MSP MAGAZINE MSP MAGAZINE EDISI 2 | Page 42

Karya Warga Mikroplastik: “Monster Mini Dangerous ” Oleh: Kurais Fikran Kecil bagaikan pasir, tetapi butiran mu tak terlihat olehku, begitu sangat berbahayanya kamu di rumahku nan indah, mengganggu, bahkan membunuh kami. T ahu dak wahai kawan, Sampah yang kita ketahui hanyalah sebatas berukuran yang bisa kita lihat, tapi tahu dak ada sampah yang berukuran sangatlah kecil yang dak bisa dilihat langsung mata telanjang, iya itulah namanya sampah mikroplas k, mikro plas k ini adalah salah satu sampah plas k yang berukuran kurang dari 5 mm yang memiliki resiko sangat berbahaya. secara umum mikroplas k dibedakan menjadi 2, mikroplas k primer maupun sekunder, menurut kalavrouzio s suatu mikroplas k akan menjadi primer ke ka ia langsung dibentuk dan diproduksi untuk beberapa tujuan dan kepen ngan tertentu dengan mengolah bahan polimer yang masih mentah dan belum diolah sama sekali. Jika suatu mikroplas k terbentuk dari penguraian benda berbahan plas k yang lebih besar, maka mikroplas k tersebut tergolong mikroplas k sekunder. Banyak ancaman yang terjadi ke ka mikroplas k berada diperairan, dampak-dampak nega f seper ke ka mikroplas k termakan oleh organisme perairan yang dapat membunuh secara perlahan karena dak tercernanya mikroplas k di tubuh organisme tersebut. Mikroplas k juga berpotensi mencemari rantai makanan serta mengkontaminasi pada biota ekosistem/habitat, Karena mikroplas k dapat menyerap dan melepaskan bahan kimia yang sangat beracun, seper PCB's, nonyphelols, bisphenol A, dan phthalates serta masih banyak bahan kimia lainnya. Mikroplas k mampu menutupi perairan terumbu karang yang mampu meningkatkan toksisitas perairan serta menyumbat saluran pencernaan terumbu karang sehingga menyebabkan ma kelaparan 40 MSP MAGAZINE E D I S I 2 Baru-baru ini saya melihat isu ditemukannya mikroplas k pada garam dua peneli an terpisah yang dilakukan oleh peneli U n i v e rs i ta s H a s a n u d d i n , d a n p u s a t Oceanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, menurut Reza peneli asal LIPI ini mengungkapkan 10-20 par kel mikroplas k per kilogram garam ditemukannya di beberapa tambak garam daerah pantai utara jawa, yaitu kudus, pa , demak dan rembang, sementara itu peneli UNHAS yang dilakukan di tambak garam Jeneponto sebanyak 11 dari 16 sampel yang diteli mengandung 31 par kel mikroplas k dengan ngkat, kontaminasi sebesar 68, 75 persen. Dari sini kita bisa lihat dan perlu berha -ha terhadap konsumsi garam, karena apabila masuk ke tubuh manusia maka akan berdampak buruk bagi kesehatan. B e b e ra p a u p aya p e m e r i n ta h d a l a m penanganan sampah plas k, menteri kelautan fan perikanan (KKP) memgeluarkan Peraturan Dirjen No: 11/PER-DJKP3K/2015 tentang Pedoman Pengelolaan Limbah di Kawasan Wisata Kuliner Pantai, selain itu pemerintah membuat Pedoman Pengelolaan Pencemaran Sampah Domes k di Wilayah