Media Informasi Kemaritiman Cakrawala Edisi 417 Tahun 2013 | Seite 26
TOPIK UTAMA
26
MENIKMATI
KEKAYAAN LAUT
DI NEGERI IMPIAN
Kalakhar Bakorkamla Laksdya TNI Bambang Suwarto.
B
“Pembiaran persoalan di laut akibat tumpang tindihnya tugas dan tanggung
jawab institusi terkait harus segera dibenahi oleh para stakeholder, karena sangat
berbahaya bagi kepercayaan dunia terhadap Indonesia.”
erkaitan dengan pemasalahan di laut yang
sarat kepentingan dilihat dari berbagai aspek
diantaranya keamanan, politik dan ekonomi,
Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di
dunia, sudah selayaknya belajar dari apa yang
dilakukan China. Ketika hubungan China memanas
karena saling mengklaim wilayah dengan Jepang
yang telah lebih dahulu memiliki Coast Guard.
Untuk membentengi negaranya dari persoalanpersoalan di laut dalam waktu relatif singkat China
segera membentuk semacam China Coast Guard.
Sebab bila China menghadapinya dengan militer,
sementara Jepang menggunakan institusi Coast
Guardnya yang nonmiliter, China akan dianggap
salah di mata internasional. Maka pada 10 Maret
2013 saat Sidang Pleno ke-3 National People
Congress (NPC) ke-12 menyatakan, State Ocean
Administration (SOA) akan direformasi guna
mengintegrasikan dan meningkatkan efektivitas
penegakan hukum maritim.
Reformasi SOA tersebut berupa penggabungan
dari China Marine Surveillance, Marine Police of
Border Defence, China Administration dan Custom
Anti Smuggling Police yang berada di bawah
Kementerian Pengelolaan Lahan. Sementara untuk
Marine Safety Administration tidak bergabung
dengan SOA, karena institusi ini bertugas khusus
di bidang keselamatan pelayaran. Tanggung jawab
baru SOA sebagai perencana pembangunan
kelautan, penegak hak-hak maritim di RRT,
pengelolaan penggunaan laut dan perlindungan
laut.
Beberapa bulan kemudian tepatnya 9 Juli
2013 pemerintah RRT menerbitkan Tugas dan
Fungsi serta Susunan Organisasi SOA antara
lain: SOA sebagai penanggungjawab bidang
kualifikasi layanan prakiraan lingkungan maritim
dan pemeriksaan pembuangan sampah ke laut,
perizinan rencana penanggulangan tumpahan
minyak serta pemeriksaan laporan dampak
lingkungan proyek pembangunan di pesisir. Selain
itu organisasi ini bertugas memperkuat manajemen
umum kelautan, pelestarian lingkungan ekologi
dan pembangunan sistem Iptek, penyempurnaan
rencana dan mekanisme koordinasi urusan
kelautan dan mendukung operasi maritim.