MSP MAGAZINE MSP MAGAZINE EDISI 2 | Page 41

Karya Warga yang berkualitas agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja yang berbasis teknologi digital. Kedua, adalah kuantitas dwngan menghasilkan jumlah SDM yang berkualitas serta berkompeten, sesuai kebutuhan industri, mengingat saat ini indonesia akan mengalamo bonus Demografi. Ketiga, perlu diperhatikan mengenai pendistribusian SDM yang harus merata. Dalam peningkatan produktivitas dan kompetensi SDM, perlu adanya upaya yang didukung oleh pemerintah melalui lembaga- lembaga pelatihan kerja, program-program permagangan serta perlu adanya sertifikasi profesi yang layak. Upaya peningkatan SDM dalam revolusi industri 4.0, tidak lah cukup hanya dengan Literasi lama (membaca, menulis, menghitung), perlu adanya literasi baru untuk mencapai modal dasar untuk menghadapi industri 4.0. menurut Aon (2017), perlu adanya kurikulum pendidikan yang akan menghasilkan output SDM yang berkompetitif dalam industri 4.0 dengan menguasai literasi baru yaitu : Literasi data, yaitu kemampuan membaca, menganalisis dan memanfaatkan informasi big data dalam dunia digital. Literasi Teknologi, yaitu kemampuan dalam hal memahami cara kerja mesin, pengaplikasian teknologi (coding, artificial intellegence, dan engineering principles). Literasi manusia, yang memuat humanities, komunikasi dan desain. Dalam literasi manusia diharapkan agar manusia mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan yang dinamis.Pendidikan di perguruan tinggi saat ini perlu mencari cara baru dalam meningkatkan kapasitas kognisi manusia, yaitu higher order mental skills, berfikir kritis, kolaborasi, kreatif inovatif dan sistemik, dengan memiliki keterampilan: Kepemimpinan (leadership), dan Bekerja dalam tim (team work). Kelincahan dan kematangan budaya (Cultural Agility): dengan berbagai latar belakang yang mampu bekerja dalam lingkungan yang berbeda dengan tetap bekerja sama dan Entrepreneurship (termasuk sociopreneurship). Disisi lain untuk mendukung kelancaran pengembangan SDM demi menghadapi Industri 4.0 perlu ditanamakan rasa jiwa nasionalis dengan menanamkan pemahaman 4 pilar: pancasila, bhineka tunggal ika, NKRI, dan UUD 1945 serta pemahaman aksi Bela Negara, anti radikalisme, anti korupsi, anti narkoba, dll. Mengenal kita kaya akan keberagaman dan kebudayaan kit juga perlu pemahaman pluralisme, dengan menyonsong toleransi antar suku, ras, agama. perlu adanya juga dalam penguasaan dalam bidang IPTEK, serta bija agar terhindar dari penyebaran hoax, war proxy, cyberbullying dll. So, sudah siapkah kita dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0? “ Manusia adalah mahluk tak sempurna, tapi manusia berusaha mencapai kesempurnaan ” E D I S I 2 MSP MAGAZINE 39