Karya Warga
yang berkualitas agar sesuai dengan
kebutuhan pasar kerja yang berbasis teknologi
digital. Kedua, adalah kuantitas dwngan
menghasilkan jumlah SDM yang berkualitas
serta berkompeten, sesuai kebutuhan industri,
mengingat saat ini indonesia akan mengalamo
bonus Demografi. Ketiga, perlu diperhatikan
mengenai pendistribusian SDM yang harus
merata.
Dalam peningkatan produktivitas dan
kompetensi SDM, perlu adanya upaya yang
didukung oleh pemerintah melalui lembaga-
lembaga pelatihan kerja, program-program
permagangan serta perlu adanya sertifikasi
profesi yang layak.
Upaya peningkatan SDM dalam revolusi
industri 4.0, tidak lah cukup hanya dengan
Literasi lama (membaca, menulis,
menghitung), perlu adanya literasi baru untuk
mencapai modal dasar untuk menghadapi
industri 4.0. menurut Aon (2017), perlu adanya
kurikulum pendidikan yang akan menghasilkan
output SDM yang berkompetitif dalam industri
4.0 dengan menguasai literasi baru yaitu :
Literasi data, yaitu kemampuan membaca,
menganalisis dan memanfaatkan informasi big
data dalam dunia digital. Literasi Teknologi,
yaitu kemampuan dalam hal memahami cara
kerja mesin, pengaplikasian teknologi (coding,
artificial intellegence, dan engineering
principles). Literasi manusia, yang memuat
humanities, komunikasi dan desain.
Dalam literasi manusia diharapkan agar manusia
mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan
yang dinamis.Pendidikan di perguruan tinggi saat
ini perlu mencari cara baru dalam meningkatkan
kapasitas kognisi manusia, yaitu higher order
mental skills, berfikir kritis, kolaborasi, kreatif
inovatif dan sistemik, dengan memiliki
keterampilan: Kepemimpinan (leadership), dan
Bekerja dalam tim (team work). Kelincahan dan
kematangan budaya (Cultural Agility): dengan
berbagai latar belakang yang mampu bekerja
dalam lingkungan yang berbeda dengan tetap
bekerja sama dan Entrepreneurship (termasuk
sociopreneurship).
Disisi lain untuk mendukung kelancaran
pengembangan SDM demi menghadapi Industri
4.0 perlu ditanamakan rasa jiwa nasionalis
dengan menanamkan pemahaman 4 pilar:
pancasila, bhineka tunggal ika, NKRI, dan UUD
1945 serta pemahaman aksi Bela Negara, anti
radikalisme, anti korupsi, anti narkoba, dll.
Mengenal kita kaya akan keberagaman dan
kebudayaan kit juga perlu pemahaman
pluralisme, dengan menyonsong toleransi antar
suku, ras, agama. perlu adanya juga dalam
penguasaan dalam bidang IPTEK, serta bija agar
terhindar dari penyebaran hoax, war proxy,
cyberbullying dll.
So, sudah siapkah kita dalam menghadapi
era Revolusi Industri 4.0?
“
Manusia adalah mahluk tak sempurna,
tapi manusia berusaha mencapai
kesempurnaan
”
E D I S I 2
MSP MAGAZINE 39