyak memberikan kemanfaatan bagi orang-orang lain di sekitar. Suami mesti terlibat aktif dalam kegiatan posisif masyarakat, sekaligus berusaha untuk melakukan berbagai perbaikan.
Dengan memiliki keterampilan sosial, suami akan memberikan kontribusi optimal bagi warga sekitar maupun masyarakat yang lebih luas. Keluarga akan menjadi basis perubahan sosial, bukan sekadar tempat berkumpul bagi semua anggota keluarga. Hal ini bisa terjadi apabila suami memiliki kepedulian sekaligus keterampilan sosial.
Demikianlah sepuluh keterampilan yang perlu dimiliki para suami untuk bisa menjalankan peran kerumahtanggaan dan peran sosial yang baik. Jika sepuluh keterampilan ini dimiliki para suami, dirinya akan menjadi suami penuh cinta yang memberikan kebahagiaan kepada keluarga secara utuh dan sempurna. <>
39 | September 2018 | Edisi 135