Media Informasi Kemaritiman Cakrawala Edisi 414 Tahun 2013 | Page 96
INFO
96
“Keluarga sendiri”, “Teman atau
kawan”, “Lawan yang sebenarnya”.
Karena itu mengenai soal-soal
rahasia organisasi, personalia dan
operasi tidak seharusnya boleh
dibicarakan dengan siapapun
juga, walaupun dengan istri
sendiri, tunangan, anak sendiri,
apalagi terhadap seorang kawan
atau sahabat yang berada diluar
keluarga, walau sekarib apapun.
Dalam pemeliharaan security,
ibarat tangan kiri tidak boleh tahu
apa yang diperbuat oleh tangan
kanan. Sebuah akibat kepercayaan
yang dicurahkan kepada orang
lain tanpa kewaspadaan dapat
membocorkan rahasia secara
tidak sadar atau tidak disengaja.
e. Ketakutan
Seorang anggota telah
berkali-kali mendengar adanya
penangkapan-penangkapan,
siksaan-siksaan yang kejam yang
dilakukan di tempat tahanan,
penculikan-penculikan
yang
dilakukan di luar hukum, bahkan
pembunuhan gelap secara tidak
bertaggung jawab yang dilakukan
pihak lain. Anggota tadi selalu
membayangkan dalam pikirannya
alangkah ngerinya bila hal seperti
itu harus dialaminya. Hatinya telah
dipengaruhi oleh hayalan-hayalan
yang bukan-bukan, yang dahsyat
dan mengerikan dan akibatnya
menimbulkan kecemasan terus
menerus
di
dalam
hatinya
(suggest-psychose).
Pada
suatu malam seorang petugas
keamanan mengadakan razia kartu
penduduk, karena saat itu terjadi
perampokan dan penganiyaan
di salah satu bagian kota itu.
Melihat orang-orang bersenjata
menghampiri anggota tadi pada
malam hari, dia digetarkan oleh
hayalannya sendiri dan pada saat
itu juga, sebelum petugas tadi
menanyakan sesuatu kepadanya,
dia telah dia telah membicarakan
rahasianya serta organisasi dan
juga tugas-tugasnya. Hal ini
terjadi karena rasa takutnya telah
memuncak dan mengharapkan
tidak akan mengalami siksaan
dan lain-lainnya. Selain sifat-sifat
kepribadian di atas ada hal-hal lain
yang dapat melanggar security dan
membocorkan rahasia secara tidak
sadar atau tidak disengaja yaitu
“kemiskinan, asmara, pengaruh
NAPZA dan wanita (pelacur).
Akibat akibat dari melalaikan
masalah security maka akan
mudah menjadi Sasaran Lawan
dan
menimbulkan
kerugian
terhadap :
1. Pemimpin.
Pemimpin
adalah
pusat
dari
segala
organisasi. Hancurnya pimpinan
dapat mengakibatkan hancurnya
seluruh organisasi. Karena itu
pihak lawan selalu berusaha
menghancurkan
pimpinan
dengan menjalankan perang urat
syaraf (psychological warfare)
atau dengan jalan pembunuhan
(assasination).
Pihak
lawan
selalu berusaha mengadu domba
pemimpin
dengan
pemimpin
lainnya, yang dapat mengakibatkan
bentrokan dan keretakan, yang
selanjutnya dapat menghancurkan
seluruh pimpinan. Bila taktik
mengadu domba ini tidak berhasil,
maka lawan mengirimkan kaki
tangannya langsung kepada pihak
yang mereka tuju, guna melakukan
pembunuhan.
Pembunuhpembunuh itu diberikan upah yang
besar, diberikan jaminan tidak akan
dituntut di pengadilan bila nantinya
terjadi hal-hal yang berada di luar
kesepakatan. Jelaslah kiranya apa
tujuan lawan terhadap pemimpin,
sehingga kita terlebih dahulu dapat
merencanakan tindakan-tindakan
security berupa apa yang akan
kita lakukan guna melindungi serta
mencegah usaha-usaha yang
dapat menjatuhkan pemimpin.
2. Personel.
Anggota
organisasi atau kesatuan akan
menjadi sasaran lawan, yang
dilakukan dengan jalan perang urat
syaraf dan agitasi propaganda,
tujuan dari usaha-usaha tersebut
adalah
untuk
mematahkan
semangat
perlawanan
dan
jiwa persatuan dari anggota itu
sendiri. Maksud lain dari usahausaha tersebut ialah agar para
anggota tidak yakin lagi akan
cita-cita yang didukungnya dan
hilanglah kepercayaan terhadap
pemimpinnya. Berbagai macam
usaha lain dilakukan oleh pihak
lawan
untuk
melemahkan
semangat anggota. Usaha lawan
ini dapat dicegah dengan jalan
pergaulan yang baik terhadap
kawan segolongan. Harus ada
suasana ramah-tamah di antara
pemimpin dengan anak buahnya
dan di antara kedua belah pihak
harus ada perasaan persaudaraan
dan senasib sependeritaan “berat
sama dipikul, ringan sama di
jinjing”.
3. Organisasi.
Organisasi
itu adalah rangka dari tiap-tiap
gerakan. Bila rangka tersebut
dihancurkan
maka
seluruh
gerakan akan bercerai berai.
Pihak lawan akan berusaha untuk
melumpuhkan organisasi dengan
jalan mengirimkan kaki tangannya
berupa infiltran, sel-sel dan agenagen, untuk merusak organisasi
secara langsung ataupun tidak
langsung. Tindakan security ini
ialah meneliti dan mengawasi
orang-orang yang ada di dalam
atau di sekitar organisasi. Bila
ada orang yang baru memasuki
organisasi, terlebih dahulu harus
dilakukan penelitian (screening)
dan pengawasan terhadap dirinya.
Yang perlu diselidiki ialah riwayat
hidupnya,
hubungan
sesama
keluarganya,
dan
lingkungan
pergaulannya dan sebagainya.
Selain
dari
orang
yang
berkepentingan maka keteranganketerangan lain mengenai dirinya
perlu ditanyakan pula kepada
jawatan-jawatan dan organisasi
yang pernah ada hubungan
dengannya.
4. Rencana. Tia Z?\??X[???\?Z?[?
?\?][?H]]H[?Z?[??X[??[Z?Z?[?]\?\?\??X]B??[??[?K?Z?\??X[??\?Z?[?]]B?[?Z?[?YH\]Y?Y?[?[???[HZZ?]?[?\?X?ZZ[B?Y[??]ZZHY[??[?ZH?[??[?B?\??X?]?[?Z?[?Y[???Y?[?[???ZZZ?]?[?[?H\?X?]??X??\?H[?\]X?Y?Z??